Oleh : Pdt. Dr. Alfrets Daleno, S.Th, M.Pd.K, Kons (Konselor)
A. Latar Belakang
Masa muda adalah masa yang paling indah tidak hanya diungkapkan tetapi juga dikenang. Setiap generasi akan bertambah dan juga ada yang berkurang. Artinya perjalanan hidup harus terus dijalani meskipun kadang tidak muda melewatinya. Setiap masa pasti akan ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Masa untuk kuliah juga tidak semua orang dapat menerimanya.. Dimana masa kuliah menuntut mahasiswa mandiri mengelola akademik, sosial, dan kehidupan pribadi sekaligus, sehingga tidak jarang memunculkan stres akademik, kecemasan, dan tekanan sosial-ekonomi. Berbeda dengan masa sekolah, ketika berada di kampus mahasiswa tidak selalu dapat didampingi langsung oleh orang tua, sehingga kampus perlu mengambil peran tersebut melalui layanan bimbingan dan konseling. Topik ini penting dibahas karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan psikologis dan keberhasilan studi mahasiswa secara keseluruhan.
B. Isi/Pembahasan
1 Mahasiswa dan Tantangan Kehidupan Kampus
Mahasiswa menghadapi tekanan akademik seperti beban tugas dan tugas akhir, tekanan psikologis berupa kecemasan dan kelelahan emosional, serta persoalan sosial-ekonomi seperti adaptasi lingkungan baru dan keterbatasan biaya. Masalah kecemasan dan depresi bahkan tergolong umum ditemukan pada populasi mahasiswa sehingga memerlukan penanganan yang sistematis (Huang et al., 2018).
2 Mengapa Layanan Bimbingan Konseling Dibutuhkan?
Layanan bimbingan konseling dibutuhkan sebagai ruang profesional dan aman bagi mahasiswa untuk berkonsultasi mengenai persoalan pribadi, sosial, belajar, maupun karier tanpa harus menanggung stigma berlebihan (Darussyamsu dkk., 2021). Tanpa layanan ini, mahasiswa cenderung memendam persoalannya sendiri hingga memperburuk kondisi mental dan performa akademik, sehingga kajian kebutuhan layanan BK di kampus menegaskan pentingnya keberadaan layanan tersebut (Rahmi dkk., 2020). Juga menolong setiap orang (masyarakat kampus) atau yang kita sebut dalam Konseling Psikospiritual adalah konseli yang dibimbing oleh profesi Konselor, menghayati pengalamannya dan menerima apa yang sedang terjadi atas dirinya secara penuh dan utuh (Totok S. Wiryasaputra, 2024).
3 Peran Dosen sebagai Pendamping atau Orang Tua Kedua
Dosen, khususnya dosen pembimbing akademik, berperan sebagai pendamping atau orang tua kedua karena paling sering berinteraksi langsung dengan mahasiswa sehingga dapat mendeteksi lebih awal tanda-tanda kesulitan belajar atau tekanan psikologis. Peran ini idealnya berjalan beriringan dengan layanan bimbingan konseling yang lebih terstruktur, membentuk sistem dukungan berlapis bagi mahasiswa sehingga mahasiswa tidak kehilangan orang tua dalam menjalankan tugasnya. Memang harus disadari bahwa peran orang tua dalam keluarga untuk bimbingan konseling sangatlah penting, kolaborasi antara orang tua dan dosen akan menolong mahasiswa untuk tetap memiliki pengontrol dalam tanggung jawab yang dipercayakan. Komunikasi kedua bela pihak juga menentukan, baik antar mahasiswa dan orang tua di rumah juga mahasiswa dan dosen di sekolah (Totok S. Wiryasaputra dan malni 2026).
4 Manfaat Layanan Bimbingan Konseling bagi Mahasiswa
Layanan bimbingan konseling membantu mahasiswa mengatasi berbagai macan persoalan yang datang bertubi-tubi termasuk stres akademik pada masa penyelesaian tugas akhir (Putri dkk., 2025), mendukung kesiapan karier melalui konseling karier individual maupun kelompok (Ilfan dkk., 2024), serta mengembangkan aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier secara seimbang sebagaimana ditegaskan dalam literatur dasar bimbingan dan konseling (Gibson & Mitchell, 2020).
5 Upaya Optimalisasi Layanan Bimbingan Konseling di Perguruan Tinggi
Optimalisasi dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan dan tenaga konselor, sosialisasi kepada mahasiswa baru agar kesadaran terhadap layanan ini meningkat (Dody dkk., 2022), pemanfaatan teknologi seperti konseling daring yang relevan dengan era Society 5.0 (Ade Herdian Putra, 2022), serta kolaborasi antara unit BK, dosen pembimbing akademik, dan pimpinan universitas sesuai amanat regulasi penyelenggaraan pendidikan tinggi (Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014).
C. Penutup
Mahasiswa menghadapi beragam tantangan akademik, psikologis, dan sosial-ekonomi selama kuliah, sementara pendampingan langsung dari orang tua terbatas. Layanan bimbingan konseling, didukung peran dosen sebagai pendamping akademik, memiliki posisi strategis membantu mahasiswa melewati tantangan tersebut. Diharapkan perguruan tinggi semakin memperkuat layanan ini dari sisi kelembagaan, sumber daya, dan teknologi, agar mahasiswa dapat berkembang secara akademik maupun pribadi. Teknik-teknik Bimbingan Konseling juga menentukan setiap orang dalam menghadapi persoalan dan tetap bertahan.
Daftar Pustaka
Ade Herdian Putra, N. F. (2022). Bimbingan dan konseling di perguruan tinggi pada era Society 5.0. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial (JIPSI).
Darussyamsu, R., Suhaili, N., Mudjiran, M., & Nirwana, H. (2021). Pentingnya pelayanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi: Perspektif mahasiswa Pendidikan Biologi. Jurnal Perspektif Pendidikan, 15(1).
Dody, H., Bhakti, C. P., & Kurniasih, C. (2022). Urgensi bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. Universitas Ahmad Dahlan.
Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2020). Introduction to guidance and counseling (8th ed.). Pearson.
Huang, J., Nigatu, Y. T., Smail-Crevier, R., Zhang, X., & Wang, J. (2018). Interventions for common mental health problems among university and college students: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of Psychiatric Research, 107, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jpsychires.2018.09.018
Ilfan, M., Rachman, A., & Makaria, E. C. (2024). Upaya peningkatan dan pengarahan bimbingan konseling di perguruan tinggi guna mencapai karir mahasiswa. Jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling, 7(1).
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
Putri, J., Syammari, S., Rachman, A., & Makaria, E. C. (2025). Peran bimbingan dan konseling di perguruan tinggi untuk mengatasi stres akademik mahasiswa semester 5. Jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling, 8(1).
Rahmi, S., dkk. (2020). Analisis kebutuhan layanan bimbingan dan konseling di Universitas Borneo Tarakan. Jurnal Borneo Humaniora.
Totok S. Wiryasaputra dan Malni F.Matasak (2026). Konseling dan Terapi Keluarga Masa Kini. Madani Kreatif
Totok S. Wiryasaputra (2024). Konseling Psikospiritual Masa Kini
Bradley T. Erford (2015). 40 Teknik Yang Harus Diketahui Setiap Konselor Edisi Kedua. Pustaka Pelajar
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Discussion about this post