Manado, Barta1.com — Kebakaran yang terjadi di kawasan Pakowa, Kota Manado, menjadi perhatian khusus dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Senin (10/08/2026).
Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulut, khususnya para legislator daerah pemilihan (dapil) Kota Manado. Salah satunya datang dari anggota DPRD Sulut, Amir Liputo.
“Saya dari dapil Manado bersama teman-teman memohon kepada Pemerintah Provinsi Sulut. Baru-baru ini terjadi kebakaran di Pakowa. Kurang lebih ada 25 kepala keluarga dengan 82 jiwa yang terdampak. Mereka hanya menyisakan pakaian di badan,” ungkap Amir di hadapan jajaran TAPD Provinsi Sulut.
Amir mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Sosial dan Bappeda segera melakukan pendataan terhadap keluarga korban yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Terus terang, saat kami berkunjung dan melaksanakan reses di tempat itu, mereka sangat mengharapkan adanya bantuan pemerintah, terutama untuk rumah mereka yang sudah hangus terbakar,” ujarnya.
Menurut Amir, bantuan tersebut tentunya harus diberikan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, termasuk bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 4.
“Untuk itu kami memohon kepada Pemerintah Provinsi Sulut, karena saat ini masih dalam pembahasan KUA dan PPAS, agar melalui Dinas Sosial dapat dianggarkan RTLH bagi korban kebakaran Pakowa dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Mereka yang memiliki tanah, sertifikat, maupun keterangan yang masuk dalam desil, kiranya dapat diakomodasi,” tuturnya.
Sementara itu, bagi warga yang belum memenuhi persyaratan tersebut, kader PKS Sulut itu berharap adanya kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Manado untuk memberikan tempat tinggal sementara di rumah susun (rusun) yang tersedia.
“Bagaimanapun mereka adalah warga negara kita. Tugas negara adalah memfasilitasi masyarakat yang terkena bencana,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Asisten I Sekretariat Daerah (Setdaprov) Provinsi Sulut, Denny Mangala, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut telah turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Pakowa sesaat setelah kejadian.
“Terkait kebakaran yang terjadi di Pakowa, setelah terbakar kami langsung meninjau lokasinya. Di sana ada sekitar 10 rumah yang terbakar dan banyak yang terdampak. Namun, kebanyakan di situ juga merupakan anak kos,” jelas Denny.
Menurutnya, saat pemerintah turun ke lokasi, bantuan kepada para korban juga telah diberikan, baik melalui Dinas Sosial maupun instansi terkait lainnya.
“Terkait bantuan kebakaran, sejak dua tahun lalu itu sudah tidak dianggarkan karena sudah berada di Biro Kesra. Untuk penganggaran ini, Bappeda sudah close. Jadi, untuk membantu saat ini sudah tidak memungkinkan lagi,” ucapnya.
Meski demikian, Denny menyampaikan bahwa bantuan serupa akan kembali diupayakan untuk dianggarkan pada tahun berikutnya.
“Nanti di tahun berikut akan dimasukkan bantuan-bantuan seperti ini,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post