Manado, Barta1.com – Kondisi fasilitas kerja di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Sulut, Amir Liputo.
Sorotan tersebut disampaikan Amir kepada Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut, Tahlis Galang, dalam rapat di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut, Kamis (7/8/2026).
Amir mengungkapkan, kondisi peralatan kerja, khususnya komputer di Biro Barjas, saat ini cukup memprihatinkan. Bahkan, sebagian besar komputer yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari disebut sudah mengalami kerusakan.
“Khusus di Barjas, setelah melakukan rapat dengan semua SKPD, kami mencoba berbicara dari hati ke hati dan memahami kesulitan anggaran. Jadi, ada prioritas. Komputer di Barjas ini sudah rusak semuanya. Bahkan, dalam pelaksanaan sehari-hari, mereka tinggal meminjam dari pihak lain,” ungkap Amir.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Barjas. Meski demikian, Amir berharap usulan tersebut tidak menimbulkan persoalan atau konflik di lingkungan SKPD.
“Kami berharap apa yang disampaikan ini tidak menjadi konflik di dalam SKPD sendiri. Usulan kami dari Komisi III DPRD Sulut kiranya mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Amir menjelaskan, terdapat kebutuhan sekitar 12 unit komputer. Namun, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia, pengadaan maupun perbaikan dapat dilakukan secara bertahap.
“Ada 12 unit. Sesuai dengan kemampuan yang ada, mungkin dapat diperhatikan sehingga ke depannya tidak lagi meminjam. Minimal beberapa unit diperbaiki. Ini bentuk pendalaman kami sesuai dengan kebutuhan yang ada,” terangnya.
Ia menilai, kondisi fasilitas kerja yang tidak memadai, terutama pada perangkat yang menunjang proses pengadaan barang dan jasa, merupakan persoalan yang cukup memprihatinkan dan perlu segera dicarikan solusi.
Menanggapi hal tersebut, Tahlis Galang mengatakan persoalan yang dihadapi Biro Pembangunan dan Biro Barjas akan dibahas kembali melalui rapat tersendiri.
“Persoalan yang dihadapi oleh Biro Pembangunan dan Barjas saat ini nanti akan kami rapatkan tersendiri. Kamu tahu kami sedang berkekurangan, komputer dan sebagainya. Tetapi kalau anggaran diminta ke arah situ, apalagi yang kami buat kepada masyarakat,” kata Tahlis.
Tahlis pun meminta agar selama keterbatasan anggaran masih terjadi, perangkat yang tersedia tetap dimanfaatkan secara optimal dengan mencari alternatif lain agar pelaksanaan tugas pemerintahan tidak terhenti.
“Selama itu masih bisa dioperasikan, masih bisa dengan alternatif lain, tugas pokok dan fungsi kita masih berjalan. Kita laksanakan itu, karena kondisi yang kita alami seperti itu,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post