Manado, Barta1.com – Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, melalui Pelatihan Flourishing yang bertujuan meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 6 Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo, Jumat (19/06/2026).

PKM ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai Juliet Makinggung, SE., M.Si., dengan anggota Nisba Silvana, SE., MM. dan Inka Tumengkol, S.Kom., MM. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. Yunita Sumakul, M.Psi.

Sebagai penyelenggara kegiatan, Nisba Silvana menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah membantu mahasiswa memiliki kemampuan bertahan dan beradaptasi dalam berbagai kondisi kehidupan, khususnya di bidang akademik.

“Kemampuan bertahan itu penting, terutama dalam menghadapi tantangan akademik. Seberat apa pun tantangan yang dihadapi di lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan mampu melewatinya dengan baik, tetap fokus pada tujuan, serta tetap memiliki harapan bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun. Kemampuan resiliensi seperti ini akan menghadirkan kondisi well-being pada aspek emosional, psikologis, dan sosial,” ungkap Nisba.

Menurutnya, peserta pelatihan adalah mahasiswa semester IV karena mereka telah mempelajari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian yang memiliki keterkaitan dengan konsep flourishing.
Namun demikian, Nisba menegaskan bahwa pelatihan flourishing pada dasarnya dapat diikuti oleh siapa saja, baik civitas akademika Polimdo maupun masyarakat umum.
“Ilmu tentang flourishing dan resiliensi bersifat universal dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Nisba berharap mahasiswa mampu memiliki kesejahteraan emosional yang baik, daya juang yang tinggi, serta kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan emosional melalui kemampuan resiliensi yang kuat.
“Ketika mahasiswa berada dalam kondisi well-being, mereka akan mampu menghadirkan perubahan positif dan memberikan dampak yang baik, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu, Juliet Makinggung, selaku Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan PKM ini berfokus pada pembentukan mentalitas mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian yang diampu bersama Nisba Silvana tidak hanya bertujuan membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa.
“Ketika dibandingkan dengan industri yang menghasilkan produk maupun jasa, institusi pendidikan memiliki tugas yang lebih besar, yaitu mencetak manusia dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” jelas Juliet.
Menurutnya, sumber daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang memiliki daya juang, karakter kuat, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di Polimdo.
“Selama empat tahun, mahasiswa tidak hanya diajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dibentuk sikap dan karakternya melalui setiap mata kuliah yang mereka tempuh,” imbuhnya.
Juliet kemudian mengibaratkan tubuh manusia sebagai wadah yang memiliki isi berupa jiwa, mentalitas, spiritualitas, dan kepribadian yang menentukan arah serta tindakan seseorang.
“Pelatihan hari ini merupakan bentuk intervensi psikologis yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan kepribadian dan mentalitas yang mereka miliki. Inilah yang akan menjadi daya dorong dan daya juang yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Ia meyakini bahwa setiap mahasiswa akan mampu menghadapi berbagai tantangan apabila memiliki mentalitas yang kuat dan terbentuk dengan baik.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat menyerap ilmu yang diberikan dan nantinya mampu mempresentasikan hasil pembelajaran yang diperoleh. Besar harapan kami pelatihan ini berjalan dengan baik, terlebih karena Ibu Nisba selama ini sangat konsisten dalam upaya membentuk kesehatan psikologis mahasiswa,” tambahnya.
Dalam sesi materi, Dr. Yunita Sumakul membuka pembahasannya dengan mengangkat situasi yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, yakni ketika berbagai tugas dan tanggung jawab akademik datang secara bersamaan.
“Misalnya ketika presentasi belum siap, atau saat bekerja dalam kelompok tetapi ada anggota yang tidak mau bekerja sama. Pada fase seperti ini, mahasiswa biasanya merasakan kelelahan, kebingungan, bahkan tekanan yang cukup besar,” ujarnya.
Untuk menggali lebih jauh pengalaman para peserta, Yunita mengajak mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai bentuk tekanan akademik yang mereka hadapi. Melalui sesi tanya jawab tersebut, mahasiswa diberikan ruang untuk mengungkapkan beban yang selama ini mereka rasakan, sekaligus bersama-sama mencari solusi dan strategi yang dapat diterapkan untuk menghadapinya.
Melalui Pelatihan Flourishing ini, Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, kesejahteraan psikologis, serta kemampuan beradaptasi yang baik dalam menghadapi dinamika kehidupan di masa depan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post