• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Dari 15 Hanya 6 Prajurit TNI jadi Tersangka Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud

by Redaksi Barta1
2 Januari 2024
in Nasional
0
Dari 15 Hanya 6 Prajurit TNI jadi Tersangka Aniaya Relawan Ganjar-Mahfud

Ilustrasi prajurit TNI. (foto: istimewa)

0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Manado, Barta1.com – Enam prajurit TNI yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah. Keenam tersangka merupakan bagian dari 15 anggota yang sebelumnya ditahan karena diduga terlibat dalam peristiwa penganiayaan.

 

Kepala Penerangan Kodam atau Kapendam IV/ Diponegoro Kolonel Richard Harison menyebut para tersangka masing-masing berinisial Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F dan Prada M.

 

“Berdasarkan alat bukti yang diperoleh dan keterangan para terperiksa, saat ini penyidik Denpom IV/4 Surakarta telah mengerucutkan enam orang pelaku,” kata Richard kepada wartawan, Selasa (2/1/2024).

 

Richard memastikan Denpom IV/Surakarta hingga kekinian masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Dia juga memastikan siapapun anggota yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan ini akan diproses hukum hingga tuntas.

 

“Siapapun nanti oknum anggota yang terbukti bersalah dalam kasus penganiayaan tersebut tentu akan diambil langkah dan tindakan tegas sesuai aturan hukum dan perundang- undangan yang berlaku,” ujarnya.

 

Tujuh Korban

 

Tujuh relawan Ganjar-Mahfud menjadi korban penganiayaan oknum anggota TNI. Peristiwa ini terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/12/2023) siang.

 

Ketujuh korban masing-masing bernama Slamet Andono (26), Arif Diva (20), Jaya Iqbal (22), Dimas Irfandi, Yanuar (22), Parjono (51), dan Lukman (19). Dua di antaranya Slamet dan Arif hingga kekinian masih dirawat intensif.

 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut Komadan Kodim atau Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo telah melakukan beberapa langkah menyikapi peristiwa penganiayaan ini. Salah satunya, memberikan santunan kepada para korban.

 

“Dandim sudah memberikan pernyataan ya tentang kejadian yang di Boyolali itu. Kemudian Dandim juga sudah melakukan langkah-langkah, memberikan santunan dan lain sebagainya,” kata Agus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (31/12/2023).

 

Di sisi lain Agus menyebut Kepala Staf TNI Angkatan Darat atau KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak juga telah memerintahkan satuannya untuk memproses anggota yang terlibat melakukan penganiayaan. “Bapak KSAD sudah memerintahkan unsur satuan terkaitnya untuk menangani masalah itu,” pungkasnya.

 

Penulis : Agustinus Hari

Sumber : Suara.com

Barta1.Com
Tags: Ganjar-MahfudrelawanTNI
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Direktur Lembaga Hukum Manado (LBH), Satriano Pangkey. (foto:istimewa)

Politik Hukum Belum Menjamin Hak Asasi Keragaman

Discussion about this post

Berita Terkini

  • KUA-PPAS Sulut Masih “Bayang-Bayang”, Vonny Paat Minta Penambahan Anggaran Libatkan Banggar 10 Agustus 2026
  • Kebakaran Pakowa Jadi Sorotan, DPRD Sulut Desak Pemerintah Tetap Hadir untuk Korban 10 Agustus 2026
  • Kebakaran Pakowa Jadi Sorotan Banggar dan TAPD Sulut, Amir Liputo Dorong Bantuan Rumah bagi Korban 10 Agustus 2026
  • Paripurna DPRD Sulut Tertunda, Pembahasan Banggar dan TAPD Belum Tuntas 10 Agustus 2026
  • Komputer Rusak, Biro Barjas Sulut Terpaksa Meminjam: DPRD Soroti Keterbatasan Fasilitas Kerja 10 Agustus 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In