Manado, Barta1.com – Sebanyak sepuluh keterwakilan universitas di Sulut mengikuti pelatihan Building Information Modelling (BIM) di Politeknik Negeri Manado selama 6 hari, Senin – Sabtu (26/09/2022-01/10/2022).
Instruktur BIM, yang juga tenaga pendidik Politeknik Negeri Manado, Dr Febriane Paulina Makalew STm, MUDD ketika dihubungi Barta1.com, Senin (26/09/2022).
Ia menyebutkan, peserta yang mengikuti BIM harus lulusan S1 atau DIV, D3 belum bisa mengikuti BIM ini. “Peserta yang mengikuti BIM sebanyak 50 peserta, baik itu alumni Politenik Negeri Manado, maupun Universitas lainnya,” jelas Makalew sembari menyebut jika ada yang mendaftar lagi, nanti masuk gelombang kedua.
Menurutnya, sebelum melaksanakan kegiatan BIM ini, dirinya dan teman-teman tenaga pendidik dari Politeknik Negeri Manado sudah dilatih menjadi instruktur di Balai Jasa Kontruksi Wilayah VI Makasar selama 6 hari.
“Tujuan dari pelatihan BIM ini, ialah mengembangkan pengetahuan teknis lapangan untuk pembangunan ibu kota yang baru, dan proyek-proyek yang lainnya,” terangnya.
Selanjutnya, apa yang akan dilatih adalah manajemen modelling yang berkaitan dengan pengelolaan gambar secara digital dari ciri fisik, dan fungsional sebuah bangunan. Proses ini melibatkan berbagai alat, teknologi, dan kontrak agar mencapai tujuannya. ” Adanya BIM ini juga, setiap Koordinator bisa memegang proyek bukan metode menggambarnya sendiri, ataupun menghitungnya sendiri, melainkan di sini sudah menjadikan semuanya satu sistem, atau dalam satu aplikasi,” ucapnya.
“Untuk itu, semakin banyak lulusan S1 atau D4 menjadi koordinator di setiap proyek, itu semakin baik. Bawahan dari Koordinator ini nantinya, mereka yang menjadi lulusan D3 atau setara-nya,” tuturnya.
Lanjut Makalew, calon Koordinator ini harus dilatih menjadi terampil, dan bisa menguasai teknis proyek yang akan ia kerjakan di lapangan. “Pelatihan BIM ini tidak lepas dari peran Balai Jasa Kontruksi Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post