Bitung, Barta1.com — Kondisi Jalan Jumbo di Kelurahan Tandurusa, Kota Bitung, makin memperihatinkan. Warga sekitar pun memrotes pemerintah kota seraya meminta perhatian untuk segera melaksanakan rehabilitasi jalan tersebut, sebelum ada pengguna jadi korban.
Upaya protes warga Tandurusa terhadap kondisi Jalan Jumbo dilakukan dengan memasang beragam spanduk di sisi-sisi badan jalan. Intinya, mereka mengingatkan Pemkot Bitung untuk peduli terhadap kerusakan jalan tersebut. Pemasangan spanduk protes dilakukan sejak Minggu (12/05/2019).
“Aksi protes ini mewakili seluruh masyarakat Tandurusa Bitung yang mengharapkan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan yang tidak layak diakses oleh masyarakat baik mengunakan kendaraan maupun jalan kaki,” ujar Warga Tandurusa, Fernando Laira.
Dari penuturan warga, Jalan Jumbo sendiri merupakan proyek Hotmix yang dikerjakan 2018, senilai Rp 1.490.000.000. Kendati begitu terpantau proyek fisik tersebut belum tuntas pengerjaannya, padahal ruasnya berada pada kontur tanjakan.

“Kami masyarakat Tandurusa dan semua warga yang tinggal di area gunung jumbo bersepekat untuk memasang spanduk tersebut, agar pemerintah mau peduli dengan penderitaan kami sampai saat ini karena akses jalan yang tidak sesuai harapan,” tegas Fernando.
Perhatian Pemkot Bitung sudah ditunggu sejak Desember 2018, sayang keluhan masyarakat yang disampaikan saat itu belum direspon. Pemasangan spanduk, menurut Fernando, adalah bukti warga Jumbo Tandurusa kecewa dengan sikap pemerintah.
Sementara, mendengar aksi warga Tandurusa, Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri angkat bicara terkait dengan permasalahan tersebut.
“Saya akan mencoba mengecek dulu ke Camat Aertembaga Bitung terkait dengan permasalahan jalan Jumbo ini,”
Menurut Maurits, Proyek Jalan Jumbo sementara berjalan tendernya. Bagi masyarakat kata dia mohon bersabar sebab pengerjaannya akan diupayakan dalam waktu sesegara mungkin. (*)
Peliput: Meikel Eki Pontolondo


Discussion about this post