• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Belajar Toleransi dari Mesjid dan Dua Gereja Berdampingan di Bitung

by Agustinus Hari
1 September 2019
in Daerah
0
Belajar Toleransi dari Mesjid dan Dua Gereja Berdampingan di Bitung

Tiga tempat ibadah yang berdampingan Tandurusa Bitung. (foto: meikel/barta1)

811
SHARES
282
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bitung, Barta1.com – Suasana kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung beberapa kali sempat terusik dan nyaris terjadi kerusuhan. Penyebabnya hanya karena persoalan sepele, seperti saling curiga satu agama dengan agama yang lain. Beruntung saja konflik seperti itu cepat diatasi.

Padahal sesungguhnya, masyarakat Kota Bitung sejak dulu sangat menjaga sikap toleransi diantara sesama umat beragama. Itu ditunjukkan dengan lokasi rumah ibadah yang saling berdekatan. Dan hanya dipisahkan dinding saja.

Seperti di Tandurusa Lingkungan 2, Kecamatan Aertembaga. Sebuah bangunan mesjid yang berdampingan langsung dengan dua gedung gereja sekaligus.

Adalah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Siloam Tandurusa dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Tandurusa dan Mesjid AL-Fajar Tandurusa.

Tiga tempat ibadah ini lumayan lama berdiri dan jemaatnya hidup berdampingan.

Jarak dari pusat Kota Bitung menuju Tandurusa hanya 7,1 km sehingga bisa dengan mudah menemukan tempat-tempat ibadah tersebut.

Diketahui Mesjid AL-Fajar Tandurusa berdiri tahun 2004, GMAHK Tandurusa dibangun pada 15 Desember 1997 dan KGPM Siloam Tandurusa yakni 3 Maret 1963.

Siapa pun warga datang berkunjung ke Tandurusa, pasti mata mereka tertuju pada ketiga bangunan ibadah yang berdampingan itu. Warga setempat sering menyebutkan ketiga pembangunan merupakan Gedung Jumat Sabtu dan Minggu, sehingga nama lorong juga dinamakan Lorong Jumat Sabtu dan Minggu.

Maksud dari sebutan itu menandakan bahwa ibadah ketiganya berurutan. Jika muslim melakukan sholat Jumat, Advent pada hari Sabtu dikenal sebagai hari ketujuh menandakan sabat berhubungan dengan Yesus dan hari Minggu hari beribadah bagi jemaat KGPM.

Ellen Kakelome (56) yang tinggal di Lorong Jumat Sabtu Minggu sejak 1995, mengatakan sampai saat ini, kerukunan antar warga masih terjaga sampai saat ini. “Kami hidup rukun-rukun satu dengan yang lain,” katanya, Jumat (30/8/2019).

Pdt Charles Mandagie SAg dari GMAHK Tandurusa, mengatakan selama dirinya bertugas tidak pernah mendengar kesalapahaman antar ketiga umat beragama yang berdampingan.

“Melainkan kita saling menghormati satu dengan yang lain, dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan. Contohnya, jika ada salah satu jemaat sedang beribadah kami menghormati untuk tidak ribut,” kata Charles.

Begitu juga disampaikan Pembantu Imam Mesjid AL-Fajar Tandurusa, Ardin Lariyo (52). Ia menyampaikan kebersamaan itu sangat terlihat pada kuncian tahun. Tiga gereja berdampingan ini melakukan kegiatan bersama dengan makan bersama untuk meningkatkan kebersamaan. “Saya berharap kerukunan seperti ini harus terus dijaga dan dipertahankan sampai kapan pun,” ujar Ardin.

Peliput: Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Ardin LariyoCharles MandagieGMAHK TandurusaKGPM Siloam TandurusaMesjid AL-Fajar TandurusaTandurusa
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
4 Senator Sulut Segera Dilantik, Stefa: Terima Kasih Dukungannya

4 Senator Sulut Segera Dilantik, Stefa: Terima Kasih Dukungannya

Discussion about this post

Berita Terkini

  • AMDATARA Resmi Hadir di Sulut, Berikut Susunan Pengurusnya 25 Juni 2026
  • Plt Bupati dan Ketua TP-PKK Membaur di HUT ke-168 GMIST Imanuel Kelling Balehumara 25 Juni 2026
  • Bupati Michael Thungari Promosikan Potensi Sangihe di Penutupan PENAS XVII 25 Juni 2026
  • Listrik Tanpa Kedip Kawal Kunjungan Presiden di PENAS XVII Gorontalo 25 Juni 2026
  • Mengapa Sulawesi Utara Harus Berani Bersuara Stop Perkawinan Anak? 24 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In