Oleh: Ady Putong
Pegiat teater di Sulawesi Utara bisa jadi masih asing dengan nama Eirene Juliana Debora. Namun menyutradarai lakon sekelas ‘Nyanyian Angsa’ Chekhov, pasti membuat banyak mata menoleh padanya.
Ia masih belia, baru 21 umurnya. Pengalaman berteater pun belum panjang-panjang amat. Namun dalam bimbingan Maestro Eric MF Dajoh, punggawa kelompok Walekofiesa –sebuah komunitas pekerja teater Manado— gadis berparas manis yang akrabnya disapa Pearly ini pun tampak berani membuat kejutan.
Bertempat di Balai Bahasa Sulawesi Utara, Sabtu 31 Agustus 2018, nanti akan menjadi momentum penting bagi Pearly dalam membuktikan karyanya.
Diwawancarai Barta1.com, gadis asal kota Bitung ini mengaku percaya diri menyutradarai salah satu lakon berbobot berat karya dramawan modern Rusia, Anton Chekhov.
Pearly mengatakan telah melakukan berbagai persiapan untuk kiprah pertamanya sebagai sutradara teater.
“Sejak Mei sudah melakukan riset mengenai naskah Nyanyian Angsa, jadi hingga pentas setidaknya ada 3 bulan saya dan tim bikin persiapan hingga latihan,” kata Pearly, baru-baru ini.
Teater adalah liyan, setidaknya itu pengakuan Pearly hingga mau menggelutinya dengan serius. Cabang seni tertinggi itu mampu menampilkan berbagai persoalan sosial dalam dialektika, termasuk mimik dan gerak.
Dia juga bisa merasakan perbedaan karakter manusia dalam Nyanyian Angsa. “Teater berbeda, kita bisa belajar soal kehidupan dan ini pengalaman yang menarik bagi saya,” ujar perempuan yang pernah terlibat dalam produksi pentas Cahaya Zaman di Taman Mini Indonesia Indah ini.
Menangani karya seniman sekelas Anton Chekhov, Pearly dimentori aktor teater Eric Dajoh. Namun dia mengaku mendapat kebebasan penuh untuk menentukan berbagai sisi teknis.
Yang menjadi tantangan bagi dia adalah kehadiran Erick sendiri sebagai pemain utama, yang notabene tergolong senior dan memiliki nama besar di pentas teater nasional.
“Tapi saya banyak belajar dari bang Erick, ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengenal lebih luas dunia peran di bawah bimbingan beliau.”
Pementasan Nyanyian Angsa akhir Agustus ini juga menampilkan penampilan penyair perempuan Jane Angela Anastasia Lumi, pelukis perempuan Tasya Lumi, serta aktor Alan Zeffo Umboh. Semuanya masih berusia muda. (*)

Discussion about this post