• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Nyanyian Angsa, Debut Perdana Sutradara Eirene Juliana (4)

by Ady Putong
29 Agustus 2019
in Kultur, Seni
0
Nyanyian Angsa, Debut Perdana Sutradara Eirene Juliana (4)

Eirene Juliana Debora, debut penyutradaraan dalam lakon Nyanyian Angsa. (foto: istimewa)

1.1k
SHARES
135
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ady Putong

Pegiat teater di Sulawesi Utara bisa jadi masih asing dengan nama Eirene Juliana Debora. Namun menyutradarai lakon sekelas ‘Nyanyian Angsa’ Chekhov, pasti membuat banyak mata menoleh padanya.

Ia masih belia, baru 21 umurnya. Pengalaman berteater pun belum panjang-panjang amat. Namun dalam bimbingan Maestro Eric MF Dajoh, punggawa kelompok Walekofiesa –sebuah komunitas pekerja teater Manado— gadis berparas manis yang akrabnya disapa Pearly ini pun tampak berani membuat kejutan.

Nyanyian Angsa, Membaca Tanda-tanda Cinta (1)

Bertempat di Balai Bahasa Sulawesi Utara, Sabtu 31 Agustus 2018, nanti akan menjadi momentum penting bagi Pearly dalam membuktikan karyanya.

Diwawancarai Barta1.com, gadis asal kota Bitung ini mengaku percaya diri menyutradarai salah satu lakon berbobot berat karya dramawan modern Rusia, Anton Chekhov.

Pearly mengatakan telah melakukan berbagai persiapan untuk kiprah pertamanya sebagai sutradara teater.

Nyanyian Angsa, Menyelami Cinta di Usia 68 Tahun (2)

“Sejak Mei sudah melakukan riset mengenai naskah Nyanyian Angsa, jadi hingga pentas setidaknya ada 3 bulan saya dan tim bikin persiapan hingga latihan,” kata Pearly, baru-baru ini.

Teater adalah liyan, setidaknya itu pengakuan Pearly hingga mau menggelutinya dengan serius. Cabang seni tertinggi itu mampu menampilkan berbagai persoalan sosial dalam dialektika, termasuk mimik dan gerak.

Dia juga bisa merasakan perbedaan karakter manusia dalam Nyanyian Angsa. “Teater berbeda, kita bisa belajar soal kehidupan dan ini pengalaman yang menarik bagi saya,” ujar perempuan yang pernah terlibat dalam produksi pentas Cahaya Zaman di Taman Mini Indonesia Indah ini.

Menangani karya seniman sekelas Anton Chekhov, Pearly dimentori aktor teater Eric Dajoh. Namun dia mengaku mendapat kebebasan penuh untuk menentukan berbagai sisi teknis.

Nyanyian Angsa, Membongkar Analekta Kesunyian (3)

Yang menjadi tantangan bagi dia adalah kehadiran Erick sendiri sebagai pemain utama, yang notabene tergolong senior dan memiliki nama besar di pentas teater nasional.

“Tapi saya banyak belajar dari bang Erick, ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mengenal lebih luas dunia peran di bawah bimbingan beliau.”

Pementasan Nyanyian Angsa akhir Agustus ini juga menampilkan penampilan penyair perempuan Jane Angela Anastasia Lumi, pelukis perempuan Tasya Lumi, serta aktor Alan Zeffo Umboh. Semuanya masih berusia muda. (*)

Barta1.Com
Tags: anton chekhovbalai bahasaEirene Juliana DeboraNyanyian Angsasulawesi utarateater
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Operasi Patuh Samrat 2019 di Talaud: Jangan Ada Pungli

Operasi Patuh Samrat 2019 di Talaud: Jangan Ada Pungli

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Bukan Sekadar Berebut Juara, Open Turnamen Bola Voli Justice Porodisa Cup Menjadi Ajang Telurkan Atlet Berprestasi 27 Juli 2026
  • Sidak SPKT dan Call Center 110, AKBP Arie Sulistyo Pastikan Pelayanan Prima bagi Masyarakat 27 Juli 2026
  • PLN Electric Run 2026 Kembali Hadir, Dorong Hidup Sehat dan Transisi Energi 27 Juli 2026
  • Dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Open Turnamen Bola Voli Justice Porodisa Cup 2026 Resmi Bergulir 27 Juli 2026
  • Bantuan Darurat Tiba di Sangihe, Tim PUPR Fokus Penuhi Air Bersih Korban Banjir 26 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In