• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Hasil Penelitian Pesisir Sangihe Tercemar, Sejumlah Nelayan Berhenti Cari Ikan

by Redaksi Barta1
4 September 2023
in Daerah
0
Foto: Penampakan lokasi tambang di wilayah IUP PT. TMS, Tanah Merah, Bowone. (Dok. Istimewa)

Foto: Penampakan lokasi tambang di wilayah IUP PT. TMS, Tanah Merah, Bowone. (Dok. Istimewa)

0
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin di Kampung Bowone, Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan sekitarnya sejumlah masyarakat mengaku urung mencari ikan buat kebutuhan sehari-hari atau dijual.

Mereka mengaku takut perairan mereka tercemar akibat limbah pertambangan yang tidak terkontrol lagi. Hal ini disampaikan salah satu masyarakat Kampung Bowone, Elby Piter pada konferensi pers koalisi Selamatkan Sangihe Ikekendage (SSI) DI Manado, Kamis (31/8/2023).

“Sejak masuknya PT. TMS dan maraknya pertambangan sekarang ini kami sudah tidak lagi mencari ikan,” kata dia.

Bahkan beberapa masyarakat di wilayah tersebut mengaku mereka tak lagi membeli ikan hasil tangkapan di dekat lokasi pertambangan Entana Mahamu (Tanah Merah) karena diduga limbah tambang yang mengalir ke laut. “iya kami memang sudah tidak membeli ikan hasil tangkapan di wilayah itu, takut dengan perubahan warna air laut, karena lokasi tambang sudah merambah ke bibir pantai,” kata beberapa masyarakat yang enggan menyebut namanya.

Ketakutan Elby Piter dan beberapa masyarakat di wilayah tersebut cukup berasalasan, pasalnya sebuah jurnal dari Akhmad Mustafa , Ruzkiah Asaf, Kamaria, & I Nyoman Radiarta, mereka adalah peneliti masing masing dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, Maros, dan Indonesia Pusat Riset Perikanan, Jakarta Utara menerangkan bahwa terdapat kandungan logam berat di pesisir pulau Sangihe.

Penelitian tersebut dilaksanakan di kawasan pesisir Pulau Sangihe yaitu di Teluk Talengan (Kecamatan Tabukan Tengah), Teluk Manalu (Kecamatan Tabukan Selatan), dan Teluk Dagho, Teluk Bebu, dan Selat Mahumu (Kecamatan Tamako) serta Teluk Soweang (Kecamatan Manganitu Selatan) yang selanjutnya disebut dengan Teluk Dagho dan sekitarnya.

Penelitian tersebut berjudul Konsentrasi dan Status Mutu Logam Berat Dalam Air dan Sedimen di Kawasan Pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjelaskan penentuan status mutu air dan sedimen menunjukkan bahwa air di kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe tergolong tercemar berat dari logam berat Cu dan Pb untuk biota laut, sedangkan sedimennya tergolong memenuhi baku mutu logam berat untuk biota laut. Konsentrasi logam berat Cu dan Pb dalam air telah melampaui baku mutu logam berat untuk biota laut, (https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalikt).

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2015 itu memberikan solusi untuk mengurangi sumber pencemar dari logam berat adalah dengan memberantas PETI di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pengelolaan secara berkelanjutan untuk meminimalisir terjadinya pencemaran logam berat di kawasan pesisir adalah pemantauan, pembinaan, dan penegakan hukum.

Fakta ini justru jadi ironi, pasalnya hingga saat ini Pertambangan Tanpa Izin (Peti) justru tumbuh subur di Pulau Sangihe. Inisiator Save Sangihe Island (SSI) Jull Takaliuang menyayangkan di saat masyarakat Sangihe yang tergabung dalam gerakan Save Sangihe Island telah memenangkan proses hukum hingga izin produksi PT. TMS dicabut, tiba-tiba ilegal mining makin tumbuh di Sangihe.

“ada dua lokasi sekarang marak pertambangan tanpa izin, Bowone dan Kupa, dan dua tempat itu sudah terlihat kurang hijaunya atau botak akibat pertambangan,” kata Takaliuang.

Inilah yang menjadi dasar perjuangan SSI, bahwa pencemaran yang terjadi sejak diteliti tahun 2015 itu jangan diperparah oleh hadirnya tambang tambang. “Bayangkan itu hasil penelitian dari 2015, dan kita tidak tahu peningkatannya sekarang ini dengan banyaknya pertambangan. Jadi kami tidak bicara hoax. Ini fakta pencemaran sudah ada,” kata dia.

Jull juga mengaku heran dimana penyebaran sianida sangat masif digunakan untuk ilegal mining. “Pertanyaannya, ini dari mana kenapa terus terjadi sampai hari ini. Transaksi jual beli ini ada di mana-mana. Asalnya dari mana. “Pemasoknya ada dua orang. Satu pemain lama dan satunya lagi pemain baru. Pemain baru dari partai politik yang sangat erat dengan penguasa,” ungkap perempuan penerima penghargaan dari N-Peace Award 2015 dari PBB.

Peliput: Rendy/Maikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Pesisir Sangihe TercemarPETI SangihePT. TMSTambang Tanpa Izin Sangihe
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Suasana pelaksanaan syukur ulang tahun Polwan ke- 75 di lingkungan Polres Kepulauan Talaud.

Momentum Ulang Tahun ke-75, Polwan Polres Kepulauan Talaud Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Discussion about this post

Berita Terkini

  • HUT Ke-169 GMIST Bait-El Lapango Dirayakan, Gedung Ibadah Baru Diresmikan 22 April 2026
  • KONI Kepulauan Sangihe 2025–2029 Dilantik, Diharapkan Dongkrak Prestasi Olahraga Daerah 22 April 2026
  • Perempuan dan Bumi: Suara dari Pesisir Karangria untuk Kehidupan Lestari  22 April 2026
  • Prodi Jalan dan Jembatan Teknik Sipil Polimdo Raih Akreditasi Unggul, Ir Rio P Lonan : Hasil Kerja Keras Kolektif 22 April 2026
  • Memasuki Setahun Mengabdi, Himaju Akuntansi Polimdo Mendidik Anak Putus sekolah di Pasar Bersehati 22 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In