Sangihe, Barta1.com — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan layanan internet cadangan di 286 titik fasilitas publik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama proses restorasi kabel laut Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan menyusul operasi perbaikan kabel optik bawah laut yang mengalami kerusakan akibat aktivitas gempa tektonik. Restorasi utama dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026, dengan potensi gangguan layanan telekomunikasi selama sekitar 10 hingga 12 hari.
Pelaksana Tugas Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Sudarmanto, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema agar layanan publik tetap beroperasi selama pekerjaan perbaikan berlangsung.
“BAKTI telah menyiapkan langkah mitigasi melalui peningkatan kapasitas bandwidth dari 50 Mbps menjadi 200 Mbps pada 286 titik layanan akses internet di wilayah terdampak,” kata Sudarmanto saat membacakan kesimpulan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai yang dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kepulauan Sitaro, serta para pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan, sebanyak 48 titik berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud. Seluruh titik tersebut merupakan lokasi strategis yang meliputi kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, sektor pertahanan dan keamanan, pusat kegiatan masyarakat, kawasan wisata, hingga tempat ibadah.
Selain memperkuat akses internet di lokasi-lokasi layanan publik, BAKTI juga menyiapkan kapasitas jaringan cadangan melalui kerja sama dengan sejumlah penyelenggara telekomunikasi.
Dalam skema tersebut, Telkomsel menyediakan kapasitas backup sekitar 7,55 Gbps, Telkom menyiapkan 700 Mbps melalui layanan satelit Starlink, sedangkan Lintasarta menyediakan tambahan kapasitas cadangan sebesar 100 Mbps.
Sudarmanto mengatakan langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan layanan pemerintahan dan pelayanan dasar kepada masyarakat selama proses restorasi berlangsung.
Sebelumnya, hasil pemeriksaan menunjukkan kabel optik bawah laut pada segmen Melonguane–Morotai mengalami kerusakan serius akibat gempa bumi tektonik. Dari total 24 core kabel, dua core putus dan 14 core mengalami high bending. Kerusakan itu dilaporkan semakin memburuk setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,7.
Perbaikan kabel laut dijadwalkan berlangsung sejak 8 Juli hingga 16 Agustus 2026, dengan tahap restorasi utama dilakukan pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Pemerintah berharap penguatan jaringan cadangan dapat meminimalkan dampak gangguan komunikasi terhadap pelayanan publik di tiga kabupaten kepulauan selama pekerjaan berlangsung.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post