• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Sitaro

Pariwisata Bagi Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas dan Gagasan Board of Tourism

by Agustinus Hari
30 Juli 2026
in Sitaro
0
Pariwisata Bagi Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas dan Gagasan Board of Tourism

Salah satu lokasi wisata pantai di Sitaro yang tak kalah dengan Bali. (foto: istimewa)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Siau, Barta1.com – Dunia pariwisata rupanya menjadi salah satu program unggulan Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas. Karena melihat sektor tersebut bisa menjadi salah satu lahan penggerak ekonomi bagi warganya. Tak heran, dia pun sangat antusias menyambut baik ide-ide yang disampaikan pelaku industri pariwisata bahwa Sitaro membutuhkan board of tourism —sebuah lembaga lintas pihak yang mempertemukan stakeholders kepariwisataan dan pemangku kebijakan.

 

“Saya kira ke depan kita bisa bergerak ke arah itu karena di Sitaro selain perkebunan dan perikanan, pariwisata juga merupakan sektor yang membangkitkan perekonomian masyarakat,” kata Heronimus Makainas pada sejumlah media di Manado, Rabu (29/07/2026).

 

Terkait dengan lini pariwisata, Heronimus juga kini lagi mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Dia membuka salah satu langkah strategis yang mulai dilakukan adalah mengumpulkan para pakar di bidang kebudayaan untuk duduk bersama membahas proses itu. Bagi dirinya kebudayaan merupakan sektor yang perlu diseriusi karena mengangkat jatidiri daerah.

 

“Sebagai langkah awal, saya mendorong ketersediaan anggaran bagi para pakar ini bisa kumpul dan duduk bersama supaya kita bisa berdiskusi, insight mereka sangat penting untuk akselerasi pemajuan kebudayaan,” ujar Heronimus.

 

Gagasan menyangkut adanya dewan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Sitaro tercetus lewat penuturan Dominik Derek, lelaki yang sudah 10 tahun menekuni profesi pemandu wisata di Siau. Dalam diskusi baru-baru ini dengan sejumlah jurnalis di Puncak Lansi, Dominik menjelaskan prospek cerah sektor kepariwisataan daerahnya.

 

Tingkat kunjungan turis mancanegara ke Sitaro dalam 5 tahun belakangan menunjukkan trend positif. Tak heran kata dia pemandu wisata atau guide setiap pekan menuai pendapatan yang bisa menopang kehidupan mereka.

 

Dominik dan rekan-rekannya bahkan sudah menciptakan alur kunjungan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Sitaro khususnya Pulau Siau. Selain wisata bawah laut, pemandu membawa wisatawan Eropa melancong ke Pulau Mahoro dan pemandian bersuhu tinggi di Temboko Lehi. Bahkan menyaksikan spesies Tarsius Siau, primata nokturnal yang oleh warga lokal disebut Tumpara.

 

Kemudian, pemandu juga membawa turis mengunjungi titik-titik industri kerajinan tangan rumah tangga, termasuk minuman khas lokal yaitu wine berbahan dasar Pala. Dari alur kunjungan ini para pemandu secara langsung bisa menggerakan income aktif masyarakat mulai dari transportasi darat dan laut, perhotelan/penginapan bahkan kuliner dan lainnya terkait itu.

 

“Dari situ saya pikir kita butuh wadah bersama yang mempertemukan pelaku industri wisata dengan pemerintah sebagai pembuat kebijakan, karena Sitaro butuh penambahan infrastruktur dan penguatan regulasi untuk menunjang sektor ini,” kata Dominik.

 

Apalagi menurut Dominik sejauh ini Sitaro terus memantapkan posisinya sebagai destinasi pariwisata masa depan dengan perpaduan unik antara pesona pesisir, lanskap vulkanik dan keanekaragaman hayati langka. “Turis-turis asing suka datang ke Sitaro karena wisata pantai yang alami. Biasanya mereka dari Bali kemudian ke Manado (Bunaken) dan melanjutkan petualangan mereka ke Sitaro. Ini keren dan harus kita maanfaatkan betul,’’ papar Domi sapaan akrabnya.

 

Daerah 47 pulau ini menyimpan potensi luar biasa yang sebelumnya sukses mengantarkan Sitaro meraih penghargaan bergengsi sebagai “Surga Tersembunyi Terpopuler” pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018. Kekayaan geografis dan kultural ini menjadi modal utama bagi kebangkitan ekonomi daerah yang berorientasi pada pariwisata maritim dan ekologi yang berkelanjutan.

 

DAYA TARIK UTAMA PARIWISATA SITARO

 

Daya tarik utama pariwisata Sitaro bertumpu pada deretan destinasi bahari yang eksotis, salah satunya adalah Pulau Mahoro. Pulau tak berpenghuni dengan hamparan pasir putih dan terumbu karang hidup yang berjarak hanya tiga meter dari bibir pantai ini menawarkan pengalaman menyelam berkelas dunia, hingga sempat memikat rumah produksi asal Korea Selatan untuk menjadikannya lokasi syuting program dokumenter Law of the Jungle.

 

Keunikan lainnya dapat ditemukan di Pantai Temboko Lehi, satu-satunya pantai air panas di Indonesia yang mendidih langsung dari perut bumi, serta pesona pesisir batas terluar di Pulau Makalehi yang menyimpan “Danau Cinta” dan peninggalan sejarah goa tengkorak.

 

Bergeser dari kawasan perairan, lanskap daratan Sitaro didominasi oleh pesona kegagahan gunung berapi aktif, khususnya Gunung Api Karangetang atau yang kerap disebut Api Siau. Aktivitas vulkanik gunung ini tidak hanya menyuguhkan atraksi visual berupa guguran lava pijar yang memukau di malam hari, tetapi materialnya juga memberikan anugerah tanah yang sangat subur bagi pertumbuhan komoditas pala kualitas ekspor.

 

Sementara itu, di wilayah Tagulandang, keeksotisan bentang alam Gunung Ruang berpadu sempurna dengan atol tak berpenghuni di pesisir Pulau Pasige yang kerap menjadi kawasan favorit bagi para pemancing.

 

Lebih dari sekadar rekreasi alam bebas, gugusan kepulauan ini juga menjadi magnet ekowisata bagi para peneliti karena statusnya sebagai habitat ragam fauna endemik berstatus kritis. Dua spesies yang paling disorot secara global adalah Tarsius Tumpara, primata nokturnal seukuran genggaman tangan yang masuk dalam daftar 25 primata paling terancam punah di dunia, serta Burung Manguni Siau (Otus siaoensis).

 

Keduanya menggantungkan kelangsungan hidup di kantong-kantong hutan spesifik, seperti area sekitar Danau Kapeta dan Kampung Beong, yang kini membutuhkan perhatian perlindungan ekstra dari ancaman degradasi lingkungan.

 

Pesona bentang alam Sitaro turut disempurnakan oleh kekayaan tradisi lisan dan budaya warga kepulauan yang tercermin dalam gelaran adat Muliku Wanua di Tagulandang. Tradisi komunal menyambut tahun baru dengan berjalan kaki sejauh 35 kilometer mengitari pulau sambil melantunkan seni Masamper ini memberikan ruh pada sektor pariwisata budaya daerah.

 

Potensi komprehensif ini perlahan mendongkrak angka kunjungan, terbukti dari data BPS tahun 2021 yang mencatat lonjakan wisatawan domestik hingga 82 persen dari tahun sebelumnya, serta memicu pertumbuhan fasilitas akomodasi yang kini mencapai 193 kamar penginapan dengan dukungan kelancaran aksesibilitas jalur laut dari Manado. (*)

 

Peliput: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: budaya SitaroHeronimus Makainaspariwisata SitaroPlt Bupati Sitaro
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Tim PKM Universitas Sam Ratulangi Bentuk “Apoteker Cilik” di Minahasa Utara, Dorong Generasi Cerdas Menggunakan Obat

Tim PKM Universitas Sam Ratulangi Bentuk "Apoteker Cilik" di Minahasa Utara, Dorong Generasi Cerdas Menggunakan Obat

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Tim PKM Universitas Sam Ratulangi Bentuk “Apoteker Cilik” di Minahasa Utara, Dorong Generasi Cerdas Menggunakan Obat 30 Juli 2026
  • Pariwisata Bagi Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas dan Gagasan Board of Tourism 30 Juli 2026
  • Terangnya Listrik PLN Kawal Pelestarian Warisan Budaya Masamper Sangihe 30 Juli 2026
  • Kabel Palapa Ring Rusak, Sangihe Minta Jalur Internet Cadangan Diperkuat 29 Juli 2026
  • Ngobrol Politik DPRD Sulut, 6 Kali Mangkir Bisa di PAW 29 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In