Sangihe, Barta1.com — Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari mendesak pemerintah pusat segera membangun skema jaringan telekomunikasi yang lebih andal di kawasan perbatasan Sulawesi Utara. Desakan itu disampaikan menyusul rencana perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah yang berpotensi mengganggu layanan komunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Dalam Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Morotai–Melonguane di Manado, Selasa (28/7), Michael menilai ketergantungan terhadap satu jalur kabel laut membuat wilayah kepulauan rentan mengalami gangguan komunikasi setiap kali terjadi bencana alam maupun pekerjaan pemeliharaan.
Ia meminta pemerintah pusat mengevaluasi desain jaringan Palapa Ring dengan mempercepat penguatan jalur Manado–Ondong Siau (MOS) yang dinilai memiliki tingkat risiko geologi lebih rendah dibanding jalur Morotai–Melonguane yang berada di kawasan cincin api Pasifik.
Menurut Michael, usulan penguatan jalur MOS bukan hal baru. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah mendorong gagasan tersebut selama hampir satu dekade sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan konektivitas di wilayah perbatasan.
Selain meminta pembangunan jalur cadangan, Michael juga mengusulkan penyediaan perangkat internet satelit di fasilitas pelayanan publik sebagai langkah mitigasi selama proses restorasi kabel laut berlangsung. Ia menilai layanan komunikasi dasar seperti telepon, SMS, dan pesan instan harus tetap dapat diakses masyarakat meskipun terjadi gangguan jaringan internet.
“Kami ingin pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Wilayah perbatasan tidak boleh kehilangan akses komunikasi hanya karena pemeliharaan jaringan,” ujarnya.
Michael juga mengingatkan bahwa tantangan konektivitas di Kepulauan Sangihe semakin kompleks karena masih terdapat wilayah dengan pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, gangguan jaringan yang terjadi bersamaan dengan kendala kelistrikan berpotensi menghambat pelayanan publik.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Michael menegaskan akses telekomunikasi merupakan bagian dari kehadiran negara di wilayah terluar. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat bersama operator telekomunikasi dapat menghadirkan solusi permanen agar masyarakat di kawasan perbatasan memperoleh layanan komunikasi yang setara dengan daerah lain di Indonesia.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post