Sangihe, Barta1.com – Maraknya aktivitas pertambangan tanpa izin di Kampung Bowone, Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan sekitarnya sejumlah masyarakat mengaku urung mencari ikan buat kebutuhan sehari-hari atau dijual.
Mereka mengaku takut perairan mereka tercemar akibat limbah pertambangan yang tidak terkontrol lagi. Hal ini disampaikan salah satu masyarakat Kampung Bowone, Elby Piter pada konferensi pers koalisi Selamatkan Sangihe Ikekendage (SSI) DI Manado, Kamis (31/8/2023).
“Sejak masuknya PT. TMS dan maraknya pertambangan sekarang ini kami sudah tidak lagi mencari ikan,” kata dia.
Bahkan beberapa masyarakat di wilayah tersebut mengaku mereka tak lagi membeli ikan hasil tangkapan di dekat lokasi pertambangan Entana Mahamu (Tanah Merah) karena diduga limbah tambang yang mengalir ke laut. “iya kami memang sudah tidak membeli ikan hasil tangkapan di wilayah itu, takut dengan perubahan warna air laut, karena lokasi tambang sudah merambah ke bibir pantai,” kata beberapa masyarakat yang enggan menyebut namanya.
Ketakutan Elby Piter dan beberapa masyarakat di wilayah tersebut cukup berasalasan, pasalnya sebuah jurnal dari Akhmad Mustafa , Ruzkiah Asaf, Kamaria, & I Nyoman Radiarta, mereka adalah peneliti masing masing dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan, Maros, dan Indonesia Pusat Riset Perikanan, Jakarta Utara menerangkan bahwa terdapat kandungan logam berat di pesisir pulau Sangihe.
Penelitian tersebut dilaksanakan di kawasan pesisir Pulau Sangihe yaitu di Teluk Talengan (Kecamatan Tabukan Tengah), Teluk Manalu (Kecamatan Tabukan Selatan), dan Teluk Dagho, Teluk Bebu, dan Selat Mahumu (Kecamatan Tamako) serta Teluk Soweang (Kecamatan Manganitu Selatan) yang selanjutnya disebut dengan Teluk Dagho dan sekitarnya.
Penelitian tersebut berjudul Konsentrasi dan Status Mutu Logam Berat Dalam Air dan Sedimen di Kawasan Pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjelaskan penentuan status mutu air dan sedimen menunjukkan bahwa air di kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe tergolong tercemar berat dari logam berat Cu dan Pb untuk biota laut, sedangkan sedimennya tergolong memenuhi baku mutu logam berat untuk biota laut. Konsentrasi logam berat Cu dan Pb dalam air telah melampaui baku mutu logam berat untuk biota laut, (https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalikt).
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2015 itu memberikan solusi untuk mengurangi sumber pencemar dari logam berat adalah dengan memberantas PETI di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pengelolaan secara berkelanjutan untuk meminimalisir terjadinya pencemaran logam berat di kawasan pesisir adalah pemantauan, pembinaan, dan penegakan hukum.
Fakta ini justru jadi ironi, pasalnya hingga saat ini Pertambangan Tanpa Izin (Peti) justru tumbuh subur di Pulau Sangihe. Inisiator Save Sangihe Island (SSI) Jull Takaliuang menyayangkan di saat masyarakat Sangihe yang tergabung dalam gerakan Save Sangihe Island telah memenangkan proses hukum hingga izin produksi PT. TMS dicabut, tiba-tiba ilegal mining makin tumbuh di Sangihe.
“ada dua lokasi sekarang marak pertambangan tanpa izin, Bowone dan Kupa, dan dua tempat itu sudah terlihat kurang hijaunya atau botak akibat pertambangan,” kata Takaliuang.
Inilah yang menjadi dasar perjuangan SSI, bahwa pencemaran yang terjadi sejak diteliti tahun 2015 itu jangan diperparah oleh hadirnya tambang tambang. “Bayangkan itu hasil penelitian dari 2015, dan kita tidak tahu peningkatannya sekarang ini dengan banyaknya pertambangan. Jadi kami tidak bicara hoax. Ini fakta pencemaran sudah ada,” kata dia.
Jull juga mengaku heran dimana penyebaran sianida sangat masif digunakan untuk ilegal mining. “Pertanyaannya, ini dari mana kenapa terus terjadi sampai hari ini. Transaksi jual beli ini ada di mana-mana. Asalnya dari mana. “Pemasoknya ada dua orang. Satu pemain lama dan satunya lagi pemain baru. Pemain baru dari partai politik yang sangat erat dengan penguasa,” ungkap perempuan penerima penghargaan dari N-Peace Award 2015 dari PBB.
Peliput: Rendy/Maikel Pontolondo


Discussion about this post