Manado, Barta1.com – Seiring terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus, mahasiswi meminta Komisi IV DPRD Sulut melakukan evaluasi secara langsung bagi kampus-kampus yang ada di Sulut.
“Beberapa kampus yang kami dapati, dimana aturan keluar setelah kasus terjadi. Kami meminta kenyamanan, dan keamanan kami di lingkungan kampus. Sekali lagi, kiranya bapak-ibu dewan bisa mengevaluasi kampus-kampus yang ada di Sulut,” ungkap Yuri Dasinangon, salah satu mahasiswi di Kota Manado, Gedung DPRD Sulut, Jumat (02/08/2022).
Ia menambahkan, banyak kasus kekerasan seksual yang sering terjadi, tetapi isunya seakan tak terdengar, dan tidak ada tindak lanjut. “Mari sama-sama kita mengawal kasus ini. Kami juga, dari Kopri PMII Cabang Manado melakukan kajian terkait peraturan Mendikbud (Permendikbud) 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi,” ucapnya.
Setelah mendengarkan ucapan Dasinangon, langsung ditanggapi Sekretaris DPRD Sulut, Glady Kawatu. “Terkait kekerasan seksual di lingkungan kampus, usulan ini akan kami teruskan ke pimpinan komisi IV DPRD Sulut, yang membidangi pendidikan untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pimpinan kampus yang ada di Sulut,” jawabnya.
“Apa yang menjadi aturan dari pusat, melalui Kemendikbud harus betul-betul diimplementasikan. Sudah ada kejadian, tetapi terdiam. Masalah kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menjadi konsen kita semua,” ujar Kawatu.
Selanjutnya, perlindungan terhadap hak perempuan dan anak menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah negara. Jika masih banyak kasus pelecahan seksual terhadap perempuan dan anak, apalagi di lingkungan kampus yang dilakukan oleh kaum-kaum intelektual. Maka, negara kita semakin terpuruk,” terangnya.
“Saya sependapat dengan adik-adik mahasiswa, untuk melaporkan kondisi yang terjadi saat ini. Secepatnya, akan dilakukan RDP antara pimpinan kampus Se-Sulut bersama Komisi IV DPRD Sulut, termasuk kampus yang ada kasus kemarin, yang seolah terdiam,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post