Manado, Barta1.com — Jurusan Administrasi Bisnis (AB) Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bekerja sama dengan Agenda Madilog menggelar kuliah umum bertajuk Workshop Digital Marketing Industry dan Financial Accounting Practice. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Rudy Tenda Polimdo, Selasa (28/04/2026).

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Rudolf Mait, ST., MT. Dari pihak Jurusan AB, hadir Ketua Jurusan Diana Roweina Maramis, SE., MSi yang diwakili oleh Ketua Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis (MB), Precylia Ribka Rambing, SE., MM. Sementara itu, Agenda Madilog diwakili langsung oleh Jieliwosy Silas Salawati (Jilly Wosy) bersama timnya.

Dalam sambutannya, Ir. Rudolf Mait menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa dua topik utama yang diangkat, digital marketing dan praktik akuntansi keuangan, memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

“Ada dua topik menarik yang dibahas hari ini. Ini bukan sekadar teori, melainkan pengetahuan praktis yang sangat relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan dihadapkan pada dua aspek krusial saat memasuki dunia kerja. Tidak hanya kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan memahami digital marketing menjadi bekal penting.
“Mahasiswa perlu mengetahui cara menciptakan dan memasarkan produk secara kreatif di dunia digital. Di sisi lain, kreativitas tersebut harus didukung dengan manajemen keuangan yang praktis dan profesional,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa materi yang disampaikan narasumber, termasuk pengalaman praktis dari Jilly Wosy dan tim, merupakan kombinasi antara kreativitas dan logika yang sangat dibutuhkan industri saat ini.
“Dunia kerja saat ini mencari individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang mampu mengantarkan mereka masuk ke industri berbasis digital,” jelasnya.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar dan bereksperimen.
“Teruslah berlatih dan jadilah lulusan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin,” pesannya.
Sementara itu, Jilly Wosy dalam pemaparannya mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, media sosial merupakan “biodata berjalan” yang mencerminkan diri seseorang.
“Indonesia bahkan menjadi pengguna media sosial nomor satu pada tahun 2023,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang diprediksi akan mengubah lanskap pekerjaan di masa depan.
“Pada tahun 2030, beberapa pekerjaan akan hilang dan sebagian besar akan digantikan oleh AI. Namun, masih ada pekerjaan yang relevan, tergantung pada kemampuan kita menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini,” jelasnya.
Jilly menambahkan bahwa Agenda Madilog mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan teknis dan berpikir kritis, terutama di era AI.
“AI dapat membantu kita, tetapi yang membedakan adalah bagaimana kita berkomunikasi dan memanfaatkannya. Ke depan, kemampuan ini akan menjadi pertaruhan utama,” tutupnya. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post