• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Gallery

Dari Hutan Lindung Dumoga Bone, Merawat Alam Dengan Puisi

by Ady Putong
14 November 2018
in Gallery, Sastra
0
Dari Hutan Lindung Dumoga Bone, Merawat Alam Dengan Puisi

ilustrasi alam. (foto: dok istimewa)

101
SHARES
405
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Merawat alam adalah merawat kehidupan. Alam telah menyediakan berbagai keperluan untuk alur kehidupan manusia. Alam yang indah dan raya telah dihamparkan Tuhan merupakan jaminan bagi kelangsungan hidup manusia beserta generasi mendatang dan segala lapisan kehidupan yang ada di dalamnya. Sungai, hutan, laut telah tersedia untuk dimanfaatkan.

Semestinya kita paham bahwa alam dan manusia saling memiliki ketergatungan. Meski keterikatan hubungan ini di dominasi oleh manusia sebagai pihak yang aktif dibanding alam yang pasif. Alam hanya meminta agar ia dirawat sebagaimana mestinya, dengan manusia memerhatikan kaidah dan struktur ekosistem yang telah ada. Dan sudah seharusnya kita memperbaiki dan mengembalikan segala kelestariannya demi kelangsungan siklus kehidupan yang terus berjalan.

Sebagai bagian dari upaya merawat alam, berikut ini kami tampilkan beberapa puisi Iverdixon Tinungki saat berkunjung ke Hutan Lindung Dumoga Bone.

PUISI DARI HUTAN LINDUNG

cempaka agathis dan kenanga
adalah puisi

adalah mata ibu
tempat benih cinta itu tumbuh

sudahkah kaubaca sajak Tuhan
pada bisu selembar daun
sejak kuncup hingga luruh
ia kalam untukmu

kayukayu besi menjejar
kelelawarkelelawar mengantungkan liarnya
burung rangkong dan kumbang, seperti kupu
ingin berumah di bebas bumi teduh

engkau pun bernafas
menyesap udara segar pori daun
helaihelai ikhlas kisut lantak menapis racun
karena paruparumu seharga gugurnya yang luhur

dan seekor maleo menetas di tanah pasir
memanggilmu menafsir
sesuci apa puisi angin dan air
lahir dan mengalir

saat malam hutan bernyanyi
saat malam satwasatwa mengendurikan mimpi
adakah kaudengar pesan alam
ditetas riang hati menyimpan gerimis

di taman nasional Bogani Nani Wartabone
hampar matayangan adalah puisi keagungan Tuhan
bagaimana tangan tanah yang sabar
merias manusia dan alam

karena kehidupan
tak sekadar luka dan geram

ARCANGELISIA FLAVA

jangan tancapkan kami kapak
dan luka gergaji

sebagai pohon
kami pun ingin menikmati matahari
sebagai hutan
kami pun ingin hidup lestari

mendakilah ke gunung poniki
di sana kita bisa berbagi riang dan mimpi
mendakilah ke puncak damar
di sana engkau bisa teduhkan letih dan memar

aku hanya sebatang pohon
tanpa tangan atau kaki
untuk melawan atau berlari

jangan tancapkan kami kapak
dan luka gergaji

sebagai pohon aku hanya punya teduh
dan gema daun yang mengolah udara untukmu
sebagai pohon aku hanya punya rindang
dan ricik tanah basah tempat satwa bernaung

suatu ketika engkau akan mengenang tubuh kuningku
dan seekor tarsius bertengger di cabang. cabangku

kau akan menulis
atau bercerita
di poniki, di bentang gunung damar
di sebatang arcangelisia flava
ada tepi surga yang kaffah

jangan tancapkan kami kapak
dan luka gergaji
karena luka pohonan
luka jiwamu sendiri

LAGU SERIBU KUMBANG DUMOGA BONE
UNTUK ALAM LESTARI

kami bernyanyi dalam dengung
kami bernyanyi untuk sebuah renung
seperti gombloh, seperti gombloh
lelaki tirus menyanyikan lestari alamku:

“Lestari Alamku, Lestari Desaku
Di mana Tuhanku Menitipkan Aku
Nyanyi Bocah-bocah Di Kala Purnama
Nyanyikan Pujaan Untuk Nusa”

kami bernyanyi dalam getar sayapsayap kecil
memuja sungaisungai mengalir
memuja pohonpohon teguh tumbuh untukku

memuja hati para musafir
memuisikan megah orkhestrasi nyanyi lestari
bening doa kumbang di semak sepi

dari Kasinggolan ke Lombongo
saat bungabunga hutan menetas dari kandung bumi
kami bernyanyi, menyanyikan hutanhujan tropis
lumut dan rumput paku di bawah pohon waru
adalah lagu pencari nyanyian jiwa yang gaharu

kami bernyanyi dalam dengung
kami bernyanyi untuk sebuah renung
seperti gombloh, seperti gombloh
lelaki pemuja persaudaran manusia dan alam semesta

serupa ruelia, manusia butuh seteguk air
buat tubuh letih dahaga

maka kami bernyanyi di hutan hujan tropis
di gunung damar, di gunung padang, di danau tumpah
di cadas batubatu berkamar
memanggilmu wahai para musafir;
mari teduhkan segala memar

burungburung, anggrek, dan belukar bunga
adalah lirik nyanyianku, sepotong sajak hutan hujan tropis
mamalia, reptilia, amfibia, musang, anoa, babirusa
semua kunyanyikan dengan megah, dengan getar sayap kecilku
kumbang bernyanyi untuk sebuah renung; lestari alamku

SUARA RIMBA RAYA

di halimun suara itu
suara pohonpohon
gumam air
percakapan kupu
dengan setangkai bunga ungu

di ricik sungai
di sinar suci mata fauna
di cabangcabang flora menggapai
suara itu
sebening doa tergerai

suara itu, suara rimba raya
desis gema tipis
berkesiuran
seakan sayap putih
gema kalbu

suara itu
suara taman kehidupan
suara hening
suara yang mengecup kita
dengan cinta

tanpa
sepatah kata

MALEO SENKAWOR

di padang pasir hangat
bumi kadang melukis
apa yang patut kukenang

tak saja gerimis menetes di alis
atau senandung dunia hijau
imaji daun dan riap doa bergaung

padang pasir hangat
kadang rahim dan gamis
tempat burungburung terseduh menangis
tempat telur ditetas bumi puitis

dan seekor maleo senkawor kecil
lahir dengan jambul keras berwarna hitam
seperti puisi alit di ranjang suasa bumi
kubaca hingga angin lelah mendetaki nadi

ketika manusia dan alam tak berjarak
tak ada senja berakhir beku
kita selalu bagai kekasih tak alpa berkecupan
membiarkan wangi berjatuhan ke dalam hati

dan seekor maleo senkawor barangkali telah membesar
dengan paruh berwarna jingga
ia kembali menetaskan setumpuk sajak
memaknai padang hati dengan hangatnya

SUATU KETIKA DI MENGKANG

andai aku bisa bernyanyi
kunyanyikan cahaya sejuk hutan
andai aku bisa mencair
kusyairkan getar air mengkang

batubatu hitam
maknamakna bersemayam
mengaliri curam kehidupan
tapi aku ingin terjun dan tetap berjalan

aku ingin menjelma bunga
di jarijari air mata kumbang
aku ingin menjelma cuaca
di jeriji kehidupan

biar aku mengalir dalam sabdasabda cahaya
biar aku berembus dalam kabung suara tak berdaya

akan kuteguk embunMu di tubir tafsir
bila hutan adalah kitab
pada sepucuk daunMu aku belajar mencinta

KOLASE HIJAU

seonggok bayang kelelawar
dan sepasang kuskus berpelukan
melawat kegembiraan jiwaku
saat malam seakan gambar abadi
menabuh nyala api di tungku nafas lincah
memetik pesan rumputan saat hujan selesai
dan bangkai kesedihan lesap ke akar dalam

dan kurebahkan tidurku pada setangkai mawar
saat ia menegak paling muka
dalam kawanan impian bunga dikalungkan langit
di selembar hutan yang kudekap
dan yang mendekapku dengan wangi

di pagi, aku dan rimbah bagai zirah dan ksatria
lahir kembali dengan kemenangan saat hujan selesai
dan matahari berdenyar
di derak pohon yang mengibar senyuman

*). Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, merupakan salah satu kawasan konservasi seluas 297,11 ha yang sebagian wilayahnya terletak di Provinsi Sulut dan sebagian lagi terletak di Provinsi Gorontalo. Memiliki berbagai keunikan ekologi sebagai kawasan peralihan geografi daerah Indomalayan di sebelah Barat dan Papua-Australia di sebelah Timur (Wallaceae Area).

Kawasan ini memiliki potensi flora yang beraneka ragam yang didominasi oleh kelompok (genus) ficus. Beberapa jenis flora yang dapat anda temui di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi antara lain: nantu (Palaqium obtusifolium), kayu hitam (Diospyros spp), kayu besi (Metrosiderus vera), kayu inggris (Eucalyptus deglupta), cempaka (Elmerrillia ovalis) dan metayangan (Pholydacarpus ihur). Selain ini anda masih dapat menemukan berbagai flora lain seperti paku-pakuan, palem, rotan, hanjuang hijau dan bunga bangkai.

Juga memiliki berbagai potensi fauna yang terdiri dari 24 jenis mamalia, 125 jenis aves, 11 jenis reptilia, 2 jenis amfibia, 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis kumbang, dan 19 jenis ikan.

Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional merupakan satwa khas/endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam/yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (B. quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung. Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional.(***)

Barta1.Com
Tags: taman nasional Bogani Nani Wartabone
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Membongkar Kemelut Harga Pala Siau

Membongkar Kemelut Harga Pala Siau

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In