Manado, Barta1.com — Kebijakan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang melarang penggunaan rokok elektrik di lingkungan kampus mendapat sambutan hangat dari Ikatan Alumni (IKa) Polimdo.
Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa langkah kampus dalam menjaga kesehatan civitas akademika dinilai tepat dan visioner.
Ketua IKA Polimdo, Justman Entjaurau, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap kebijakan yang ditegaskan oleh Direktur Polimdo tersebut. Ia menilai, pelarangan penggunaan vape merupakan langkah preventif yang penting demi melindungi kesehatan, keselamatan, serta masa depan mahasiswa.
“Kebijakan ini adalah upaya yang sangat tepat untuk menjaga generasi muda dari risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan zat berbahaya,” ujarnya.
Menurutnya, lingkungan kampus semestinya menjadi ruang yang aman, kondusif, dan inspiratif, serta tempat mahasiswa belajar, berkembang, serta membentuk karakter, bukan justru terpapar potensi bahaya kesehatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kondisi fisik dan mental mahasiswa yang tetap sehat hingga momen kelulusan.
“Tidak boleh ada mahasiswa yang menjadi korban akibat penggunaan vape. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan generasi penerus,” tuturnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar Polimdo, Justman juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menaati kebijakan kampus dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang, sekaligus menjadi teladan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
IKA Polimdo, lanjutnya, siap berperan aktif mendukung kampus dalam upaya sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya penggunaan vape. Harapannya, langkah ini dapat melahirkan generasi muda yang unggul, sehat, dan berintegritas.
Dengan sinergi antara kampus dan alumni, Polimdo terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa. (*)
Editor: Meikel Pontolondo

Discussion about this post