Manado, Barta1.com — Turnamen BNNP Cup 2026 yang bergulir di Aula Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulut, Sabtu (18/04/2026), mengungkap fakta cerah bagi dunia catur di Bumi Nyiur Melambai. Turnamen ini diikuti banyak pecatur muda belia, bahkan beberapa di antaranya mengukir prestasi melampaui para senior.
Setidaknya 150 pecatur dari Manado dan sekitarnya turun dalam laga prestisius yang digelar BNNP Sulut itu. Di antara mereka hadir juga para pecatur dengan norma master nasional bahkan Master FIDE. Namun kehadiran pecatur senior tidak membuat para pecatur muda kecut.
Buktinya, 2 di antara mereka; George Lamia dan Rafi Wuner bisa meraih posisi terhormat II dan III dengan poin kemenangan 7 dan 6,5 dalam pertandingan berformat catur cepat (rapid chest) dengan sistem Swiss 8 babak. Sementara juara I direbut Tommy Winowatan dengan poin 7. Selebihnya pecatur-pecatur muda dari Sulut juga bisa menempatkan dirinya dalam posisi hingga 40 besar.
Kehadiran pecatur muda belia dalam turnamen kali ini disambut antusias Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol Jemmy GP Suatan SH MSi. Dia bilang antusiasme anak muda menekuni olahraga catur ini dinilai sangat strategis dan sejalan dengan program kampanye antinarkoba BNN, khususnya dalam menciptakan kesibukan dan lingkungan yang positif bagi pemuda-pemudi.
Apalagi BNN saat ini menggiatkan program “Bersinar” atau Bersih Narkoba yang sangat cocok diintegrasikan dengan aktivitas olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi.
“Daripada dia (anak-anak muda) berpikir ke narkoba, lebih baik dia otaknya bagus. Di BNN itu sekarang ada namanya program baru, anak muda bersinar, itu memang kita inginkan, cocok sekali dengan ini,” tegas Brigjen Pol Jemmy pada media di sela turnamen.
Inspektur Pertandingan, MN Yahya Wangania, bersama Ketua Panitia Turnamen Dicky Willem Mamuaya menjelaskan pelaksanaan tanding catur daerah ini menjadi langkah pembuka untuk guliran berikutnya dengan skala lebih besar. Karena pada Juni 2026 seiring dengan peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia, BNNP Sulut akan menggelar turnamen skala lebih besar dan membuka peluang pecatur dari Sulut dan provinsi lainnya mendapatkan titel master nasional.
“Ya kita rencananya begitu pada Juni nanti BNNP Sulut menyiapkan turnamen yang pentasnya lebih akbar untuk perebutan gelar master nasional, tapi juga ada pertandingan untuk kelompok umur melihat kegiatan kita hari ini ada banyak pecatur muda bahkan anak-anak ikut ambil bagian,” kata Yahya.
Salah satu daya tarik turnamen BNNP Sulut Cup diikuti ratusan pecatur karena peserta memperebutkan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Pemenang I, II, dan III berhak atas nominal Rp 5 juta, Rp 3,5 juta dan Rp 2 juta. Selebihnya hingga ranking ke-40 meraup nilai variatif mulai dari Rp 1,5 juta, Rp 1 juta, Rp 800 ribu, Rp 700 ribu, Rp 600 ribu hingga Rp 500 ribu. (*)
Peliput:
Ady Putong
Barta1.Com



Discussion about this post