Alexander Kalangi bukan bocah biasa. Dia terlihat sangat kontras saat berhadap-hadapan dengan lawan tandingnya di Turnamen Catur BNNP Sulut Cup 2026, di Aula Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Utara Sabtu (18/04/2026)
Gestik dan mimik Siswa TK Kr Eben Haezer Manado itu memang masih seperti anak pada umumnya; lincah, sering tersenyum. Tapi saat dia menatap papan catur, kesan bocah biasa jadi berbeda. Alexander bocah 4 tahun itu terlihat serius. Matanya menatap tajam tiap kali lawannya, yang kebetulan pecatur dewasa, menggerakan bidak.

Bagi mamanya, Meilona Wahongan, kehadiran Alexander Pieter Kalangi dalam turnamen catur terbuka bukan untuk mengejar sensasi. Terpenting agar Alex bisa menumbuhkan mental bertanding dan semangat sportivitas. Sedangkan papanya, Vanly Kalangi, bertugas untuk menyediakan waktu agar hobi catur sang anak bisa tersalurkan.
“Satu tahun terakhir Alex sudah tujuh kali ikut turnamen, bahkan di beberapa kesempatan sempat dapat poin,” kata Meilona bangga.

Tetapi Alexander tidak sendirian. Di meja lain, kakak perempuannya Viona Gracia yang berusia 8 tahun juga terlihat garang saat memindahkan bidak. Di luar arena, kakak beradik itu adalah partner latihan yang setiap hari mengasah keahlian catur baik itu dalam skema permainan langsung, melahap notasi pembuka hingga berhadapan dengan komputer.
Untuk ukuran bocah, kehadiran Viona dan Alexander untuk merasakan berlawan tanding sekelas Master Nasional dalam turnamen terbuka memang adalah pengalaman berharga. Lihat saja saat BNNP Sulut Cup 2026, selain Alex dan Viona di meja lain ada pecatur cilik Jojo Rotinsulu. Bocah lucu itu dikawal papanya, Charles Rotinsulu saat berlaga.
“Di kantor saya ada beberapa pegawai yang biasa menjadi guru catur saat Jojo latihan,” kata Charles yang kebetulan menjabat Kepala armada Damkar di Pemkot Manado.
Ada lagi bocah ajaib lainnya bernama Josias Rabaelu yang sudah sering memenangkan turnamen kelompok umur. Di BNNP Cup 2026, dia bahkan bisa saja masuk ranking atas andai tidak kehilangan poin penting di salah satu meja.

Josias secara gemilang bisa meraup poin 5 dalam turnamen berformat catur cepat dengan sistem Swiss 7 babak. Artinya dia mampu memenangkan 5 kali pertandingan melawan pecatur yang notabene lebih dewasa dan senior dari dirinya.
Kepala BNNP Sulut, Brigjen Pol Jemmy Suwatan, selaku inisiator turnamen, menyambut antusias kehadiran pecatur cilik dalam pertandingan. Karena bukan saja karena pesan dan visi-misi BNN bisa mendarat dalam kegiatan itu, tapi juga turnamen tersebut menjadi penanda masa depan cerah bagi olahraga otak itu di Bumi Nyiur Melambai.
“Kita memang terus mengajak generasi muda agar menjauhi narkoba, dan dari turnamen ini kita melihat ada banyak pecatur muda yang bisa menjadi aset depan bagi Sulawesi Utara,” kata Brigjen Jemmy optimis.
Dari arena turnamen catur BNNP Sulut Cup 2026, bukan tidak mungkin di masa depan muncul pecatur bernorma grand master dari Sulawesi Utara mengingat banyaknya atlet bocah yang bermunculan. (**)
Peliput: Ady Putong
Barta1.Com


Discussion about this post