• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Juni 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pulihkan Ekologi Pesisir Teluk Palu, PLN Tanam 1.000 Mangrove Dukung Tata Ruang Kota Tangguh Bencana

by Ady Putong
19 Juni 2026
in Daerah, Webtorial
0
PLN UP3 Palu melakukan penanaman bibit mangrove di Pesisir Teluk Palu. (foto: Humas PLN)

PLN UP3 Palu melakukan penanaman bibit mangrove di Pesisir Teluk Palu. (foto: Humas PLN)

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Palu, Barta1.com – Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu mengambil langkah mitigasi pesisir terpadu dengan menanam 1.000 bibit mangrove. Aksi nyata pemulihan lingkungan yang dibarengi pembersihan sampah pesisir ini dipusatkan di kawasan Pantai Dupa, Kelurahan Layana, Teluk Palu, pada Sabtu (13/06/2026).

Kawasan pesisir Teluk Palu sejatinya tengah menghadapi tekanan ekologis yang sangat kritis. Berdasarkan kajian kerusakan ekosistem pesisir, tutupan mangrove di teluk ini tercatat menyusut hingga 12 persen atau kehilangan luasan sekitar 7,78 hektar pascabencana tsunami.

Degradasi bentang alam ini kian diperparah oleh tekanan alih fungsi lahan pesisir serta material sedimentasi masif yang terbawa arus sungai akibat aktivitas ekstraktif pertambangan galian di kawasan hulu.

Merespons kondisi kerentanan tersebut, penanaman ribuan bibit mangrove yang diinisiasi PLN UP3 Palu dirancang tidak sekadar sebagai agenda perayaan lingkungan tahunan. Kegiatan strategis ini merupakan wujud implementasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan untuk menyelamatkan daya dukung lingkungan secara berkelanjutan.

Untuk memastikan keberhasilan dan meluaskan edukasi program, PLN membangun konsolidasi lintas sektor. Aksi hijau ini melibatkan partisipasi langsung jajaran manajemen, pegawai, dan tenaga alih daya PLN UP3 Palu, yang berbaur mengabdi bersama murid dan guru SD Insan Madani, komunitas Mangrove Rangers Kota Palu, serta kalangan akademisi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, memberikan apresiasi tertingginya atas kolaborasi pentahelix tersebut. Ia meyakini pelestarian ekosistem pesisir mutlak membutuhkan kepedulian bersama yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa menjaga kelestarian bumi adalah tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dari sektor akademisi, komunitas, dan generasi muda dalam aksi ini. Penanaman 1.000 mangrove serta pembersihan pantai ini bukan sekadar seremonial ekologis, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi sekaligus warisan berharga bagi generasi masa depan,” tegas Usman.

Langkah mitigasi struktural berbasis sabuk hijau (green belt) ini sangat krusial dan secara langsung mendukung dokumen Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu Tahun 2021-2041.

Dalam arahan tata ruang tersebut, pemulihan kawasan pesisir menjadi pilar utama untuk merealisasikan tujuan penataan ruang wilayah sebagai kota teluk yang tangguh bencana.

Sejalan dengan visi keruangan dan keselamatan ekologi tersebut, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menjelaskan pemilihan pesisir Kelurahan Layana didasarkan pada urgensi perlindungan kawasan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi bagi masyarakat.

“Sebagai korporasi yang mengemban amanah penyediaan energi, PLN bergerak selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove ini, kami berupaya memberikan kontribusi riil dalam menciptakan ekosistem pesisir Teluk Palu yang lebih sehat, kokoh, dan seimbang,” jelas Ansar.

Eksekusi penanaman di lapangan dikoordinasi langsung oleh Alfhais Billy Wahongan selaku perwakilan Manajemen PLN UP3 Palu. Ia menekankan bahwa turun langsung ke pesisir berlumpur merupakan metode efektif untuk menginternalisasi budaya mitigasi lingkungan bagi seluruh pekerja.

“Bagi PLN, program keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap strategi bisnis, melainkan sebuah budaya yang wajib diimplementasikan dalam aktivitas operasional harian maupun kehidupan bermasyarakat. Kami berharap bibit yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan membawa dampak ekonomi-ekologis yang luas bagi warga Layana,” tutur Alfhais.

Dari kacamata keilmuan keruangan, Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Tadulako, Iwan Setiawan Basri, menilai intervensi perusahaan ini berdampak besar bagi dunia pendidikan.

“Kegiatan lapangan seperti ini memberikan laboratorium hidup bagi mahasiswa kami untuk memahami dinamika dan urgensi pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Kolaborasi pentahelix antara korporasi, akademisi, komunitas, dan masyarakat umum adalah kunci utama dalam membangun ketahanan lingkungan sejak dini,” pungkas Iwan. (**)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com
Tags: Abrasi Teluk PaluHari Lingkungan Hidup 2026Mangrove Teluk PaluMitigasi Bencana PesisirPantai Dupa LayanaPLN UP3 PaluRTRW Kota Palu 2021-2041
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Muhammad Syarifuddin (kanan) mandiri di-support PLN. (foto: Humas PLN)

Usaha Es Buah Syarifuddin Bangkit dan Naik Kelas Lewat Electrifying Lifestyle

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Usaha Es Buah Syarifuddin Bangkit dan Naik Kelas Lewat Electrifying Lifestyle 19 Juni 2026
  • Pulihkan Ekologi Pesisir Teluk Palu, PLN Tanam 1.000 Mangrove Dukung Tata Ruang Kota Tangguh Bencana 19 Juni 2026
  • Disokong TJSL PLN, Siswa SMKN 3 Palu Sukses Konversi Kendaraan Listrik dan Tembus Kancah Nasional 19 Juni 2026
  • Polimdo Hadirkan Inovasi Trainer Mikrokontroler Bagi SMK N 2 Manado: Mendukung Pembelajaran Coding dan AI 18 Juni 2026
  • Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, PLN Sukses Pulihkan 97 Persen Pasokan Listrik di Palu dan Sekitarnya 18 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In