Palu, Barta1.com — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/06/2026) sempat melumpuhkan sebagian pasokan listrik masyarakat.
Merespons kondisi kedaruratan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu bergerak cepat melakukan manuver pemulihan, di mana hingga kini 97 persen pasokan listrik warga telah kembali normal.
Berdasarkan data teknis kegempaan, pusat gempa tersebut terdeteksi berada di darat pada jarak sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Guncangan kuat ini memicu sistem pengamanan otomatis (auto-trip) pada jaringan kelistrikan PLN untuk segera memutus arus guna meminimalisasi risiko bahaya sekunder berupa kebakaran atau sengatan listrik bagi masyarakat.
Adapun wilayah yang paling merasakan dampak pemadaman akibat bencana ini tersebar di empat daerah administratif utama. Daerah tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong, dengan total pelanggan terdampak mencapai 68.459 sambungan, yang terdiri dari rumah tangga maupun fasilitas umum.
Proses inspeksi dan perbaikan taktis yang dilakukan oleh petugas gabungan membuahkan hasil yang sangat terukur. Tercatat hingga Rabu (17/06/2026) pukul 12.00 WITA, sebanyak 66.578 pelanggan di wilayah terdampak gempa telah kembali menikmati pasokan listrik secara penuh dengan tingkat pemulihan mencapai 97 persen.
Pemulihan ini juga ditandai dengan keberhasilan petugas lapangan menormalkan kembali seluruh infrastruktur kelistrikan utama yang sempat trip pasca-gempa. Total sebanyak 3 penyulang dan 15 section jaringan distribusi yang mengalami gangguan telah berhasil beroperasi normal 100 persen.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyatakan pihaknya langsung mengaktifkan posko siaga darurat sesaat setelah gempa terjadi. Langkah strategis ini dilakukan agar pemantauan beban jaringan dan proses pemulihan dapat dieksekusi secara real-time.
“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah gempa yang menimpa warga Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah Palu dan sekitarnya. Sejak pasca-gempa, kami telah menginstruksikan seluruh tim, khususnya PLN UP3 Palu, untuk memprioritaskan lokalisir jaringan dan percepatan pemulihan,” tegas Usman.
Usman menambahkan manuver pemulihan memprioritaskan titik-titik krusial di daerah terdampak. Penyaluran listrik yang andal untuk infrastruktur vital dan fasilitas publik seperti rumah sakit, tempat pengungsian, dan posko tanggap darurat menjadi fokus utama, dengan tetap mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja.
Dari sisi teknis di lapangan, Manager PLN UP3 Palu, Ansar, menjelaskan seluruh personel siaga dari berbagai unit layanan terus melakukan patroli inspeksi secara intensif. Tim tanggap darurat ini dikerahkan secara serentak dari ULP Palu Kota, ULP Kamonji, ULP Tawaeli, ULP Donggala, ULP Tambu, hingga ULP Parigi.
“Keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan adalah prioritas utama kami. Kami bersyukur mayoritas pelanggan telah kembali menyala. Saat ini, tim gabungan masih melakukan penyisiran lanjutan pada titik-titik kritis untuk memastikan tidak ada potensi bahaya listrik yang tersisa,” ujar Ansar.
Sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan, PLN mengimbau masyarakat untuk bertindak proaktif dengan melaporkan setiap potensi bahaya kelistrikan di sekitar permukiman. Laporan mengenai tiang listrik miring, kabel terkelupas, atau gardu distribusi yang rusak dapat diajukan secara instan melalui fitur pengaduan terintegrasi di aplikasi PLN Mobile.
PLN berkomitmen penuh untuk terus bersiaga 24 jam mengawal sisa proses pemulihan hingga 100 persen tuntas dengan aman. Di samping itu, masyarakat diharapkan untuk tidak panik, tetap waspada, dan lebih bijak dalam menyaring informasi kelistrikan maupun kebencanaan agar terhindar dari peredaran hoaks. (**)
Editor: Ady Putong

Discussion about this post