• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Workshop AJI di Makassar Bekali Jurnalis Tangkal Disinformasi Global

by Meikel Eki Pontolondo
14 April 2026
in Edukasi
0
Workshop AJI di Makassar Bekali Jurnalis Tangkal Disinformasi Global
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Makassar, Barta1.com — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia melaksanakan Workshop Sumber Terbuka dan Disinformasi yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai daerah.

Mulai dari Makassar, Menado, Palu dan Gorontalo yang berlangsung di Hotel Vasaka Makassar selama dua hari sejak 11 hingga 12 April 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara AJI Indonesia dan AJI Makassar melalui dukungan Uni Eropa (EU) dan Internews dalam program _Indo-Pacific Media Resilience_(IPMR).

Ketua AJI Makassar, Sahrul Ramadan mengatakan, di tengah kondisi maraknya disrupsi informasi, jurnalis punya tanggung jawab besar untuk menelusuri informasi yang benar berlandaskan data dan fakta. Apalagi yang bersifat krusial untuk kepentingan publik.

“Meskipun singkat namun kegiatan dua hari ini membekali para jurnalis, baik reporter maupun editor untuk bagaimana memahami metode penelusuran sumber informasi yang benar dan akurat kemudian dikemas menjadi berita,” katanya, dalam sambutan pembukaan, kemarin.

Jurnalis dituntut agar lebih peka memahami kondisi di tengah brutalitas informasi apalagi yang beredar di media sosial. Disinformasi, mis-informasi, hingga mal-informasi adalah serangkaian jenis akar persoalan yang muncul untuk ditelusuri kebenarannya.

“Seluruh muatan materi dalam rangkaian kegiatan ini tentu akan menjadi suplemen atau bekal pengetahuan tambahan bagi jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya,” tegasnya.

Sementara, Political Officer Deligasi Uni Eropa, Igor Pronobis menilai bahwa saat ini kita hidup di era informasi, sehingga penting bagi setiap individu untuk terus meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan informasi yang akurat.

“Uni Eropa menjadi salah satu pihak yang lebih dulu menginisiasi berbagai upaya dalam menghadapi ancaman disinformasi ini,” akunya.

Menurutnya, seiring perkembangan platform digital seperti Instagram, website, dan media lainnya, tantangan jurnalisme juga semakin kompleks. Termasuk munculnya fenomena seperti AI dalam produksi konten hingga penipuan berbasis relasi emosional (love scam).

“Sering kali kita merasa tidak akan terdampak oleh disinformasi. Padahal tanpa disadari, kita bisa saja turut terlibat dalam penyebaran disinformasi yang berasal dari luar negeri,” tambahnya.

Oleh karena itu, sebagai jurnalis penting untuk melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya menjadi hal yang sangat krusial.

“Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan dan alat yang diperlukan dalam mengidentifikasi serta menangani disinformasi, bukan justru ikut menyebarkannya,” katanya.

Bahkan, workshop tersebut juga merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan kawasan Indo-Pasifik dalam menghadapi ancaman informasi.

Melihat kondisi saat ini, masih banyak pihak yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai. Karena itu, pembelajaran seperti ini menjadi penting, terutama bagi jurnalis yang menghadapi tantangan baru di era digital.

Di tempat yang sama, mewakili Kedutaan Polandia di Jakarta, Ecelino Lonescu mengungkapkan bahwa media terkadang mengutip atau mengambil berita dari luar negeri, baik karena kerja sama maupun kebutuhan informasi. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang informasi yang diambil tersebut mengandung kesalahan.

Pemerintah Polandia menekankan pentingnya menangkal disinformasi, karena informasi yang salah kerap digunakan untuk menggiring opini publik demi kepentingan tertentu.

“Disinformasi bisa diibaratkan sebagai kebohongan yang masuk ke ruang pribadi masyarakat untuk mengambil keuntungan,” tegasnya.

Terdapat sejumlah contoh bagaimana media asing memberitakan Indonesia dengan cara yang berpotensi memengaruhi stabilitas negara. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh.

Hal ini menjadi semakin krusial bagi negara demokratis seperti Indonesia. Jika pilihan publik dipengaruhi oleh pihak asing melalui disinformasi, maka hal tersebut berisiko mengarahkan masyarakat pada keputusan yang keliru.

Misalnya, platform seperti Narasi Newsroom hadir sebagai kanal yang memberikan contoh sekaligus edukasi tentang bagaimana disinformasi digunakan oleh pihak asing untuk memengaruhi persepsi publik.

“Dalam menghadapi berbagai narasi, masyarakat diharapkan tidak sekadar membandingkan, tetapi juga mampu berpikir kritis sebelum mengambil kesimpulan,” tutupnya. (*)

Editor : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: AJI MakassarAJU IndonesiaKedutaan PolandiaNgabuburit Pengawasan dengan tema Pencegahan Polarisasi dan Lawan DisinformasiUni Eropa
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Konektivitas Tersendat, Kritik Menguat: Cindy Wurangian Soroti Internet Pemprov Sulut

Konektivitas Tersendat, Kritik Menguat: Cindy Wurangian Soroti Internet Pemprov Sulut

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026
  • Pecatur Muda Memukau dan Ukir Prestasi di BNNP Sulut Cup 2026 18 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In