Siau, Barta1.com – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara. Ya, bencana banjir bandang merenggut sedikitnya 14 korban jiwa dan 4 orang masih dinyatakan hilang sebagaimana data Basarnas Manado merilis hingga hari ini, Selasa (6/1/2026) pagi.
”Hingga Selasa 6 Januari 2026 pukul 08.00 Wita, data korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Pulau Siau sebanyak 14 orang,” ujar Kepala Basarnas Sulut, George Randang.
Selain korban meninggal dan hilang, Randang menyebutkan 18 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani penanganan medis. Korban meninggal dunia teridentifikasi berasal dari empat kampung/kelurahan di Siau, yaitu:
Bencana di Kelurahan Bahu:
- Santi Diamanis / Perempuan
- Yantje Tamalonggehe / laki laki
- Florensi Bawolce / Perempuan
- Joanita Bangsa / Perempuan
- Swingly Dalending / laki – laki
- Kananta Kairi Kansil (Bayi) / laki laki
- EL Kamanang (anak 4 tahun) / laki laki
- Fardilin Tamalonggehe / perempuan
Bencana di Kampung Laghaeng:
- Rafles Kobis / laki – laki
- Hermina Maningide / Perempuan
Bencana di Kampung Batusenggo:
- Alfian Anise / laki laki
- Priskila Saol / Perempuan
Bencana di Kampung Peling:
- Alexius Olongsongke / laki – laki
- Silvia Pamondolang / Perempuan
Tim Basarnas Sulut telah tiba di Pulau Siau pada Selasa dini hari, pukul 03.07 Wita, setelah berlayar menggunakan KM Marina Bay 01 dari Pelabuhan Manado pada Senin (5/1/2026) pukul 15.00 Wita. Mereka kini langsung menuju titik-titik lokasi terdampak untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan. ”Tim Basarnas sudah tiba di Pulau Siau dari Pelabuhan Manado dan langsung menuju titik pencarian korban,” kata Randang.
Dalam operasi ini, Basarnas Sulut membawa sejumlah peralatan dan logistik pendukung, antara lain kendaraan rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, mountaineering, serta tenda posko.
Peliput: Agustinus Hari


Discussion about this post