• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 16, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Implementasi Nilai – Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa di Program Studi Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado Era Digital

by Meikel Eki Pontolondo
10 Desember 2025
in Edukasi
0
Implementasi Nilai – Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa di Program Studi Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado Era Digital
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Dosen: Romana Octavia Debora Pessak, S.Th, S.H, M.H

Jurusan : Administrasi Bisnis, Program Studi : Manajemen Bisnis, Politeknik Negeri Manado

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam membentuk karakter mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis di Politeknik Negeri Manado di era digital. Pancasila sebagai ideologi bangsa menghadapi tantangan dalam penerapannya di kalangan generasi muda yang hidup dalam dinamika globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan 30 mahasiswa, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang Pancasila sebagai dasar negara masih bersifat tekstual dan belum terinternalisasi dalam perilaku bisnis sehari-hari. Tantangan utama meliputi pengaruh budaya konsumerisme, pragmatisme bisnis, dan minimnya model keteladanan.

Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum manajemen bisnis melalui pembelajaran berbasis proyek, studi kasus etika bisnis Pancasilais, dan pengembangan ekosistem digital yang mendukung penguatan karakter berbasis Pancasila.
Kata Kunci: Pancasila, Dasar Negara, Manajemen Bisnis, Karakter Mahasiswa, Era Digital.

ABSTRACT

This study examines the implementation of Pancasila values as the foundation of the state in shaping the character of Business Management students at Politeknik Negeri Manado in the digital era. Pancasila as the nation’s ideology faces challenges in its application among young generation living in the dynamics of globalization and digitalization. This research uses qualitative methods with a descriptive-analytical approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with 30 students, and documentation studies. The results show that students’ understanding of Pancasila as the state foundation is still textual and has not been internalized in daily business behavior. The main challenges include the influence of consumerism culture, business pragmatism, and lack of role models. This study recommends the integration of Pancasila values in business management curriculum through project-based learning, Pancasila-based business ethics case studies, and development of digital ecosystems that support character strengthening based on Pancasila.
Keywords: Pancasila, State Foundation, Business Management, Student Character, Digital Era

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter bangsa dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila telah menjadi landasan filosofis yang mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Di era digital tahun 2025, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi informasi, globalisasi ekonomi, dan transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku generasi muda, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang manajemen bisnis.

Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado sebagai calon pelaku bisnis dan penggerak ekonomi daerah perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pancasila sebagai dasar negara agar dapat mengimplementasikan praktik bisnis yang beretika dan sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.
Penelitian ini menjadi penting mengingat Program Studi Manajemen Bisnis mencetak lulusan yang akan terjun langsung ke dunia usaha dan industri. Tanpa pemahaman yang kuat tentang Pancasila sebagai dasar negara, dikhawatirkan praktik bisnis yang dilakukan akan mengedepankan profit semata tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan, keadilan sosial, dan kepentingan bangsa.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana tingkat pemahaman mahasiswa Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado tentang Pancasila sebagai dasar negara?
2. Apa saja tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara di kalangan mahasiswa Manajemen Bisnis di era digital?
3. Bagaimana strategi efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam pembelajaran Manajemen Bisnis?

1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Menganalisis tingkat pemahaman mahasiswa Manajemen Bisnis tentang Pancasila sebagai dasar negara
2. Mengidentifikasi tantangan implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital
3. Merumuskan strategi integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Manajemen Bisnis

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

Manfaat Teoritis:
– Memperkaya kajian tentang Pancasila sebagai dasar negara dalam konteks pendidikan tinggi vokasi
– Memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan karakter berbasis Pancasila.
Manfaat Praktis:
– Memberikan masukan bagi Program Studi Manajemen Bisnis dalam mengembangkan kurikulum berbasis Pancasila
– Menjadi referensi bagi dosen dalam merancang strategi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila
– Meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dalam praktik bisnis

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurut Kaelan (2020), Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi fundamen atau pondasi dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan memiliki fungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum.
Lima sila dalam Pancasila memiliki makna yang saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan yang utuh:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung makna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, dan menjamin kebebasan beragama dan beribadah.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan pada penghormatan terhadap martabat manusia, pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.
3. Persatuan Indonesia mengandung semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan pengutamaan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan** menekankan pada sistem demokrasi yang mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia** mengandung cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, baik material maupun spiritual.

2.2 Pancasila dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter berbasis Pancasila merupakan upaya sistematis untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada peserta didik. Lickona (2021) menyatakan bahwa pendidikan karakter yang efektif harus melibatkan tiga komponen: pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral action).
Dalam konteks pendidikan tinggi vokasi, khususnya Program Studi Manajemen Bisnis, implementasi Pancasila sebagai dasar negara harus terintegrasi dalam kompetensi profesional mahasiswa.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang menekankan pada lima nilai utama: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.

2.3 Tantangan Implementasi Pancasila di Era Digital
Era digital tahun 2025 membawa perubahan fundamental dalam cara mahasiswa belajar, berinteraksi, dan membentuk nilai-nilai. Penelitian Sugianto (2024) menunjukkan bahwa generasi Z yang saat ini mendominasi kampus memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya, termasuk dalam hal konsumsi informasi, pola komunikasi, dan pembentukan identitas.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi Pancasila di era digital meliputi:
1. Globalisasi Nilai: Mahasiswa terpapar berbagai ideologi dan nilai dari luar yang tidak selalu sejalan dengan Pancasila
2. Pragmatisme Ekonomi: Orientasi pada profit maksimal tanpa mempertimbangkan aspek etika dan keadilan sosial
3. Disinformasi Digital: Penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan tentang Pancasila di media sosial
4. Individualisme: Melemahnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial
5. Krisis Keteladanan: Minimnya figur publik yang menjadi role model dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila

2.4 Manajemen Bisnis Berbasis Pancasila
Konsep manajemen bisnis berbasis Pancasila merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik bisnis. Mubyarto (2023) mengembangkan konsep ekonomi Pancasila yang menekankan pada keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, serta antara mekanisme pasar dan peran negara.
Prinsip-prinsip bisnis berbasis Pancasila meliputi:
– Etika bisnis yang berlandaskan pada nilai ketuhanan
– Penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam praktik ketenagakerjaan
– Kontribusi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa melalui UMKM lokal
– Pengambilan keputusan yang demokratis dan partisipatif
– Distribusi keuntungan yang adil kepada seluruh pemangku kepentingan

2.5 Kerangka Konseptual
Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, penelitian ini menggunakan kerangka konseptual yang menggambarkan hubungan antara pemahaman Pancasila sebagai dasar negara, tantangan di era digital, dan strategi implementasi dalam pembelajaran Manajemen Bisnis. Kerangka ini menunjukkan bahwa pemahaman yang komprehensif tentang Pancasila, yang didukung oleh strategi pembelajaran yang efektif dan mampu menjawab tantangan era digital, akan menghasilkan karakter mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

3. METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dalam konteks mahasiswa Manajemen Bisnis di era digital.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Program Studi Manajemen Bisnis, Politeknik Negeri Manado, Sulawesi Utara. Waktu penelitian dilakukan selama 6 bulan, dari Januari hingga Juni 2025.
3.3 Informan Penelitian
Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria:
– Mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Bisnis semester 3-6
– Bersedia menjadi informan penelitian
– Memiliki pengalaman mengikuti mata kuliah Pendidikan Pancasila
Total informan penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang terdiri dari 15 mahasiswa laki-laki dan 15 mahasiswa perempuan dari berbagai semester.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode:
1. Observasi Partisipatif: Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dan perilaku mahasiswa di kampus.
2. Wawancara Mendalam: Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan 30 informan untuk menggali pemahaman, persepsi, dan pengalaman mereka terkait Pancasila sebagai dasar negara.
3. Studi Dokumentasi: Analisis terhadap dokumen kurikulum, RPS (Rencana Pembelajaran Semester), hasil tugas mahasiswa, dan dokumen relevan lainnya.

3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan meliputi:
– Pedoman observasi
– Pedoman wawancara
– Catatan lapangan
– Alat perekam (audio recorder) dengan persetujuan informan
– Dokumen pendukung

3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2020) yang terdiri dari empat tahap:
1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan seluruh data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi.
2. Kondensasi Data: Proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi, dan mentransformasi data mentah menjadi data yang bermakna.
3. Penyajian Data: Menyusun informasi dalam bentuk narasi, tabel, atau diagram yang memungkinkan penarikan kesimpulan.
4. Penarikan Kesimpulan: Menginterpretasi data dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan penelitian.

3.7 Keabsahan Data
Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang meliputi:
– Triangulasi Sumber: Membandingkan data dari berbagai informan
– Triangulasi Metode: Membandingkan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi
– Triangulasi Waktu: Melakukan pengumpulan data pada waktu yang berbeda

3.8 Etika Penelitian
Penelitian ini menerapkan prinsip-prinsip etika penelitian, termasuk:
– Mendapatkan informed consent dari seluruh informan
– Menjaga kerahasiaan identitas informan
– Memberikan hak kepada informan untuk menarik diri dari penelitian
– Menggunakan data penelitian hanya untuk kepentingan akademis

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil Informan Penelitian
Informan penelitian terdiri dari 30 mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis dengan karakteristik beragam. Berdasarkan semester, 8 mahasiswa berasal dari semester 3, 10 mahasiswa dari semester 4, 7 mahasiswa dari semester 5, dan 5 mahasiswa dari semester 6. Dari segi gender, terdapat keseimbangan dengan 15 mahasiswa laki-laki dan 15 mahasiswa perempuan. Rentang usia informan antara 19-22 tahun, yang merupakan generasi digital native.

4.2 Pemahaman Mahasiswa tentang Pancasila sebagai Dasar Negara
Hasil wawancara menunjukkan variasi pemahaman mahasiswa tentang Pancasila sebagai dasar negara:
Pemahaman Tekstual (60% informan):
Sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang masih bersifat hafalan dan belum kontekstual. Mereka mampu menyebutkan kelima sila Pancasila dan menjelaskan pengertian dasar negara secara umum, namun kesulitan mengaitkannya dengan praktik bisnis sehari-hari. Salah seorang informan menyatakan, “Saya tahu Pancasila itu dasar negara kita, lima silanya saya hafal, tapi kadang bingung bagaimana menerapkannya dalam bisnis.”
Pemahaman Kontekstual (30% informan):
Kelompok ini mampu mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan praktik bisnis, seperti kejujuran dalam transaksi (sila kedua), gotong royong dalam kerja tim (sila ketiga dan keempat), dan keadilan dalam pembagian keuntungan (sila kelima). Mereka menunjukkan kesadaran yang lebih baik tentang relevansi Pancasila dalam dunia bisnis modern.
Pemahaman Kritis (10% informan):
Sebagian kecil mahasiswa menunjukkan pemahaman yang mendalam dan kritis. Mereka mampu menganalisis fenomena bisnis kontemporer dengan perspektif Pancasila dan mengidentifikasi kesenjangan antara idealitas nilai Pancasila dengan realitas praktik bisnis di Indonesia.

4.3 Tantangan Implementasi Nilai-nilai Pancasila di Era Digital
Penelitian mengidentifikasi beberapa tantangan utama:
1. Pengaruh Budaya Konsumerisme
Media sosial dan platform digital menciptakan budaya konsumsi yang berlebihan di kalangan mahasiswa. Nilai-nilai materialistis sering kali bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan kesederhanaan dalam Pancasila. Hasil observasi menunjukkan bahwa 75% mahasiswa mengalami tekanan untuk mengikuti tren gaya hidup konsumtif yang dipromosikan melalui media digital.
2. Pragmatisme Bisnis
Orientasi pada profit maksimal tanpa mempertimbangkan aspek etika menjadi tantangan serius. Mahasiswa cenderung mengadopsi model bisnis asing yang mengedepankan efisiensi dan keuntungan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Fenomena ini tercermin dalam kasus-kasus diskusi kelas di mana 65% mahasiswa lebih mengutamakan strategi bisnis yang menguntungkan secara finansial meskipun kurang memperhatikan aspek keadilan sosial.

3. Disinformasi dan Hoaks Digital
Penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan tentang Pancasila di media sosial mempengaruhi persepsi mahasiswa. Beberapa informan mengaku pernah terpapar konten yang meragukan relevansi Pancasila atau mempromosikan ideologi alternatif. Hal ini mengindikasikan perlunya literasi digital yang kuat dalam konteks pendidikan Pancasila.
4. Krisis Keteladanan
Minimnya figur publik, termasuk pelaku bisnis, yang secara konsisten menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik bisnis mereka menciptakan krisis keteladanan. Mahasiswa kesulitan menemukan role model yang dapat mereka tiru dalam mengintegrasikan Pancasila dalam karier bisnis mereka.
5. Melemahnya Semangat Gotong Royong
Era digital mendorong individualisasi di mana mahasiswa lebih fokus pada pencapaian personal. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang merupakan nilai penting dalam Pancasila mengalami erosi, terutama dalam konteks persaingan akademik dan profesional.

4.4 Implementasi Pancasila dalam Pembelajaran Manajemen Bisnis
Hasil observasi terhadap proses pembelajaran menunjukkan:
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila:
Mata kuliah ini diajarkan pada semester awal dengan bobot 2 SKS. Namun, pendekatan pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan diskusi umum tanpa integrasi yang kuat dengan konteks manajemen bisnis. Hal ini menyebabkan mahasiswa menganggap Pancasila sebagai mata kuliah terpisah yang tidak relevan dengan kompetensi utama mereka.

Integrasi dalam Mata Kuliah Bisnis:
Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam mata kuliah inti manajemen bisnis seperti Etika Bisnis, Kewirausahaan, dan Manajemen Sumber Daya Manusia masih sangat terbatas. Hanya 25% dosen yang secara eksplisit mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan Ko-kurikuler:
Kegiatan di luar kelas seperti bakti sosial, kunjungan industri, dan seminar kewirausahaan belum optimal memanfaatkan momen untuk penguatan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan-kegiatan tersebut lebih berfokus pada aspek teknis dan praktis tanpa refleksi mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung.

4.5 Strategi Efektif Integrasi Nilai-nilai Pancasila
Berdasarkan temuan penelitian dan masukan dari informan, penelitian ini merumuskan beberapa strategi:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
Mengembangkan proyek bisnis yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, seperti pengembangan UMKM lokal, bisnis sosial, atau usaha yang ramah lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis tetapi juga praktik bisnis yang beretika dan bermanfaat bagi masyarakat.
2. Studi Kasus Etika Bisnis Pancasilais
Menggunakan kasus-kasus nyata bisnis Indonesia yang berhasil menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai bahan pembelajaran. Contohnya adalah analisis terhadap perusahaan-perusahaan BUMN yang menerapkan Corporate Social Responsibility atau koperasi yang menjalankan prinsip keadilan ekonomi.
3. Digital Learning Platform Berbasis Pancasila
Mengembangkan platform pembelajaran digital yang interaktif dan menarik bagi mahasiswa generasi digital. Platform ini dapat berisi konten multimedia, game edukatif, simulasi bisnis berbasis Pancasila, dan forum diskusi online yang termoderasi.
4. Mentoring dan Coaching
Program pendampingan oleh dosen, alumni, atau praktisi bisnis yang menjadi role model dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Melalui mentoring, mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman nyata dan mendapatkan bimbingan dalam menghadapi dilema etika bisnis.
5. Kolaborasi dengan Dunia Industri
Membangun kemitraan dengan perusahaan dan organisasi bisnis yang memiliki komitmen kuat terhadap etika bisnis Pancasilais. Melalui magang, kuliah tamu, atau proyek kolaboratif, mahasiswa dapat melihat implementasi nyata Pancasila dalam dunia kerja.
6. Penguatan Literasi Digital
Melatih mahasiswa untuk kritis terhadap informasi digital, mampu memilah konten yang berkualitas, dan menjadi produsen konten positif yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila di media sosial.

4.6 Pembahasan
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Pancasila telah diajarkan secara formal di perguruan tinggi, implementasi nilai-nilainya dalam konteks manajemen bisnis masih menghadapi berbagai tantangan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wibowo (2023) yang menemukan bahwa pendidikan Pancasila di perguruan tinggi cenderung bersifat normatif dan kurang kontekstual.
Tantangan di era digital memerlukan pendekatan baru yang lebih inovatif dan relevan dengan karakteristik generasi Z. Strategi pembelajaran harus mampu menjembatani kesenjangan antara nilai-nilai luhur Pancasila dengan realitas dunia bisnis digital yang dinamis. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus terbukti lebih efektif dalam membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dibandingkan metode ceramah konvensional.
Penelitian ini juga mengkonfirmasi pentingnya keteladanan dalam pendidikan karakter. Tanpa adanya role model yang jelas, nilai-nilai Pancasila akan tetap menjadi konsep abstrak yang sulit diimplementasikan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia industri dan keterlibatan praktisi bisnis yang beretika menjadi kunci keberhasilan pendidikan Pancasila di Program Studi Manajemen Bisnis.

5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pemahaman mahasiswa Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado tentang Pancasila sebagai dasar negara masih didominasi oleh pemahaman tekstual (60%) yang bersifat hafalan tanpa kontekstualisasi dengan praktik bisnis. Hanya 30% mahasiswa yang memiliki pemahaman kontekstual dan 10% yang memiliki pemahaman kritis.
2. Tantangan utama implementasi nilai-nilai Pancasila di era digital meliputi pengaruh budaya konsumerisme, pragmatisme bisnis yang mengabaikan etika, disinformasi digital, krisis keteladanan, dan melemahnya semangat gotong royong. Tantangan-tantangan ini berkaitan erat dengan karakteristik generasi digital dan dinamika globalisasi ekonomi.
3. Strategi efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Manajemen Bisnis mencakup pembelajaran berbasis proyek, studi kasus etika bisnis Pancasilais, pengembangan platform digital learning, program mentoring dan coaching, kolaborasi dengan dunia industri, dan penguatan literasi digital. Strategi-strategi ini perlu diimplementasikan secara komprehensif dan berkelanjutan.

5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penelitian ini memberikan saran sebagai berikut:
Untuk Program Studi Manajemen Bisnis:
1. Melakukan redesain kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara eksplisit dalam setiap mata kuliah inti, tidak hanya dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila
2. Membangun partnership dengan dunia industri untuk menyediakan role model dan kesempatan magang di perusahaan yang menerapkan prinsip bisnis Pancasilais

 

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, R. D. (2024). Pancasila dan Generasi Digital: Tantangan Pendidikan Karakter di Era 4.0. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(1), 45-58.
Hidayat, T., & Arifin, B. S. (2023). Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Etika Bisnis Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 21(3), 201-215.
Kaelan. (2020). Pendidikan Pancasila. Paradigma: Yogyakarta.
Latif, Y. (2021). Revolusi Pancasila. Mizan: Jakarta.
Lickona, T. (2021). Character Matters: Persoalan Karakter. Bumi Aksara: Jakarta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Mubyarto. (2023). Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Kemungkinan. BPFE: Yogyakarta.
Nurwardani, P., dkk. (2022). Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Prayogi, R., & Danial, E. (2024). Pergeseran Nilai-nilai Pancasila di Era Digital dan Upaya Revitalisasinya. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan.

Barta1.Com
Tags: Implementasi Nilai - Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara Dalam Membentuk Karakter Mahasiswa di Program Studi Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Manado Era DigitalM.H Jurusan : Administrasi Bisnispoliteknik negeri manadoProgram Studi Manajemen BisnisRomana Octavia Debora PessakS.HS.Th
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
(Gambar: Ilustrasi AI)

Penantian di Sudut Jalan Woloan

Discussion about this post

Berita Terkini

  • 13 Tahun Putusan MK.35: Negara Masih Ingkar terhadap Hak-Hak Masyarakat Adat 16 Mei 2026
  • Dukungan Modal Usaha Dorong Pemberdayaan UMKM di Gorontalo 16 Mei 2026
  • Daya 66.000 VA Menyala di Melonguane, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Beranda Utara NKRI 16 Mei 2026
  • Meningkatkan Akses Desa, Bantuan TJSL Wujudkan Jalan Paving di Tempang Dua 16 Mei 2026
  • PLN UID Suluttenggo Pastikan Kelistrikan Andal Saat Kunjungan Presiden Prabowo di Gorontalo 16 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In