Jakarta, Barta1.com – Belum lama, industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dengan total investasi mencapai Rp 5,767 triliun, menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan transformasi energi bersih. Perkembangan ini didorong oleh semakin tingginya permintaan masyarakat terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan, sebagaimana terlihat dari peningkatan penggunaan angkutan massal berbasis listrik.
Kementerian Perindustrian mencatat bahwa kapasitas produksi kendaraan listrik domestik sangat menjanjikan: industri bus listrik mampu memproduksi 4.100 unit per tahun, mobil listrik mencapai 110.660 unit per tahun, sementara kendaraan roda dua dan tiga listrik memiliki kapasitas produksi masif hingga 2,51 juta unit per tahun.
Data pabrikan kendaraan listrik menunjukkan bahwa hingga Agustus 2025, populasi mobil listrik saja telah menyentuh angka 98.764 unit, sebuah angka yang nyaris menembus 100 ribu. Pertumbuhan ini menjadikan Indonesia salah satu pasar EV tercepat di Asia Tenggara.
Namun, pesatnya lonjakan populasi dan kapasitas produksi ini menempatkan PT PLN (Persero) sebagai gerbang utama dan penentu akselerasi keberhasilan transisi energi di sektor transportasi. Keberhasilan industri sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai.
“Dari pesatnya jumlah permintaan kendaraan listrik, PT PLN (Persero) memiliki peran penting sebagai motor perubahan transisi energi ramah lingkungan di Indonesia,” demikian pernyataan yang menegaskan peran sentral BUMN kelistrikan tersebut.
Infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dibangun PLN menjadi kunci akselerasi penggunaan energi hijau di sektor transportasi. Tanpa jaringan pengisian yang andal, pertumbuhan EV berpotensi terhambat.
Saat ini, jumlah SPKLU PLN yang telah beroperasi, baik dibangun sendiri maupun kolaborasi, telah mencapai 4.134 unit. Ini merupakan upaya nyata untuk menjembatani pertumbuhan antara kendaraan yang beredar dengan ketersediaan energi.
PLN sendiri telah menetapkan target ambisius, yaitu meningkatkan jumlah SPKLU secara signifikan. Mereka menargetkan mampu membangun hingga total 5.800 unit SPKLU pada akhir Desember 2025, menjamin bahwa pertumbuhan industri dan populasi EV akan diimbangi oleh infrastruktur pendukung yang kuat. (**)
Editor:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post