Jakarta, Barta1.com – PT PLN (Persero) menegaskan baru-baru ini peran vitalnya sebagai motor penggerak utama dalam transformasi energi bersih di Indonesia, khususnya melalui akselerasi pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. Upaya ini dilakukan seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi kendaraan listrik (EV) di Tanah Air yang membutuhkan dukungan jaringan pengisian yang masif.
Percepatan ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim, di mana kendaraan listrik menjadi salah satu solusi utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi. Di jalanan Jakarta, fenomena “koridor hijau” seperti KRL, Bus Listrik Transjakarta, LRT, dan MRT semakin diminati, menunjukkan pergeseran ke arah transportasi berbasis listrik.
Data menunjukkan bahwa hingga Agustus 2025, populasi mobil listrik di Indonesia telah mencapai 98.764 unit. Perkembangan pesat ini didukung oleh investasi industri kendaraan listrik yang mencapai Rp 5,767 triliun, mencakup bus, mobil, serta kendaraan roda dua dan tiga.
Menurut PLN, kunci dari akselerasi penggunaan energi hijau di sektor transportasi terletak pada ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang memadai dan mudah diakses.
Saat ini, jumlah SPKLU yang telah dibangun oleh PLN, baik secara mandiri maupun kolaborasi, telah mencapai 4.134 unit di seluruh Indonesia.
Meskipun demikian, perusahaan pelat merah tersebut tidak berhenti di angka tersebut. PLN menargetkan peningkatan signifikan dalam jumlah infrastruktur pengisian daya.
Perusahaan berambisi hingga akhir Desember 2025 mampu membangun total 5.800 unit SPKLU untuk menjamin kenyamanan pengguna EV dan menghilangkan kekhawatiran terkait jangkauan (range anxiety).
“PLN memiliki peran penting sebagai motor perubahan transisi energi ramah lingkungan di Indonesia. Ibarat perjalanan, PLN sebagai gerbang menuju energi bersih yang diharapkan bangsa,” demikian pernyataan resmi yang menggambarkan peran strategis PLN dalam ekosistem EV nasional. (**)
Editor:
Iverdixon Tinungki


Discussion about this post