Makassar, Barta1.com – Pameran otomotif terbesar di Sulawesi awal November 2025 menjadi panggung penegasan kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan pemerintah pusat serta daerah dalam mendorong ekosistem kendaraan listrik (EV). PLN hadir dengan program Home Charging Service (HCS) 2.0, sementara Pemerintah menyoroti dukungan regulasi dan industri dalam negeri.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menegaskan komitmen pemerintah.
“Pemerintah sedang mendorong pengembangan baterai produksi dalam negeri yang diproyeksikan dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan. Kegiatan pameran otomotif ini berkontribusi besar dalam mensosialisasikan perkembangan teknologi, khususnya kendaraan yang menggunakan baterai,” jelas Setia Kamis (27/22/2025)
Dukungan tersebut didasari oleh urgensi transisi energi. Analis Kebijakan Ahli Muda Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Nur Taufik, memaparkan manfaat lingkungan dan ekonomi.
“Kendaraan listrik berkontribusi mengurangi emisi karena secara langsung memperbaiki kualitas udara. Selain itu yang tidak kalah penting, penggunaan kendaraan listrik dapat memaksimalkan penggunaan energi domestik,” kata Nur Taufik.
Kementerian ESDM pun terus memberikan dukungan melalui regulasi infrastruktur.
“Kementerian ESDM akan terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami optimistis bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih dari kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan listrik,” tegas Nur Taufik.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri, menyoroti posisi strategis wilayahnya.
“Makassar adalah gerbang Indonesia Timur. Artinya pangsa pasar ada, dan bisa terus tumbuh, terkhusus juga untuk kendaraan listrik. Kehadiran PLN dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan terhadap ekosistem kendaraan ramah lingkungan,” sebut Munafri.
Ketua Penyelenggara Pameran, Anton Kumonty, membenarkan potensi besar Makassar, yang dipilih sebagai kota penyelenggara karena kontribusinya.
“Makassar punya kontribusi 4,1% terhadap total penjualan otomotif nasional, yang menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan, termasuk untuk kendaraan listrik,” ia menandaskan.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, memastikan PLN siap mendukung pertumbuhan pasar ini.
“Kami telah memetakan titik-titik strategis dan menyiapkan lounge di SPKLU untuk memastikan kenyamanan pelanggan. Melalui fitur di PLN Mobile, pelanggan tidak akan kesulitan menemukan SPKLU dan merencanakan perjalanan,” lanjut Edyansyah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, meyakinkan masyarakat mengenai kesiapan pasokan.
“Saat ini, masyarakat mulai antusias dengan kendaraan listrik karena lebih efisien dan efektif. Potensi pasar juga sangat besar sehingga Pemerintah Sulsel terus mendukung kebijakan percepatan ekosistem, di lingkungan internal pemerintahan maupun kemudahan bagi masyarakat,” kata Andi Eka.
Ia menambahkan, sistem kelistrikan di Sulsel saat ini dalam kondisi aman, dengan daya mampu yang jauh lebih besar daripada beban puncak. Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencatatkan cadangan daya sebesar 696,22 MW dari total daya mampu 2.293 MW, menunjukkan bahwa infrastruktur energi siap mendukung transisi transportasi hijau di Indonesia Timur. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post