Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jein Laluyan, menyampaikan kritik tajam terkait persoalan distribusi dana hibah untuk sejumlah cabang olahraga di Sulut. Hal itu ia ungkapkan dalam pembahasan bersama TAPD dan Banggar di Ruang Paripurna, Selasa (25/11/2025).
“Seharusnya TAPD sudah mampu menilai cabang olahraga mana yang layak menerima dana hibah. Saya berbicara secara umum, tetapi saya tahu persis bahwa untuk olahraga tinju, dana hibah yang diberikan nol rupiah,” tegas Jein.
Ia menyoroti bahwa beberapa cabang olahraga telah berhasil mengharumkan nama Sulut dengan meraih medali emas dan perak.
“Saya ambil contoh pada PON Aceh–Medan. Cabang tinju masuk lima besar finalis dengan perolehan tiga emas dan dua perak. Itu pencapaian terbanyak dibanding cabang olahraga lain. Namun, apresiasi pemerintah terhadap prestasi ini justru bernilai 0,00 rupiah,” ujarnya dengan nada kecewa.
Politisi PDI Perjuangan ini mengaku heran dengan pola pikir pemerintah terkait pembinaan olahraga.
“Seharusnya persoalan seperti ini tidak perlu saya pertanyakan lagi. Lalu bagaimana dengan pembinaan atlet? Bagaimana mereka membeli peralatan latihan dan kebutuhan lainnya? Bentuk dukungan dan apresiasi pemerintah provinsi itu apa?” katanya.
Jein pun mengusulkan agar dana hibah dapat dibagi secara proporsional untuk cabang olahraga peraih medali emas dan perak yang telah membawa nama harum Sulut.
Sebelumnya, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen juga sempat menyoroti perbedaan mencolok antara anggaran untuk Portina (Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia) yang hampir mencapai seratus juta rupiah, sementara Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) justru menerima 0,00 rupiah.
Untuk meredakan perdebatan, Ketua Silangen sempat menduga adanya kesalahan penulisan, bahwa mungkin yang dimaksud adalah Pertina, bukan Portina.
Namun dugaan tersebut langsung dibantah oleh Ketua Fraksi Golkar Sulut, Cindy Wurangian.
“Tidak, Ketua. Portina itu ada,” tegasnya.
Di tengah perdebatan mengenai Portina dan Pertina, anggota DPRD Sulut Louis Carl Schramm tampak memilih diam dan keluar ruangan. Ia kembali hanya setelah pembahasan selesai. Belakangan diketahui Ketua Portina Sulut, ialah Louis Carl Schramm sendiri, di mana olahraga tradisional ini mendapatkan anggaran hampir seratus juta rupiah.
Sekprov Sulut, Thalis Galang, langsung menanggapinya, terkait pertanyaan ibu Jeane Laluyan. “Kami akan koordinasikan kembali dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.”
“Kami akan lihat lagi seperti apa penganggaran yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga, karena memang benar apa yang disampaikan tadi. Atlet yang berprestasi itu, harus mendapatkan apresiasi dari pemerintah provinsi,” ungkap Tahlis.
Lanjut dia, salah satu apresiasi yang sudah dipastikan adalah mereka yang sudah memperoleh prestasi di bidang olahraga, yaitu ditambahkan di BPJS ketenagakerjaan. ” Jadi, program perkasa kepada Rohaniawan dan pemuka agama itu tetap lanjut, bahkan dengan segmennya ditambah dengan 2500 insan olahraga yang sudah mengharumkan nama Provinsi Sulut.”
” Insan olahraga dan budaya, dan saat ini sedang diidentifikasi,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post