Manado, Barta1.com – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UID Suluttenggo tidak hanya berfokus pada kuantitas transaksi, tetapi juga kualitas dan keragaman produk serta inklusi ekonomi.
Hal ini terlihat jelas dari spektrum produk UMKM binaan yang dipamerkan di Manado High Street Market 2025, yang berhasil membukukan total omzet mencapai Rp100.376.000.
Pencapaian omzet ratusan juta selama lima hari pameran (15-19 Oktober 2025) di Atrium Manado Town Square 3 ini menjadi bukti nyata keberhasilan PLN dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan kaya akan variasi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menekankan bahwa mandat pemberdayaan PLN tidak hanya terbatas pada sektor mainstream. Fokus perusahaan adalah mengangkat semua potensi ekonomi lokal, termasuk yang paling unik dan inovatif, agar mampu bersaing dan mandiri.
“Dukungan kami terhadap UMKM merupakan implementasi program TJSL yang mendorong prinsip keberlanjutan dan inklusi. Keberagaman produk di booth kami, mulai dari kerajinan unik hingga layanan jasa disabilitas, adalah representasi dari komitmen ini,” ungkap Usman Bangun.
Keragaman produk unggulan yang berhasil mencuri perhatian pengunjung memang sangat luas, mencerminkan kekayaan sumber daya Sulawesi Utara. Di sektor Kerajinan dan Fashion, terdapat produk inovatif seperti tas dari sabuk kelapa (Wale gonofu) dan aneka produk rajutan (Ivonne Kowijaya).
Sektor Kuliner juga menjadi sumber daya terbarukan dengan aneka minuman Kopi lokal (Biji Itang Street Coffee), Dim Sum, kue-kue premium (Momilan Cake & Dessert), hingga produk khas seperti Keripik Goroho dan Abon Cakalang Trikora yang telah menembus rantai pasok industri besar (Indofood).
Hal yang paling menguatkan voltase inklusivitas program ini adalah partisipasi UMK Disabilitas yang menawarkan Layanan Pijat Kebugaran dan Refleksi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen PLN dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didukung perusahaan menjangkau setiap elemen masyarakat.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menyatakan bahwa kolaborasi dengan inisiator seperti Indonesia Marketing Association (IMA) Sulawesi Utara adalah cara PLN memberikan power-up kepada pelaku usaha, terutama entrepreneur muda UMK binaan, untuk memperluas coverage pasar.
Dengan diversifikasi produk yang diperkuat dukungan institusional seperti ini, PLN berharap ajang Manado High Street Market menjadi generator semangat bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi, memperluas jejaring, dan menjadi key-driver yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Sulawesi Utara secara inklusif dan berkelanjutan. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post