Minsel, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Program BIMA Kemendikti Saintek Tahun 2025 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema pemberdayaan berbasis
Masyarakat di Desa Wisata Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Sabtu (18/10/2025).

Program ini menggandeng mitra UMKM Toronata, yang berfokus pada pengolahan sampah
plastik menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi.

Kegiatan PkM ini bertujuan untuk menjawab permasalahan utama yang dihadapi mitra UMKM Toronata di desa wisata Wiau Lapi, yaitu untuk peningkatan kapasitas produksi dan penguatan strategi pemasaran produk daur ulang.

Pelaksanaan kegiatan dimulai awal Oktober 2025 dan akan berakhir pada bulan November 2025,
dengan rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi penggunaan energi surya (solar sel) untuk
mendukung proses daur ulang plastik, penyerahan solar sel dan oven daur ulang plastik kepada
UMKM Toronata yang disaksikan Hukum Tua desa Wiau Lapi Ferry Kumendong, serta pelatihan
dan pendampingan pembuatan produk daur ulang seperti gelang tangan, gantungan kunci, dan
paving block, disertai pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana Dr. Steven Johny Runtuwene, SST., M.Eng, bersama
tim dosen Dr. Winda Sanni Slat, SST., M.Eng, Priyono, SST., MT Niko Pinangkaan, ST., MT, serta
mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro dan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado.
Ketua UMKM Toronata, Jerry Rintjap sebagai mitra dalam kegiatan ini menyampaikan
apresiasinya terhadap dukungan Polimdo untuk pengolahan sampah plastik di desa wisata Wiau
Lapi melalui program BIMA.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan dan pendampingan dari tim dosen Polimdo. Panel surya
dan oven daur ulang serta pelatihan yang diberikan sangat membantu kami dalam meningkatkan
kemampuan produksi dan membuka peluang baru dalam pemasaran produk berbahan plastik
daur ulang,” ungkap Jerry.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Steven Johny Runtuwene, SST., M.Eng menjelaskan bahwa
pemanfaatan energi surya menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya mendukung proses
daur ulang yang ramah lingkungan.
“Penerapan teknologi solar sel dalam kegiatan daur ulang plastik tidak hanya mengurangi
ketergantungan terhadap sumber energi konvensional, tetapi juga menjadikan proses produksi
lebih efisien dan berkelanjutan. Ini adalah langkah konkret menuju industri kreatif hijau berbasis energi terbarukan, ” Dr Steven.
Sementara itu, Priyono, SST, MT menekankan bahwa dukungan teknologi tepat guna seperti oven
daur ulang plastik akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan produktivitas mitra.
Begitupun dengan Dr. Winda, bahwa dengan adanya oven daur ulang plastik, UMKM Toronata kini dapat mengolah serpihan plastik menjadi
berbagai bentuk produk baru dengan kualitas yang lebih baik. Hal ini sekaligus meningkatkan
kapasitas produksi serta menambah variasi produk daur ulang yang dapat dipasarkan.
Diketahui, program PkM BIMA Polimdo ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan
masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis teknologi, serta
mendukung upaya pengelolaan sampah plastik berkelanjutan dan pemanfaatan energi bersih di daerah Pedesaan. (*)
Editor : Meikel Pontolondo


Discussion about this post