Palu, Barta1.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) tengah mengalirkan energi hijau melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Pelatihan dan Praktik Edukasi Ekosistem Green Energy”.
Kegiatan ini digelar di SMK Negeri 3 Palu dari 2 hingga 9 September 2025, menjadi katalisator transisi energi bersih di wilayah Sulawesi. Tidak hanya menyemarakkan komitmen PLN terhadap keberlanjutan, tapi juga menyalakan semangat inovasi di kalangan generasi muda.
Dengan fokus pada konversi kendaraan listrik, program ini selaras dengan target nasional Indonesia untuk mencapai 98 ribu unit mobil listrik pada 2025, sebagai langkah awal menuju 2 juta kendaraan listrik hingga 2027-2028.
Turut hadir dalam pelatihan ini General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, yang memimpin jalannya acara. Kehadirannya ditemani Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Yudiawati V. Windarrusliana, SKM., M.Kes, serta Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, S.Pd., menandai kolaborasi kuat antara sektor energi dan pendidikan.
Lewat kerjasama strategis dengan PT Percik, PLN UID Suluttenggo memberikan pelatihan konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik. Inisiatif ini mendukung transisi energi bersih di Indonesia, di mana elektrifikasi Sulawesi Utara telah mencapai produksi listrik hingga 2.095,38 GWh pada 2023, dengan potensi pertumbuhan lebih lanjut pada 2025.
Sebanyak 65 peserta, terdiri dari siswa dan guru dari berbagai sekolah kejuruan di Kota Palu, mengikuti kegiatan dengan antusias tinggi. Mereka tidak hanya dibekali teori tentang teknologi kendaraan listrik, tapi juga konsep ekosistem energi hijau yang mengalirkan efisiensi dan ramah lingkungan.
Para peserta terlibat langsung dalam praktik konversi motor listrik, mempraktikkan bagaimana mengubah mesin berbahan bakar fosil menjadi sistem bertegangan listrik. Pengalaman hands-on ini dirancang untuk memperkuat keterampilan, sejalan dengan target pemerintah agar 100 ribu kendaraan listrik mengaspal akhir 2025.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bagian dari komitmen PLN mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia menyoroti kesiapan generasi muda menghadapi era transisi energi, dengan PLN sebagai gardu induk inovasi.
“Kami ingin menanamkan semangat inovasi dan keberlanjutan kepada generasi muda, agar mereka mampu menjadi bagian dari ekosistem energi hijau di masa depan,” ujar Usman, menambahkan bahwa program ini mendukung rencana PLN untuk tambah 20,9 GW kapasitas energi terbarukan hingga 2030.
“Konversi motor listrik bukan hanya tentang ramah lingkungan, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru,” tambah Usman. Ia melihat potensi besar pada siswa SMK sebagai pionir teknisi di bengkel konversi, siap mengisi kebutuhan pasar SDM teknologi kendaraan listrik yang diproyeksi capai 400 ribu unit mobil listrik pada 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Yudiawati V. Windarrusliana, mengapresiasi inisiatif PLN yang memberikan kesempatan belajar langsung tentang teknologi ramah lingkungan. Ia menilai pelatihan ini sebagai arus kuat untuk membangun kesadaran energi berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” ujarnya, seraya menyoroti bagaimana elektrifikasi di Sulawesi Utara terus berkembang dengan program listrik desa yang menjangkau 1.285 lokasi pada 2025.
“Kami atas nama Dinas Pendidikan Kota Palu menyampaikan terima kasih kepada PLN UID Suluttenggo atas dukungan nyata bagi peningkatan kompetensi peserta didik di bidang teknologi hijau. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di sekolah-sekolah lainnya,” tambah Yudiawati, mengharapkan aliran energi edukasi yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Palu, Hamka, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan kegiatan di sekolahnya. Ia melihat ini sebagai tegangan tinggi kepercayaan dari PLN untuk mendidik generasi hijau.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN UID Suluttenggo atas kepercayaannya menjadikan SMK Negeri 3 Palu sebagai tempat pelaksanaan kegiatan edukasi green energy ini. Melalui kegiatan ini, siswa kami mendapat pengalaman berharga yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membuka wawasan mereka terhadap pentingnya energi ramah lingkungan,” ungkap Hamka, menekankan dampak jangka panjang terhadap transisi energi nasional menuju net zero emission 2060, di mana PLN targetkan emisii peak pada 2030 sebelum turun drastis. (**)
Editor:
Ady Putong


Discussion about this post