SANGIHE, BARTA1.COM – Suasana khidmat menyelimuti upacara pembukaan pemusatan pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin pagi, (4/8/2025).
Di Papanuhung Santiago Tampunganglawo, yang menjadi saksi awal perjuangan 30 siswa terpilih, dua di antaranya berbagi cerita tentang harapan, tekad, dan mimpi mereka menyambut momen 17 Agustus mendatang.
Muhammad Zaaki Manise (16), siswa SMA Negeri 1 Kendage, tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. “Perasaan saya sangat senang, karena ini cita-cita saya sejak kecil: menjadi Paskibraka. Harapan saya ke depan, saya bisa memberikan yang terbaik,” ujar Zaaki saat ditemui usai upacara.
Senada dengan Zaaki, Joaqueena Hangau dari SMK Negeri 2 Tahuna juga menunjukkan semangat yang tak kalah besar. “Terima kasih telah memilih saya. Harapan ke depan, saya ingin lebih banyak berpartisipasi dalam pengibaran bendera pusaka,” kata Joaqueena. Ia mengaku saat ini fokus mempersiapkan mental agar dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik. “Semoga pada upacara 17 Agustus nanti semua berjalan lancar,” ujarnya.
Upacara pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dan Wakil Bupati, Tendris Bulahari. Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Bupati Thungari menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar barisan pengibar bendera, melainkan simbol utama dari semangat kemerdekaan.
“Dan ingatlah, pada tanggal 17 Agustus nanti, kalianlah yang akan menjadi simbol utama dari perayaan kemerdekaan kita—berdiri gagah dengan membawa lambang Merah Putih, mewakili seluruh cita-cita dan harapan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Thungari.
Selama masa pelatihan, para peserta akan digembleng dalam kedisiplinan, kekompakan, dan fisik prima, sebelum akhirnya menjalankan tugas mulia pada upacara HUT ke-80 Republik Indonesia.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post