• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Sangihe Menanam, Sangihe Makan: Thungari Menantang Ketergantungan Pangan

by Meikel Eki Pontolondo
12 Juli 2025
in Daerah, Politik
0
Foto: Bupati Kepulauan Sangihe saat berkunjung ke perkebunan dalam acara pembukaan Gerakan Membara Mesuang. (Dok. Istimewa)

Foto: Bupati Kepulauan Sangihe saat berkunjung ke perkebunan dalam acara pembukaan Gerakan Membara Mesuang. (Dok. Istimewa)

0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Saat rombongan pejabat Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe memijakkan kaki di lahan Balai Benih Utama (BBU) Pertanian, Kampung Lenganeng, Jumat (11/7/2025). Aroma tanah basah dan raut ceria kelompok tani menembus udara yang lembab. Di atas petak lahan sayur-sayuran Bupati Michael Thungari berdiri tegap, membuka sebuah babak baru dari program 100 hari pemerintahannya: Gerakan Membara Mesuang.

Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Di balik nama yang meletup itu, Membara Mesuang, yang berarti “semangat menanam”, dan secara akronim dibaca sebagai menanam bersama rakyat, mendukung swasembada untuk ketahanan pangan terdapat kegelisahan panjang soal ketahanan pangan di kabupaten yang dikepung laut ini.

“Kita masih sangat bergantung pada pasokan dari luar,” ujar Thungari dalam sambutannya, dengan nada suara yang meninggi di bagian akhir kalimat. “Hasil hortikultura kita sebagian besar masih diangkut dari luar daerah. Ini harus diakhiri.”

Pernyataan Thungari adalah kritik sekaligus ajakan. Ia menekan untuk membuka peluang besar di sektor hortikultura yang selama ini tak tergarap maksimal. “Lahan kita cocok untuk hortikultura, tinggal keseriusan,” katanya sambil menekankan bahwa ketahanan pangan bukan cuma tanggung jawab pemerintah.

Franky Nantingkaseh, Kepala Dinas Pertanian Daerah (Distanda) Sangihe, tak menampik tantangan yang dihadapi. Namun ia menaruh optimisme pada gerakan yang sedang dimulai ini. “Ini bukan hanya slogan untuk mengajak,” katanya. “Ada aksi nyata yang kami susun menyentuh semua lini: dari aparat desa, kelompok tani, sampai pelibatan generasi muda.”

Program ini mengusung pendekatan gotong royong, pemanfaatan lahan tidur, pendampingan teknis pertanian, hingga penyaluran benih dan pupuk. Nantingkaseh meyakini, kalau semangat menanam itu bisa ditularkan ke setiap kampung, swasembada bukan lagi angan-angan.

Ketahanan pangan memang menjadi agenda nasional. Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sulawesi Utara telah menekankan urgensinya dalam berbagai pidato dan instruksi resmi. “Tanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam,” demikian bunyi satu kalimat yang dikutip Thungari dari surat gubernur. Sebuah prinsip sederhana, namun mengandung muatan politis dan strategis yang dalam: mengurangi ketergantungan dan memperkuat kedaulatan pangan dari akar rumput.

Gerakan menanam bersama rakyat telah dimulai. Entah akan tumbuh besar atau tidak, setidaknya satu api sudah dinyalakan: Dan dari bara itu, Sangihe berharap menyulut ketahanan baru di tengah ombak ketidakpastian pangan global.

Peliput: Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: BBU PertanianBupati Michael ThungariFranky NantingkasehPemerintah Daerah Kepulauan Sangihe
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
Foto: Ketua HKTI Sangihe bersama Bupati Kepulauan Sangihe di Perkebunan warga di Kampung Lenganeng. (Dok. Rendy/Barta1)

HKTI Sangihe: Gerakan Membara Mesuang Adalah Titik Terang Bagi Petani

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Michael Thungari Pastikan Seluruh Korban Gempa Sangihe Dapat Bantuan Darurat 15 Juni 2026
  • Penyempurnaan RTRW Sulut Dipercepat, DPRD dan Pemprov Matangkan Tindak Lanjut Evaluasi Kemendagri 15 Juni 2026
  • DPRD Soroti Finalisasi Perda RTRW Sulut 15 Juni 2026
  • Royke Roring Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi RT/RW Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulut 15 Juni 2026
  • KMPA Tansa dan KPAB Nucifera Tebar Kepedulian 14 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In