Sangihe, Barta1.com – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Fentje Janis, menilai peluncuran program “Gerakan Membara Mesuang” sebagai langkah strategis yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian dari akar rumput.
Menurut Janis, program yang dicanangkan langsung oleh Bupati Michael Thungari di lahan Balai Benih Utama (BBU) Kampung Lenganeng, Jumat, (117/2025), menjadi sinyal positif bagi masa depan petani di wilayah perbatasan itu.
“Satu hal yang sangat positif dalam rangka menunjang rencana kerja Bupati ke depan, yaitu dengan meletakkan dasar pertanian sekaligus menopang program nasional swasembada pangan,” kata Janis kepada Barta1.
Ia menyebut bahwa pelibatan langsung petani melalui penyerahan bibit oleh Bupati adalah bentuk konkret keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat tani. “Ini harus disambut secara antusias. Langkah ini menjadi titik terang bahwa pemerintah kabupaten mendukung sepenuhnya kemajuan petani,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengakui masih tingginya ketergantungan pangan Sangihe terhadap pasokan dari luar daerah, terutama di sektor hortikultura. “Padahal untuk tanaman hortikultura, kita memiliki banyak lahan yang cocok kalau diseriusi. Jadi kita tidak boleh menyerah,” ucap Thungari. Ia juga menyinggung pentingnya memaknai kembali prinsip “tanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam” sebagai fondasi ketahanan pangan lokal.
Janis menambahkan, HKTI menilai gerakan ini sebagai awal baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami siap bersinergi dan terus mendampingi para petani agar gerakan ini tidak berhenti di seremoni. Ini harus jadi gerakan yang berkelanjutan,” katanya.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post