Sangihe, Barta1.com – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sangihe, Cherry Soeyoenus, meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di daratan Kepulauan Sangihe, Senin (15/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Bupati meninjau tiga kampung terdampak di Kecamatan Kepulauan Marore, yakni Kampung Matutuang, Kawio, dan Marore. Dalam peninjauan tersebut, turut hadir tim asesmen penanganan darurat bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga di lapangan.
Di wilayah daratan Sangihe, terdapat dua kampung yang mengalami dampak signifikan akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut pekan lalu, yakni Kampung Simueng di Kecamatan Tabukan Selatan dan Kampung Utaurano di Kecamatan Tabukan Utara.
Berdasarkan data sementara, di Kampung Simueng tercatat sebanyak 35 rumah mengalami kerusakan berat, empat rumah rusak ringan, serta satu rumah ibadah terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp720 juta dengan 39 kepala keluarga atau sekitar 140 jiwa terdampak bencana.
Kebutuhan mendesak warga di kampung tersebut saat ini meliputi makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan bayi.
Sementara itu, di Kampung Utaurano terdapat 42 bangunan yang terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 38 merupakan rumah warga dengan rincian lima rumah rusak ringan, 35 rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak berat. Selain itu, empat bangunan umum mengalami kerusakan sedang, terdiri dari dua bangunan sekolah dan dua tempat ibadah.
Sebanyak 108 jiwa terdampak di kampung tersebut. Dua kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat untuk sementara waktu harus menumpang di rumah warga lainnya.
Dalam kesempatan itu, Michael Thungari menegaskan pemerintah terus bergerak menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terdampak.
“Bantuan yang saat ini disalurkan meliputi terpal, matras, tikar, dan bahan kebutuhan pokok. Untuk rumah rusak sedang diberikan matras, tikar dan bahan pokok, sedangkan rumah rusak ringan mendapat bantuan bahan pokok,” kata Thungari.
Ia menjelaskan, tim teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pengajuan bantuan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan, Bupati meminta para Kapitalaung agar segera melakukan penanganan sementara melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam).
“Kalau hanya retak atau kerusakan ringan lainnya, saya berharap APBKam dapat digunakan untuk membantu perbaikan rumah warga maupun rumah ibadah yang terdampak,” ujarnya.
Menurut Thungari, bantuan untuk rumah rusak sedang dan berat akan melalui proses verifikasi oleh tim kabupaten sebelum diusulkan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan.
Ia juga menjelaskan bahwa bentuk bantuan yang akan diberikan masih dalam tahap kajian pemerintah, apakah berupa material bangunan atau bantuan dalam bentuk uang. Namun, bantuan tersebut dipastikan merupakan bantuan penanganan darurat pascabencana.
“Bantuan ini bukan untuk membangun rumah permanen seperti semula, tetapi untuk memastikan rumah warga dapat digunakan kembali dalam kondisi darurat. Biasanya berupa baja ringan, lembar GRC, seng, kayu, maupun tripleks,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah tidak boleh dikaitkan dengan kepentingan politik apa pun.
“Dalam minggu ini hampir 500 kepala keluarga akan mendapatkan bantuan. Ini bukan bantuan politik. Jangan menghubungkan bantuan ini dengan politik. Memilih ataupun tidak memilih kami, masyarakat yang rumahnya rusak tetap harus mendapatkan bantuan. Ini yang saya tekankan kepada para Kapitalaung. Siapa pun yang rumahnya rusak tetap harus mendapatkan bantuan,” tegas Thungari.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama BNPB dan BPBD terus melakukan pendataan serta penanganan darurat guna memastikan seluruh warga terdampak gempa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan secepat mungkin.
Peliput: Rendy Saselah

Discussion about this post