Manado, Barta1.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Pierre Makisanti, angkat suara dalam rapat lintas komisi bersama pihak eksekutif terkait pembahasan nama Rumah Sakit ODSK, yang berlangsung di Ruang Komisi IV DPRD Sulut, Jumat (4/7/2025).
Makisanti meminta agar papan nama RS ODSK yang sempat dicabut, segera dipasang kembali.
“Kalau bisa, nama itu dipasang lagi lengkap dengan kepanjangannya, supaya tidak ada salah paham. Pasanglah itu kembali. Setahu saya, dulu itu dipasang di dalam,” ujar Makisanti.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Galang, menjelaskan bahwa selama dirinya mendampingi Gubernur Yulis Selvanus dan Wakil Gubernur Victory Mailangkay, baik itu saat menjabat sebagai Plt Asisten II, Kepala Dinas Koperasi, hingga kini sebagai Plt Sekprov belum pernah ada arahan langsung dari Gubernur terkait penggantian nama rumah sakit tersebut.
“Kami tidak pernah menerima perintah atau arahan dari Pak Gubernur soal pergantian nama seperti yang disebutkan,“ kata Tahlis.
Sementara itu, Direktur RS Tipe B Provinsi Sulut, Lidya Tulus, menambahkan bahwa nama “ODSK” pertama kali dipasang pada 2023, saat dirinya mulai menjabat sebagai direktur. Sebelumnya, tidak ada nama tersebut.
“Pemasangan nama ODSK itu inisiatif saya pribadi. Saat ada yang bertanya, saya jelaskan bahwa ODSK itu singkatan dari ‘Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga’. Itu saya pasang di tahun 2023,” ujar Lidya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa nama resmi rumah sakit tetap mengacu pada data di Kementerian Kesehatan, yakni RS Tipe B Provinsi Sulut. Nama “ODSK” hanya sebagai branding.
“Alasan pencabutan nama ODSK karena sempat terjadi korsleting akibat air terjun di depan rumah sakit. Dari Polda sempat datang mengecek apakah papan nama itu dihilangkan, tapi kami jelaskan bahwa papan nama itu masih ada dan sedang diperbaiki. Kami sudah siapkan desain baru, lengkap dengan artinya, dan akan segera dipasang kembali,” tutup Lidya.
Diketahui RDP itu dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, dan dihadiri anggota lainya, seperti Vonny Paat, Royke Roring, Jeane Laluyan, Berty Kapojos, Eldo Wongkar, Pierre Makisanti, Louis Carl Schramm, Julyeta Paulina Runtuwene, Feramitha Mokodompit, dan Pricylia Rondo. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post