Manado, Barta1.com – Universitas Parna Raya Manado kembali membuka peluang bagi para calon mahasiswa, khususnya lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dan menekuni dunia hukum.

Penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026–2027 telah dibuka sejak Mei hingga Juni 2026.
Kampus yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi No. 2–3, Wenang Utara, Kota Manado, Sulawesi Utara ini, menghadirkan Program Studi (Prodi) S1 Hukum Bisnis sebagai salah satu pilihan unggulan bagi generasi muda yang ingin berkarier di bidang hukum modern
Program studi tersebut resmi beroperasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 466/B/O/2026 tertanggal 28 April 2026 tentang izin pembukaan Prodi Hukum Bisnis.
Meski terbilang baru, kualitas tenaga pengajar yang dimiliki tidak perlu diragukan. Prodi ini didukung oleh dosen-dosen berpengalaman di bidang hukum, di antaranya Sartika Sasmi Ticoalu, Stephen Juli Straley Simbolon, Lati Marvian Timotius Putra, Nivita Christine Rombot, serta Scivi Junifer Kapoh.
Tak hanya itu, Prodi S1 Hukum Bisnis juga dirancang untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di era modern, dengan berbagai prospek karier seperti konsultan dan praktisi hukum bisnis, legal officer dan corporate governance, entrepreneur berbasis hukum bisnis modern, hingga spesialis hukum digital dan regulasi fintech.
Kepala Program Studi Hukum Bisnis, Sartika Sasmi Ticoalu, kepada Barta1.com pada Minggu (10/05/2026), mengajak para lulusan SMA/SMK sederajat untuk lebih mengenal Universitas Parna Raya Manado, terutama bagi mereka yang tertarik mendalami dunia hukum bisnis.
“Jurusan Hukum Bisnis di Parna Raya Manado merupakan salah satu program studi hukum bisnis pertama di kampus swasta di Manado. Kami juga membebaskan biaya pembangunan bagi seluruh calon mahasiswa yang ingin meraih gelar Sarjana Hukum,” ungkap Sartika sambil tersenyum.
Ia juga menambahkan bahwa proses pembelajaran di kampus dirancang lebih terbuka dan tidak mengekang mahasiswa, sehingga mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat sesuai aturan universitas yang berlaku.
“Biaya per semester juga cukup terjangkau, terutama bagi adik-adik dari kalangan kurang mampu,” pungkasnya. (*)
Peliput: Mekel Pontolondo

Discussion about this post