Manado, Barta1.com – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Fisioterapi, Fakultas Keperawatan Universitas De La Salle Manado, melaksanakan kegiatan edukasi kepada anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Dinding Manado, Sabtu (14/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di kawasan Pasar Bersehati, Manado, dan merupakan bagian dari proyek akhir semester (UAS) mata kuliah Agama.

Frany Sindua, Jesi dan Selviana Behuku, dua mahasiswi Fisioterapi yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa mereka memberikan edukasi kepada dua kelompok anak berdasarkan usia. Untuk anak-anak kelas kecil, mereka menyampaikan pentingnya tidur cukup dan dampak buruk dari tidur larut malam.
“Kenapa kami memilih materi ini? Karena sesuai dengan hasil observasi sebelumnya. Harapannya, dari edukasi ini mereka bisa mulai tidur lebih awal demi kesehatan mereka,” ujar ketiganya.
Sementara itu, untuk kelompok anak yang lebih besar, mereka memberikan pemahaman tentang bahaya merokok dan pergaulan bebas sejak dini.
Saat ditanya mengenai respons anak-anak, Frany, Jesi dan Selviana mengakui bahwa reaksi beragam. “Sebagian besar anak memahami materi, tapi memang ada juga yang sempat ribut di bagian belakang. Tapi setelah diberi pertanyaan, mereka bisa menjawab dengan baik, jadi suasana kembali terkendali.”
Mereka berharap, edukasi ini bisa memotivasi anak-anak agar lebih disiplin, seperti tidur lebih awal agar tidak mengantuk di sekolah, serta menjauhi perilaku negatif yang bisa merusak masa depan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh enam mahasiswa sebagai bagian dari proyek UAS Agama semester 2. Hal ini dibenarkan oleh dosen pengampu mata kuliah Agama di Prodi Fisioterapi, Anita Warouw.
“Saya tidak memberikan intervensi langsung. Saya hanya meminta mereka melakukan observasi, lalu menentukan sendiri materi edukasi yang sesuai dengan isi mata kuliah,” terang Anita.
Menurut Anita, dalam Bab II mata kuliah Agama, mahasiswa diajarkan tentang relasi—baik dengan sesama manusia, diri sendiri, alam, maupun dengan Tuhan.
“Komunitas Dinding Manado sangat sesuai untuk penerapan materi ini. Mahasiswa jadi tidak hanya memahami teori, tetapi juga benar-benar membangun relasi dengan lingkungan baru. Mereka belajar menghadapi konflik, terutama konflik batin atau relasi dengan diri sendiri,” ungkapnya.
Anita mengapresiasi upaya para mahasiswa dan menyebut bahwa meskipun ini pertama kalinya dilakukan, kegiatan berjalan hampir 95% sesuai rencana.
“Proses belajar ini bukan hanya tentang memberikan materi, tapi bagaimana mereka belajar mengajar, menghadapi situasi kompleks. Banyak anak-anak di sini tidak sekolah, sulit fokus, tapi para mahasiswa belajar untuk bersabar, membujuk, dan mengelola situasi,” kata Anita.
Ia juga menyampaikan apresiasi besar kepada Komunitas Dinding Manado. “Kalau kita ingin mengatasi korupsi dan kejahatan, kita harus mulai dari akarnya anak-anak ini. Saya sangat bersyukur ada relawan yang mau hadir dan mendampingi mereka,” tutupnya penuh harap.
Ketua Komunitas Dinding Manado, Rexy Lakat, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan serta kontribusi yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Katolik De La Salle Manado.
“Atas nama pengurus, anggota, dan seluruh relawan Komunitas Dinding Manado, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Ibu dosen dan para mahasiswa dari Unika De La Salle Manado. Terima kasih telah membagikan tenaga, pengetahuan, dan juga materi lewat snack kepada anak-anak di sini,” ucap Rexy.
Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus terjalin untuk menciptakan generasi bangsa yang lebih baik di masa depan.
“Semoga hubungan antara Komunitas Dinding Manado dan Unika De La Salle Manado terus berlanjut dalam misi mendidik dan membina anak-anak bangsa,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post