Sangihe, Barta1.com – Setelah kurang lebih tujuh tahun berjualan tanpa tempat tetap, para pedagang daging babi di Pasar Towo’e, Tahuna, akhirnya memiliki lapak resmi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe meresmikan bangunan sederhana yang diberi nama Daseng Malahasa, yang menjadi lokasi khusus penjualan daging babi, Kamis (15/5/2025).
Yehud Pontius (55), salah satu pedagang yang kini menggantungkan hidup dari berjualan daging babi, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur.
“Bersyukur, berterima kasih. Pada intinya kami mendukung penuh, dengan penuh ucapan syukur atas berhasilnya tempat ini dibangun untuk kami,” ujar Yehud dengan nada haru saat ditemui usai ibadah syukur peresmian.
Menurutnya, selama kurang lebih tujuh tahun terakhir, para pedagang harus berpindah-pindah tanpa kepastian lokasi berjualan. Hal itu bukan hanya menyulitkan, tetapi juga mempengaruhi pendapatan harian.
“Di tempat sebelumnya kurang lebih tujuh tahun kami tidak punya tempat yang pasti. Hari ini kami dibuatkan tempat baru, dan kami akan menikmatinya dengan ucapan syukur,” katanya.
Yehud menyebut kehadiran Daseng Malahasa adalah bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap komunitas kecil yang selama ini sering terpinggirkan.
“Ini luar biasa. Kami sangat bersyukur Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Bapak Michael Thungari dan Tendris Bulahari, telah memberikan jawaban atas keluhan kami yang selama ini tidak menentu menempati tempat penjualan daging babi,” ujarnya..
Dengan berdirinya Daseng Malahasa, para pedagang kini memiliki tempat yang lebih layak dan strategis untuk melanjutkan aktivitas ekonomi mereka.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post