Sangihe, Barta1.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H sekaligus Milad ke-44 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kepulauan Sangihe berlangsung semarak dengan digelarnya jalan sehat di Tahuna, Senin (27/1/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Wounde, serta sejumlah tokoh penting lainnya.
Hadir pula dalam kegiatan ini Bupati terpilih Michael Thungari, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Josephine M. Taco, Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, serta pimpinan organisasi Islam lainnya.
Dalam sambutannya, Albert Wounde menekankan makna Isra Mi’raj sebagai refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga menerima perintah shalat lima waktu.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita dua dimensi penting dalam shalat, yaitu dimensi spiritual dan sosial. Jika keduanya dijalankan dengan baik, maka silaturahmi dan akhlakul karimah akan terwujud, membawa kita menuju Sangihe yang maju dan sejahtera,” ujar Wounde.
Selain itu, Wounde juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam berbagai rangkaian peringatan HUT ke-600 Kabupaten Kepulauan Sangihe yang bertepatan dengan Pesta Adat Tulude. Sejumlah kegiatan telah dimulai, seperti lomba memancing, pameran, dan pentas seni bertajuk Sangihe Harmoni yang diselenggarakan di Taman Kota.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan Kaehe Buresi, sebagai bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan. Selain itu, program penerangan jalan yang telah berjalan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Wounde mengungkapkan rencana kedatangan Sultan Ternate sebagai tamu kehormatan yang akan bersilaturahmi dengan masyarakat Sangihe dalam perayaan adat tersebut.
Menutup sambutannya, Wounde menyampaikan ucapan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kepada umat Muslim di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta selamat Milad ke-44 kepada BKMT.
“Semoga BKMT terus berjaya dan menjadi motor penggerak dalam mempererat ukhuwah Islamiyah di Sangihe,” tutupnya.
Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan memelihara nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas bersama.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post