Manado, Barta1.com – Perusahan listrik Indonesia yang menjadi bagian dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), melalui Srikandi PLN UPT Manado memberikan bantuan operasional belajar mengajar kepada Komunitas Dinding Manado, bertempat di lantai 3 Pasar Bersehati Manado, Minggu (8/12/2024).
Maria Astried Kalesaran, perwakilan Srikandi PLN UPT Manado ketika diwawancarai mengatakan kegiatan pemberian bantuan ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan listrik negara yakni PLN, sebagai salah satu BUMN.
“Jadi, di sini PLN ada program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) yang di mana kami harus membuktikan partisipasi dan support kepada teman-teman Dinding Manado dalam hal pengembangan anak-anak, khususnya dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Dinding Manado ini sangatlah positif, di mana mereka telah membantu masyarakat yang kurang ekonominya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
“Tidak banyak yang kami berikan pada hari ini, tapi itu sesuai dengan apa yang dimintakan oleh pengurus Dinding Manado, seperti ensiklopedia, buku dongeng dan ditambahkan perlengkapan belajar mengajar, di antaranya buku tulis, pulpen, pensil dan sebagainya,” ujarnya.
Bukan itu saja, bahkan Srikandi PLN UPT Manado memberikan bantuan matras, meja belajar dan papan tulis. “Untuk itu, kami berharap komunitas ini tetap eksis.”
“Kami juga berharap dengan bantuan ini bisa membakar semangat dari teman-teman pengurus Dinding Manado, yang mana kegiatan ini memiliki tujuan yang baik seperti yang disampaikan oleh kakak Andreas Wibisono Rantung, selaku Bendahara Dinding Manado,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah kegiatan seperti ini sering dilakukan oleh Srikandi PLN UPT Manado. Maria secara santai menjelaskan, bahwa kegiatan seperti ini sering dilaksanakan, namun pelaksanaannya berbeda fokus.
“Kali ini kita bergerak dari segi pendidikan, sedangkan kemarin kami bergerak untuk lingkungan, dan sempat melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi. Jadi, kami dari PLN sangat aktif untuk melakukan program – program seperti ini,” terangnya.
Mengenal Srikandi PLN UPT Manado.
Maria mengatakan Srikandi itu adalah perempuan – perempuan yang bekerja di BUMN dalam hal ini PLN. “Di mana kami mau membuktikan yang mana perempuan itu setara dengan laki-laki, yang mana kita bisa bekerja walaupun kerja-kerja di PLN itu banyak di lapangan, serta bersentuhan dengan listrik. Jika dinilai pekerjaan itu tidaklah mudah untuk dilaksanakan, tapi perempuan bisa hadir dan berkontribusi untuk PLN, terutama bagi negara.”
Sri Monalisa Tangkudung, salah satu anak didik dari Komunitas Dinding Manado menyebut bahagia dengan kedatangan kakak-kakak dari Srikandi PLN UPT Manado.
“Senang sekali karena kami diajarkan tentang apa itu PLN, tebak-tebakan terkait PLN, bermain games, disertai dengan pemberian bantuan,” singkat Sri sambil tersenyum.
Sedangkan Bendahara Dinding Manado, Andreas Wibisono Rantung di tempat yang sama mengucapkan banyak terima kasih kepada Srikandi PLN UPT Manado yang mau berkunjung ke Komunitas Dinding Manado.
“Kedatangan dari kakak-kakak srikandi PLN UPT manado sangatlah membantu pengurus dan adik-adik dari Komunitas Dinding Manado, apalagi telah berbagi pengetahuan terkait peran dan tugas PLN, sekaligus memberikan bantuan alat belajar mengajar. Untuk itu, mewakili seluruh relawan dari Komunitas Dinding Manado mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak-kakak Srikandi PLN UPT Manado, semoga silahturahmi kita ini terus terjaga dan bisa berkolaborasi lagi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Tentang Komunitas Dinding Manado
Andreas Wibisono Rantung mengungkapkan Komunitas Dinding Manado ini awalnya dibentuk untuk memajukan pendidikan anak-anak, khususnya yang ada di Pasar Bersehati Manado sejak tahun 2010. Bahkan sampai saat ini, terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dari anak-anak.
Bahkan untuk mencapai apa yang direncanakan, kata Andreas, berbagai program telah dibuat, seperti kelas mengajar yang dilaksanakan setiap Sabtu di lantai 3 Pasar Bersehati Manado, berikutnya dilanjutkan dengan kelas mengaji, kemudian ada study tour di mana Pengurus membawa adik-adik kebeberapa lokasi yang bisa memberikan pengetahuan, seperti tempat bersejarah dan sebagainya.
“Selanjutnya kegiatan study tour itu ditutup dengan kegiatan camp tong-tong di mana di dalamnya ada pembahasan evaluasi kepengurusan yang akan berakhir periodisasinya dan dilanjutkan dengan pemilihan kepengurusan yang baru. Dan terakhir ada kegiatan berbagi kasih kepada orang-orang yang membutuhkan, dan kegiatannya dibuat setiap Dinding Manado berulang tahun pada tanggal 14 Februari,” pungkasnya. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo
Discussion about this post