• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Politik

Orientasi Anggota DPRD Provinsi, Amir Liputo Sentil Adanya Aturan Tumpang Tindih

by Meikel Eki Pontolondo
2 Oktober 2024
in Politik
0
Anggota DPRD Sulut, Amir Liputo. (Foto: istimewa)

Anggota DPRD Sulut, Amir Liputo. (Foto: istimewa)

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Barta1.com – Pelakaanaan Orientasi bagi anggota DPRD Provinsi, termasuk Sulut digelar oleh Badan Pengembangan Sumber daya manusia (BPSDM) Kementrian dalam negeri, Rabu (2/10/2024), menuai repon.

Pasalnya, materi yang dipaparkan oleh pihak Kementrian dalam negeri terkait hak dan kewajiban anggota DPRD, menjadi persoalan yang hangat dibahas. Bahkan terpantau sejumlah pertanyaan kritis disampaikan, baik menyangkut hak Imunitas DPRD maupun juga hak keuangan, pakaian dinas hingga Atribut di sorot oleh Anggota DPRD Sulut, Amir Liputo.

“Di hari kedua kita mendapat materi tentang hak dan kewajiban anggota DPRD. Dalam materi itu salah satu bagaimana kita menjalankan fungsi fungsi dewan baik menyangkut pengawasan, kemudian budgeting dan pembentukan ranperda,” ungkap Amir.

Ia menambahkan, dalam melaksanakan tugas tersebut maka DPRD ditunjang dengan beberapa anggaran, salah satunya adalah pakaian dinas dan atribut.

Menariknya melalui kemendagri terungkap, jika atribut seperti pin adalah hak anggota Dewan. Hal itu bertolak dengan pihak sekretariat dewan, yang menilai itu hanyalah dipinjam pakai karena merupakan belanja modal.

“Kemarin saat kami pelantikan, teman teman sekwan mendapatkan petunjuk dari kemendagri katanya pin yang selama ini melekat sebagai atribut dewan itu tidak lagi menjadi milik atau hak anggota, tapi itu merupakan barang pinjam pakai. Hari ini karena kebetulan pematerinya dari kemendagri maka kami bertanya, penjelasan beliau bahwa di PP itu menjadi hak yang melekat pada pakaian dinas,” jelasnya.

Meski demikian, Liputo menilai apa yang dilakukan pihak sekretariat DPRD tidak keliru, karena itu didasarkan pada surat edaran bahwa belanja di atas 1 juta itu masuk belanja modal sehingga menjadi aset pemerintah yang harus dikembalikan.

“Selama ini terjai tumpang tindih aturan. Persoalan ini harus di clearkan atau dituntaskan oleh kemendagri sehingga tidak diimplemntasikan secara keliru yang kemudian hari berdampak hukum,” tuturnya.

Berkaitan dengan belanja modal, kata kader PKS itu, berarti harus dikembalikan. “Inilah salah satu contoh yang kami pertanyakan di Bimtek, berkaitan dengan tumpang tindihnya aturan”

“Kadang kadang teman-teman dari pusat membuat aturan, kemudian teman teman di bawah tinggal melaksanakan, namun saat pelakanaan bertentangan dengan aturan yang lain. Nah, yang saya khawatirkan di akhir masa jabatan ini menjadi masalah baru bagi anggota DPRD.” ucapnya.

Menurutnya, jika sudah ditandatangani di atas meterai bahwa itu harus siap dikembalikan, kemudian tidak dikembalikan itu akan kena delik hukum.

Meski demikian Amir menilai dalam penyajian materi sangat menarik untuk diikuti, di mana tugas pokok DPRD itu dijelaskan begitu teliti. Menjaga kedaulatan, menjaga persatuan, yang paling ujung bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Jadi kita tidak hanya berbicara hak keuangan, tapi bagaimana mampu mengiplimentaiskan tugas tugas dewan yang pada ujungnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. Misalnya tadi ditunjukan, berkaitan dengan APBD apa prioritasnya. Ternyata di sulut itu, baru dua tiga daerah yang tingkat kesehatan, tingkat pendapatan perkapita, tingkat pendidikannya yang sudah bagus,” pungkasnya. (*)

Peliput: Meikel Pontolonfdo

Barta1.Com
Tags: amir liputoDPRD SulutKemendagriPelakaanaan Orientasi bagi anggota DPRD Provinsi
ADVERTISEMENT
Meikel Eki Pontolondo

Meikel Eki Pontolondo

Jurnalis di Barta1.com

Next Post
SIEJ: Tangkap dan Adili Pelaku Kekerasan Jurnalis di Munajat 212

Aksi Polisi Menangkap Pemred Floresa di Manggarai Tindakan Melawan Hukum

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026
  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In