Sitaro, Barta1.com – Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Siau Tagulandang dan Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, diguncang oleh erupsi dahsyat Gunung Ruang pada malam ini, Selasa (16/4/2024). Menurut informasi yang diperoleh, terdapat 272 keluarga dengan total 828 jiwa yang tersebar di Kampung Laingpatehi dan Kampung Pumpente, wilayah terdekat dengan Gunung Api Ruang.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Theo Umbas, menyatakan bahwa evakuasi darurat telah diinisiasi malam ini. Persiapan alat transportasi dilakukan dengan menggunakan kapal KMP Lohoraung serta perahu penyeberangan yang disediakan oleh warga setempat.
“Pemda sudah berkoordinasi dengan UPT Perhubungan untuk meminta kapal guna evakuasi, dan tentu meminta kepada masyarakat untuk tidak panik,” kata Umbas.
Menurutnya, saat ini status Siaga Level III telah diberlakukan. “Jadi untuk sekarang status Siaga Level III, karena jarak agak jauh khusus pulau-pulau kecil jadi kami secepatnya evakuasi,” ungkapnya.
Umbas menjelaskan bahwa ada satu tingkatan lagi, yaitu level 4. “Tetapi kami pihak Pemda sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, unsur kecamatan atau pihak polisi, TNI, Polri, dan kesehatan untuk segera sama-sama melakukan evakuasi ini,” tambahnya.
Titik kumpul pengungsian telah ditetapkan di beberapa lokasi strategis, antara lain Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang, dan Balai Pertemuan Umum Kecamatan Tagulandang. Sebagai alternatif, rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara juga akan dimanfaatkan untuk pengungsian.
Dari informasi yang diterima saat ini komunikasi di Kampung Laingpatehi terganggu dengan minimnya sinyal telepon seluler, sementara di Kampung Pumpente masih terjaga. Untuk kesiapan personil di lapangan, berbagai instansi seperti BPBD, Perangkat Kecamatan Tagulandang, Perangkat Kampung dan Kelurahan, SatPol PP dan Damkar, serta Dinkes telah dikerahkan.
Peliput: Rendy Saselah


Discussion about this post