Manado,Barta1.com – Belum lama ini, jenazah Ir. Herry Rorinsulu, MSi disemayamkan di Gedung DPRD Provinsi Sulut, sebelum dimakamkan.
Terlihat, beberapa rekan anggota DPRD Provinsi Sulut menjemput dan mengangkat peti jenazah menuju tempat persemayaman yang sudah disediakan.
Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, menjadi pemimpin upacara persemayaman Ir. Herry Rotinsulu, MSi. Kemudian, dalam sambutannya Fransiskus mencoba memberikan penguatan kepada kelaurga yang ditinggalkan.
“Dalam setiap peristiwa di mana orang-orang yang kita kasihi meninggalkan kita. Ada 2 hal yang selalu menjadi perenungan bagi kita, yang pertama bagi keluarga, tentunya tidak ada yang lain selain firman Tuhan,” Ungkap ketua DPRD Sulut, Fransiskus.
Ia menambahkan, bagi kehiidupan orang percaya kematian itu bukan misteri, ketika Tuhan Yesus ada di dunia dia sudah sampaikan bahwa bagi manusia tidak ada kematian. Yohanes 11: 25 dan 26 berkata akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-ku ia akan hidup; walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaku, tidak akan mati selama-lamanya.
“Jadi, apa yang dikatakan dalam ayat ini adalah jaminan bukan misteri, di mana suatu waktu kita akan berpindah untuk hidup bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, sehingga satu kesempatan ia menyampaikan janganlah gelisah hatimu di rumah Bapaku karena banyak tempat. Yohanes 14:1 dan 2 jangan gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaku. Ayat 2, sebab aku pergi ke situ untuk menyiapkan tempat bagimu” tuturnya.
Apa yang dituliskan dalam ayat ini, kekhususan bagi orang percaya. Sudah ada tempat, dijemput pula. “ Kemudian, ini digenapi bahwa tidak ada kematian, maka kehidupan orang percaya mengalami yang namanya 21. 2 Kali lahir, 1 kali mati. pertama lahir secara jasmani, kedua lahir baru secara rohani, dan kematian hanya kematian tubuh yang fana. Tidak mengalami kematian kekal,” ucapnya.
“Tetapi, bagi yang tidak percaya prinsip 21, artinya satu kali lahir, dan dua kali mati. Mati jasmani dan mati untuk selama-lamanya dan hukuman yang kekal. Apa yang disampaikan Tuhan ia genapi di dalam kitab wahyu yang terakhir. Wahyu 14: 13 berbunyi aku mendengar suara dari sorga berkata: Tulisakan: “ berbahagialah orang yang mati yang mati dalam Tuhan. Sejak sekarang ini.” “Sunguh, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
Lanjut Fransiskus, firman ini menjadi penghiburan bagi keluarga bahwa Ir. Herry Rotinsulu, MSi sudah selesai. “Ini adalah penghiburan sejati buat keluarga dan pesan buat kita yang masih hidup suatu waktu nomor undian kita juga akan dicabut, kita tidak bisa menghindarinya,” tambahnya.
“Tentunya, kami sangat kehilangan rekan kami Ir. Herry Rotinsulu, Msi. Dia selalau memberikan masukan yang baik kepada eksekutif. Dan beberapa kali, juga Bapak Herry memberikan masukan kepada saya. Dia pernah menyampaikan ketua bagusnya seperti ini dan sebagainya. Jadi, kami sangat kehilangan apalagi bagi komisi II DPRD Provinsi Sulut,” kata anggota legislative dapil Nusa Utara itu.
Trio Oldi Rotinsulu, mewakili keluarga Ir. Herry Rotinsulu,MSi mengucapkan rasa syukur dan mengucapkan terimakasih ke DPRD Provinsi Sulut, yang sudah memberikan penghormatan dan kemuliaan bagi Ir. Herry Rotinsulu, MSi untuk disemayamkan di tempat terakhir pengabdiannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut.
“Tentunya, kami keluarga mengucapkan berterima kasih kepada Sekwan, Ibu Sandra Moniaga, yang membantu untuk pelaksanaan acara ini. Terima Kaih juga saya sampaikan kepada ibu pendeta yang sudah memimpin ibadah, terima kasih juga buat ketua dewan dan jajarannya, sekali lagi terima kasih,” pungkasnya.
Diketahui, Ir. Herry Rotinsulu, MSi, dilantaik sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut periode 2019-2024. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post