• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Senin, Juni 15, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Seni

GMIM Sebagai Nadi Perkembangan Teater Modern di Sulut

by Ady Putong
20 Oktober 2022
in Seni
0
Salah satu pementasan teater di ajang fetival jemaat se-GMIM (foto: barta1)

Salah satu pementasan teater di ajang fetival jemaat se-GMIM (foto: barta1)

0
SHARES
271
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Festival Seni Pemuda GMIM (FSPG) yang akan berlangsung pada 21-23 Oktober 2022 menampilkan selain lomba paduan suara, dan jenis tangkai lomba yang lain, juga menampilkan tangkai lomba teater yang pelaksanaannya di Jemaat GMIM Victory Kairagi Weru, Manado. Berikut sekilas catatan terkait perkembangan teater gerejani di lingkup GMIM, dirangkum Tim Barta1.com.

Festival teater Pemuda dan Remaja GMIM dapat disebut sebagai salah satu ajang yang menjadi nadi perkembangan teater modern di Sulawesi Utara. Bahkan, di lingkup salah satu organisasi gereja terbesar di Indonesia ini, setiap tahunnya ada ratusan bahkan ribuan pertunjukan dipentaskan. Pertunjukan-pertunjukan itu terutama lebih banyak berlangsung dalam acara perayaan hari-hari besar gerejawi.

Pertengahan 1993, Komisi Musik dan Seni Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), mengutus dramawan Iverdixon Tinungki dan dramawan Johny Sangeroki mengikuti pendidikan dan pelatihan Teater yang dipusatkan di Bengkel Teater Rendra Depok, Jawa Barat.

Pendidikan dan Pelatihan teater yang diselenggarakan oleh Yayasan Komunikasi Massa (Yakoma) Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk seluruh perutusan gereja di Indonesia dimaksudkan untuk mendukung program strategis PGI menjadikan teater sebagai media penyampaian Firman.

Selama pendidikan yang melibatkan sejumlah guru dan mentor dari kalangan dramawan terkemuka Indonesia, Puskat Jogya dan Yakoma PGI, Iverdixon Tinungki lebih memilih mendalami penulisan naskah dan penyutradaraan, sedangkan Johny Sangeroki mengambil keaktoran dan pemeranan.

Target yang ingin dicapai dari pendidikan dan pelatihan ini yaitu para peserta didik sekembalinya ke daerah masing-masing diharapkan menjadi penggerak pada pertumbuhan grup-grup teater gerejani.

Ini sebabnya, Iverdixon Tinungki dan Johny Sangeroki sejak tahun 1994 memberikan banyak waktu dalam membina berbagai grup teater di lingkungan gereja, serta membuat standarisasi system penjurian dalam festival teater gereja –terutama di lingkup GMIM—yang sudah marak berlangsung sejak awal 1980-an hingga saat ini.

Itu sebabnya, perkembangan teater di lingkup GMIM bisa disebut sebagai nadi utama dalam kehidupan teater di daerah ini yang digerakan ratusan sutradara dan pembina teater diberbagai aras Jemaat bahkan aras Kolom.

Sebagai salah satu lembaga gereja terbesar di Indonesia, GMIM terbagi dalam 127 wilayah dan 1.049 Jemaat, dengan jumlah Kolom yang bila dirata-ratakan 10 kolom per-jemaat maka ada 10.000 kolom lebih di seruluh aras Sinodal. Dengan jumlah aras pelayan GMIM sebanyak itu, kita bisa membayangkan berapa jumlah peristiwa pertunjukan teater di Lingkup GMIM setiap tahunnya.

Di GMIM, selain festival teater tahunan yang dilakukan Komisi Pemuda dan Komisi Remaja GMIM yang selalu diikuti sejumlah grup utusan gereja dari berbagai aras wilayah pelayanan, juga ada tradisi pertunjukan teater dalam perayaan Paskah dan Natal.

Bila estimasi jumlah pementasan dihitung dari pertunjukan perayaan Natal dan Paskah di aras Jemaat dan aras Kolom maka dapat ditarik kesimpulan sederhana yaitu ada ribuan peristiwa pentas teater di Lingkup GMIM setiap tahunnya.

Pertunjukan-pertunjukan non festival juga berlangsung di lingkup denominasi gereja lainnya selain GMIM. Juga di lingkup organisasi keagamaan seperti pertunjukan teater di lingkungan Pemuda dan Remaja Masjid. Pertunjukan teater di lingkungan organisasi sosial kemasyarakatan, sanggar-sanggar Seni, dan grup-grup teater serta kegiatan pertunjukan di lembaga pemerintahan dan swasta.

Sementara sejumlah festival juga menyemaraki kehidupan teater di Manado sejak era di atas tahun 1970. Festival teater yang paling marak di era itu yaitu Festival Teater November yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Pingkan Matindas dan Wisma Montini , Sario, Manado, dimotori para dramawan dari perintis ini, seperti antaranya Baginda M Tahar, Husen Mulahele, Wemmpy Lonto, Roydra Kairupan, Benni M Matindas, Karel Takumansang.

Festival November kemudian berhenti di tahun 1979, diganti dengan Festival PATSU yang dilaksanakan oleh organisasi Persatuan Artis Teater Sulawesi Utara yang dimotori pendiri PATSU dramawan Masri Paturusi, Richard Remrev dan para seniman teater era awal. Festival PATSU terakhir berlangsung pada tahun 2007, dan terakhir organisasi para peteater ini nampak mandek.

Festival tahunan Sonder, Minahasa juga pernah berlangsung di Wale Papatoupan antara tahun 1980 hingga pertengahan 1990 yang selalu diikuti grup-grup peserta dari Manado, Bitung dan Minahasa.

Festival terbuka untuk umum juga dilaksanakan oleh kalangan pemuda remaja Masjid. Pada pertengahan 1980-an ada Festival Tahunan Istiglal yang berlangsung di Kampung Arab Manado yang dimotori Husen Mulahele. Juga ada festival teater tahunan Remaja dan Pemuda Masjid Wawonasa yang dimotori dramawan Uche Ismail.

Sejak 1980, Manado juga disemaraki sejumlah festival tahunan yang dilaksanakan oleh Yayasan Persekolahan di antaranya, Festival Teater SMA Kristen YPKM yang dimotori dramawan Inyo Cawan yang bertahan hingga pertengahan 1990-an.

Di lingkungan Kampus, ada festival tahunan yang dilaksanakan Organisasi Teater Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) yang dimotori dramawan Lefrand Takumansang, dan di Fakultas Sastra dimotori dramawan Reiner Emyot Ointoe. Di FPBS Universitas Negeri Manado, ada festival yang dilaksanakan Teater Ungu secara periodik, dimotori dramawan Hendra Soenardji.

Di lingkungan lembaga pemerintahan dikenal juga festival teater tahunan yaitu Festival Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan Departemen Penerangan (Deppen). Festival Deppen berakhir seiring bubarnya lembaga pemerintahan ini di era Presiden Gus Dur.

Ada juga Festival Teater Taman Budaya Sulut yang masih berlangsung hingga era 2000-an. Festival teater tahunan untuk pelajar awalnya dilaksanakan oleh Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Sulut lewat Bidang Kesenian.

Pada era akhir 1990-an festival untuk para pelajar ini berhenti dan digantikan oleh Festival Teater pelajar tingkat SLTA dan SLTP yang dilaksanakan Kantor Bahasa Sulut yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Berlian di Panggung Khotbah Festival PR GMIM
Teater sebagai media Firman telah mengisi kelokan indah perkembangan teater modern di daerah ini. Sejak era para misionaris, tonil mulai dipentaskan. Kini berpuncak pada ribuan pertunjukan setiap tahun, dan melahirkan para sutradara, penulis lakon, aktor dan pekerja panggung yang handal.

Yunni Jibrailla Rakian, salah satu generasi teranyar di panggung Teater Sulawesi Utara. Kemampuan akting anak teater GMIM Bethesda Ranotana Manado ini boleh dikata lumayan brilian. Gestik, mimik dan penghayatan peran kadang membuat penonton tak percaya kalau ia masih berusia belia.

Dalam lakon Tarsi karya Iverdixon Tinungki, yang digarap dramawan Aldes Sambalao, gadis kelahiran Manado, 22 Juni 1996 itu berhasil memerankan tokoh Tarsi, sesok tua yang digelayuti beragam kerunyaman pergumulan psycologis mendera sepanjang hidup. Dengan bekal 6 tahun bergiat di dunia teater, Yunni akhirnya meraih Aktris Terbaik dalam lomba teater pada Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG) GMIM 2019 yang berlangsung 23-24 Agustus 2019 di Jemaat GMIM Anugerah Teling Tingkulu, Wilayah Manado-Teling.

Dan sepanjang ini, sejarah teater di Sulawesi Utara telah diwarnai ribuan talenta semacam itu di ajang festival teater Pemuda Remaja GMIM yang berlangsung setiap tahun. Membutuhkan ribuan angka, apabila ingin menulis daftar nama-nama grup teater yang pernah hidup diberbagai aras pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Ini sebabnya, perkembangan teater di lingkup GMIM bisa disebut sebagai nadi utama dalam kehidupan teater di daerah ini yang digerakan ratusan sutradara dan pembina teater di berbagai aras Jemaat bahkan aras Kolom.

Bahwa yang pasti tak sedikit talenta berlian, yaitu para penulis lakon, sutradara, aktor-aktris bahkan para pekerja panggung yang lahir dan terasah di panggung festival ini yang dikemudian waktu menjadi dramawan-dramawan profesional.

Tentang dua festival teater tahunan di lingkup Sinode GMIM yaitu, Festival Teater Remaja yang dilaksanakan oleh Komisi Kategorial Remaja GMIM, dan Festival Teater pemuda dilaksanakan oleh Komisi Kategorial Pemuda GMIM.

GMIM sendiri berdiri pada tahun 1934 dan tonil bahkan tablo (tableau) dan oratorium sudah marak dipentaskan sebelum tahun itu hingga era akhir 1970 yang mulai beralih penyebutannya menjadi drama atau teater.

Di era 1970 hingga tahun 2000, ketika Komisi Kategorial Pemuda dan Remaja (PR) masih gabung, festival drama antar jemaat di lingkup sinode telah diwarnai sejumlah dramawan kondang antaranya: Epafras Raranta, Hengky Sumuan, Johny Rondonuwu, Benni M Matindas, Royndra Kairupan, Jolen Liow, Axsel Galatang, Richard Rhemrev, Cici Hanibe, Iverdixon Tinungki, Frangky Supit, Frangky Kalumata, Merdeka Gedoan, Wenny Pantaow, Wempy Lontoh, Fredy Pangalila, Inyo Cawan,Rimata Narande, Eric MF. Dajoh, Johny Sangeroki, Ventje Mait, Freddy Piri.

Di atas tahun 2000, saat Komisi Kategorial Pemuda dan Remaja telah dibagi menjadi dua komisi di aras sinode, panggung festival teater Pemuda Remaja GMIM kian disegarkan oleh angkatan baru antaranya, Vick Cenore Baule, Freddy Wowor, Rahadi Gedoan, Aldes Sambalao, Deisy Wewengkang, Ompi Setligt, Achi Breivy Talanggai, Ando Somba, Epi Kamagi, Riccy N F Rorong, Richter Takahindangen, Jaladri Junius Bawotong, Donal Bentian, Vicky Kecil, Saul Ering, Rihard Opo Salensehe, Biru Diamanis, Sandro Sambalao.

Festival tahunan ini juga mendorong bangkitnya kultur penulisan lakon yang bernuansa Kristen. Menjelang 50 tahun panggung festival teater Pemuda Remaja GMIM telah diwarnai ratusan lakon karya pengarang lokal. Paling terkemuka antaranya karya: Epafras Raranta, Royndra Kairupan, Richard Rhemrev, Leonardo Axsel Galatang, Iverdixon Tinungki, Vick Cenore Baule, Deisy Wewengkang, Achi Breivy Talanggai, Saul Ering, Rimata Narande, Freddy Wowor, Rahadi Gedoan, Denni Pinontoan.

Bahwa selalu ada peristiwa pertunjukan teater di lingkup jemaat atau kolom bahkan aras wilayah dan sinodal, karena teater dipandang sebagai sarana penyampaian Firman. Sementara festival kesenian gerejani dipandang sebagai pesta iman.

Mengapa festival kesenian gerejani bermakna pesta iman? Dalam beberapa diskusi kesenian gerejawi muncul semacam pandangan bersama tentang “kebaikan ciptaan” berarti bahwa tidak ada media seni yang secara intrinsik jahat. Daud menulis Mazmur dalam merayakan penciptaan dengan menggunakan media puisi, Lagu dan musik.

Seniman Kristen yang terlibat dalam penginjilan harus berusaha mendorong orang berdosa dan putus asa untuk mengarahkan mereka kepada Kristus lewat karya seni. Seniman harus mengungkapkan baik keburukan dosa maupun keindahan keselamatan.

Di segala hal setiap seniman adalah seorang penginjil ke dunia yang hilang, sakit dan sekarat, karena setiap orang Kristen secara Alkitabiah dipanggil untuk menginjili dunia-Nya bagi Kristus.

Dalam pandangan itulah Festival Seni Pemuda Gereja (FSPG) dan Pesta Seni Remaja (PSR) GMIM berlangsung dan dengan setia menjaga dinamika ribuan grup teater di berbagai aras pelayanannya. (*)

Penulis: Tim Barta1

Barta1.Com
Tags: fspg 2022gmimteater
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Rapimnas GMNI Ancol Ilegal dan Cederai Semangat Perjuangan Ideologis

Rapimnas GMNI Ancol Ilegal dan Cederai Semangat Perjuangan Ideologis

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Michael Thungari Pastikan Seluruh Korban Gempa Sangihe Dapat Bantuan Darurat 15 Juni 2026
  • Penyempurnaan RTRW Sulut Dipercepat, DPRD dan Pemprov Matangkan Tindak Lanjut Evaluasi Kemendagri 15 Juni 2026
  • DPRD Soroti Finalisasi Perda RTRW Sulut 15 Juni 2026
  • Royke Roring Ingatkan Pentingnya Sinkronisasi RT/RW Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sulut 15 Juni 2026
  • KMPA Tansa dan KPAB Nucifera Tebar Kepedulian 14 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In