Wori, Barta1.com – Kepala SMA Negeri 1 Wori, Adri Mandey SPd, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat pencapaian 20 anak didiknya yang mengikuti pelatihan jurnalistik.
Ya, pelatihan yang digelar Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS) bekerjasama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut berlangsung di SMA Negeri 1 Wori, Rabu (28/09/2022) terlihat para siswa begitu antusias.
Dua pemateri, Yoseph Ikanubun dan Agustinus Hari pun begitu terkesima dengan para peserta yang merupakan utusan per kelas. Apalagi pelatihan jurnalistik tersebut baru pertama kali digelar.
Kepala SMA Negeri 1 Wori, Adri Mandey SPd saat penutupan mengatakan, kegiatan yang berlangsung sangatlah bermanfaat bagi siswa dan mereka bisa praktek langsung apa yang didapat. “Kami baru kali ini melaksanakan di sekolah dan antusias siswa sangatlah tinggi untuk mengikuti dan karena terbatas maka hanya dipilih perwakilan kelas saja,” katanya.
Ia menyebut, siswa mendapatkan ilmu pengetahuan baru yang tidak dapat di sekolah. Diantaranya, bagaimana bisa menangkal informasi hoax dan bisa mengenal akan dunia jurnalistik seperti bagaimana melakukan wawancara, menulis berita hingga praktek. “Ilmu yang didapat mereka akan dibagikan kepada para siswa yang lain yang tidak ikut agar mereka juga bisa tahu apa itu informasi hoax dan tidak akan terjerumus ikut menyebarkannya. Dan terhindar dari jeratan UU ITE dengan ancaman kurungan badan dan denda,” ujar Adri Mandey.
Dilain pihak para siswa yang menjadi peserta pelatihan merasa senang dengan pengetahuan tentang jurnalistik yang mereka terima. “Kami senang bisa belajar jurnalistik dan bisa mengetahui cara menangkal informasi hoax,” jelas Jhosua, siswa Kelas XI.
Kata dia, dengan belajar cara menangkal informasi hoax dirinya bersama siswa yang lain bisa mengerti bagaimana mengetahui tentang fakta atau kebenaran dan bisa mengetahui arti hoax atau informasi bohong yang sebernarnya.
Hal yang serupa diutarakan peserta lainnya, Aurelia Iroth, siswa Kelas Xa. Kata dia, materi yang diterima dalam pelatihan sangat berarti untuk menambah pengetahuan. “Saya bisa mengetahui kerja seorang jurnalistik dimana kerjanya sangatlah mulia. Ada susah dan senang karena menjadi orang yang melakukan kontrol sosial,” ungkap Aurelia.
Dia pun berharap agar kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan karena sangatlah membantu untuk membuka pengetahuan dan apa yang didapat akan diimplementasikan kepada siswa yang lain.
Peliput : Randy Dilo


Discussion about this post