• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Dinkes Sulut Setop Vaksinasi AstraZeneca, Telah Beredar Ribuan

by Redaksi Barta1
27 Maret 2021
in News
0
Vaksin AstraZaneca Segera Masuk Manado, Sumenda: Dijadwalkan Rabu

Seorang tenaga medis sedang menyiapkan vaksin. (foto: randy/barta1)

0
SHARES
195
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Kabar kurang baik disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dimana terkait vaksin Covid-19, untuk sementara menghentikan tahapan vaksinasi dengan jenis AstraZeneca. Penghentian tersebut secara resmi diumumkan melalui surat pemberitahuan bernomor 440/Sekr/001.VC19.E/III/2021 tertanggal Sabtu (27/3/2021). Surat yang ditandatangani Kepala Dinkes dan Sulut, dr Debie KR Kalalo MSC PH itu, dengan jelas menerangkan bahwa pemberian vaksinasi dengan jenis AstraZeneca dihentikan sementara sambil menunggu penjelasan selanjutnya.

“Sehubungan dengan pelayanan vaksinasi Covid-19 dl wilayah Kota Manado dan Kota Bitung dengan jenis vaksin AstraZeneca, bersama ini kami sampaikan agar pelayanan dengan jenis vaksin tersebut dapat dihentkan sementara, sambil menunggu penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan dan WHO Representative Indonesia,” bunyi surat tersebut sembari menambahkan bahwa terkait surat resmi yang telah dikirimkan oleh Dinkes tanggal 26 Maret 2021 perihal laporan berdasarkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), di mana rata-rata keluhan sasaran yaitu mengalami demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas.

Surat tersebut telah dikirimkan dengan tembusan Guberur Sulut, Wagub Sulut, Sekprov Sulut, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Kemenkes RI, WHO to Representative Indonesia, Wali Kota Manado dan Wali Kota Bitung. Terkait surat tersebut, Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengklarifikasi dan menegaskan kembali bahwa pengehentian vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca, sifatnya sementara.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah kehati hatian atau precaution. Langkah hati-hati ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebesar 5 sampai dengan 10 persen dari total yg divaksin Astra Zeneca.

Munculnya KIPI ini, dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah. “Dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek samping (adverse effect) dari vaksin AstraZeneca yang sifatnya sangat sering terjadi (Very Common, artinya 1 diantara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 diantara 10 sampai dengan 1 diantara 100),” jelasnya.

“Kami perlu mempersiapkan komunikasi resiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Komunikasi risiko yang diambil, langkah pertamanya didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes dan WHO, sebelum dilakukan media release,” tukasnya.

Langkah ini, kata Daniel juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi. “Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yang terdampak KIPI,” tandasnya.

Dampak KIPI, sebenarnya sudah disampaikan langsung kepada penerima vaksin di meja 4, dalam proses skrining. Terkait apa yang harus dilakukan, berikut nomor telephone yang dapat dihubungi.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Debie KR Kalalodr Steaven DandelVaksinasi AstraZeneca
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Peringati Hari Teater Dunia WaleTeater dan NCCL Gelar Pentas Keliling

Peringati Hari Teater Dunia WaleTeater dan NCCL Gelar Pentas Keliling

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In