Memperingati Hari Teater Dunia dan 73 tahun hubungan Indonesia–Rusia, NCCL bersama WaleTeater Manado akan memproduksi tur teater Nyanyian Angsa karya Anton Chekov dimulai sejak Sabtu 27 Maret 2021 ke berbagai kota di Sulawesi Utara.
Nyanyian Angsa adalah salah satu karya unggul yang ditulis Anton Chekov pada masa kejayaannya. Karya ini menceritakan tentang seorang aktor yang tiba-tiba mendadak kesepian, sakit berat dan sadar bahwa kematiannya akan segera tiba, Kesepian yang menyergap dirinya itu dia lontarkan pada saat dirinya tersesat di panggung dengan sebotol bir dan sebotol anggur.
Melalui Nyanyian Angsa, Chekov seakan ingin menarasikan tentang betapa menyiksanya rasa kesepian itu, dan betapa lumrahnya sang waktu berputar meninggalkan kejayaan menjadi kesendirian.
Sebagai seorang penulis luhung, Chekov paham benar mengenai sifat dasar manusia, Dan refleksi sifat manusia itulah yang mewujud dalam sosok Vasili Svietlovidoff tokoh utama Nyanyian Angsa, seorang aktor tenar yang kini ditinggal oleh penontonya. Sejatinya melalui sosok Vasili, kita dapat melihat cerminan diri kita dan masa jaya kita agar siap menghadapi masa-masa kesepian.
Sebagai sebuah naskah klasik, Nyanyian Angsa memberikan berbagai pemaknaan dan inspirasi bagi para penonton, baik terkait dengan keterampilan akting yang prima hingga pendalaman atas makna batin manusia dan dirinya. Oleh karenanya, Nyanyian Angsa merupakan salah satu naskah yang tepat untuk memberikan penyadaran bagi siapapun akan nilai kemanusiaan di diri kita.
Pementasan teater keliling Nyanyian Angsa digagas sebagai peringatan atas Hari Teater Dunia dan 70 th persahabatan Indonesia – Rusia, Seni merupakan medium yang ampuh dalam membuka sekat dan menawarkan persahabatan.
Di Sulawesi Utara, sejak tahun 90 an Naskah-Naskah Chekov mulai dilirik dan dijadikan referensi dalam pementasan teater modern di Sulawesi Utara, Tercatat dalam Festival Teater Balai Bahasa 1993 beberapa kelompok teater telah membawakan lakon Nyanyian Angsa dan Kisah Cinta Hari Rabu. Demikian pun dalam berbagai pentas mandiri berbagai kelompok teater di Bitung, Manado dan Tahuna, karya karya Chekov turut disajikan oleh berbagai kelompok teater.
Penyajian karya Anton Chekov di panggung teater Sulawesi Utara, dilaksanakan untuk lebih mendekatkan perspektif dan karya para maestro dunia kepada publik Sulawesi Utara. Sebagai refleksi kehidupan, panggung teater menjadi medium perenungan dan apresiasi, Ruang tempat bertemunya ide, gagasan dan imagi.
Nantinya tur Teater Nyanyian Angsa akan dipentaskan di berbagai kota yakni, Airmadidi, Manado, Bitung, Langowan, dan Tahuna. Tak hanya itu, naskah Nyanyian Angsa kali ini diadaptasi dengan gaya dan akulturasi budaya Russia & amp; Minahasa, Pementasan ini digagas untuk lebih mendekatkan naskah-naskah klasik dunia dengan publik Sulawesi Utara.
Para Pemain dan Penata:
Eric Dajoh, aktor dan sutradara Senior Sulawesi Utara. Memulai karirnya dengan bergabung bersama teater Populer Teguh Karya, Erik merupakan satu dari sedikit aktor yang masih produktif berkarya di usia senja. MT Kembuan, aktor muda berbakat Sulawesi Utara. Sebagai seorang Aktor Eden banyak berproses dengan berbagai panggung dan dunia sastra. Selain sebagai aktor, Eden juga aktif dalam berbagai kegiatan advokasi kesenian di Sulawesi Utara.
Allan Umboh, meskipun Allan seorang penyandang disabilitas semangatnya akan seni dan sastra tak pernah padam. Allan terus berproses melalui berbagai pertunjukan dan berhasil mengatasi keterbatasan fisik untuk berkarya.
Epiphany Pangkey, sutradara Muda Sulawesi Utara. Epi memulai karir teater dengan menjadi aktor diberbagai pertunjukan Teater. Melalui Nyanyian Angsa, Epi mengambil pendekatan Minahasa sebagai gaya garap.
Marsel Laoh, berperan sebagai Rahara. Jacq Lawalata, music Director & Musisi senior Sulawesi Utara. Jacq terlibat dalam berbagai program garap pertunjukan teater berskala nasional dan juga memberikan berbagai warna dalam perkembangan musik kontemporer di Sulawesi Utara.
Astrid Tuela, visual artist muda berasal dari Tobelo, Astrid banyak mengeksplorasi gagasan dan warna dalam gaya seni rupa. Melalui pertunjukan teater ini Astrid mencoba memberikan sentuhan estetis kekinian yang berbeda dan menyegarkan bagi para penikmat teater.
Satria Akbar, produser seni pertunjukan. Sebagai sosok produser seni, Satria terlibat dalam berbagai projek seni berskala nasional maupun internasional. Saat ini Satria turut mengembangkan infrastruktur industry kreatif di Sulawesi Utara. Rifi Sagay, musisi muda Sulawesi Utara, pencipta Original Soundtrack “Imajinasi” untuk Nyanyian Angsa. Jacky Armando Kabo, penata rias dan busana. Gisele Fatimah, line produser.
Editor : Iverdixon Tinungki


Discussion about this post